Ketelitian adalah kuncinya

Malam ini saya teringat dengan tausiyah salah seorang ustadz ketika dulu masih menjadi santri di sebuah Pondok Pesantren di Kuningan, Husnul Khotimah namanya. Tausiyah ini diberikan langsung oleh pimpinan Pondok atau Mudir Ma’had yang kala itu menjabat, setelah sholat maghrib hari Selasa (kalau tidak salah, sudah agak lupa). Salah satu isi Tausiyah beliau di hadapan para santri kala itu adalah berkenaan dengan Amar ma’ruf dan Nahi Munkar. Namun, pada tulisan kali ini tidak akan dibahas mengenai amar ma’ruf nahi munkar. Saya mengawali renungan kali ini dari sebuah ingatan akan masa lampau yang kemudian ada sedikit hubungan. Entah hubungan yang akan saya tulis nanti benar-benar berhubungan atau tidak. Tapi menurut saya ini ada hubungannya.

Kembali ke topik utama. Pada tausiyah kala itu, berdasarkan pada ingatan saya, Beliau mengupas tentang sebuah hadits yang berkaitan dengan amar ma’ruf dan nahi munkar. Sebuah hadits yang isinya tentang perumpamaan. Hadits tersebut adalah sebagai berikut :

عن النعمان بن بشير- رضي الله عنه- عن النبي- صلى الله عليه وسلم- قال: “مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا، فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنْ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ، فَقَالُوا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا! فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا”  رواه البخاري و الترمذي و أحمد , وفي رواية: “نَجَوْا وَنَجَّوْا جَمِيعًا”

Dari Nu’man bin Basyir ra berkata, bahwa Rasulullah SAWbersabda, “Perumpamaan orang yang melaksanakan perintah Allah dengan orang yang melanggarnya adalah seperti satu kaum yang berbagi tempat di sebuah kapal. Sebagian orang mendapat tempat di bagian atas, sedangkan sebagian yang lain mendapat tempat dilambung kapal. Orang-orang yang berada di lambung kapal, jika ingin mengambil air, mereka harus melewati orang-orang yang berada di atas. Mereka berkata, ‘Sebaiknya kita lubangi saja lambung kapal ini (untuk mengambil air) agar tidakmengganggu orang-orang yang berada di atas.’ Jika keinginan mereka itu tidak dicegah, merekasemua akan binasa. Sebaliknya jika dicegah mereka semua akan selamat.” (HR. Bukhari, Turmudzi &Ahmad)

 

Pada intinya, saat itu, beliau membahas mengenai hadits ini. Dalam hadits ini Rasulullah SAW memberikan sebuah perumpamaan dengan sebuah kapal yang di dalamnya terdapat dua kelompok, kelompok yang berada  di lambung kapal dan di tempat lain dari kapal (di atas). Ketika orang yang berada di lambung kapal itu butuh air (perlu dicatat bahwa kapal yang dijadikan perumpamaan saat itu tidaklah secanggih kapal saat ini yang bahkan kolam renangpun ada di dalam kapal) maka mereka harus melewati orang yang berada di bagian atas kapal. Karena harus bolak-balik ke atas ketika membutuhkan air, maka seorang diantara mereka memiliki ‘ide’ untuk mempermudah mendapatkan air, yaitu dengan melubangi kapal. Mereka berfikir, mungkin dengan dilubangi sedikit saja, mereka bisa mendapatkan air dan tidak perlu susah payah bolak-balik ke atas. Lalu beberapa dari mereka pun sepakat dengan ide tersebut.

Secara logis kita pun berfikir, walaupun dilubangi sedikit saja, maka intensitas air yang masuk ke dalam kapal akan semakin besar seiring dengan berjalannya waktu. Kalau saat ini kita bisa memberikan penjelasan dengan adanya istilah tekanan hidrostatik. Dan jika intensitas makin besar maka akan mengakibatkan kapal tersebut tenggelam. Jadi efeknya tidak langsung dirasakan, tapi butuh waktu untuk merasakan efek dari melubangi kapal tersebut.

Saya berfikir cukup lama tentang hal ini. Ada sebuah ide yang bisa diterima secara logis (masuk akal), tapi pada akhirnya tidak memberikan manfaat kecuali sedikit atau sebentar yang kemudian malah berdampak negatif cukup besar. Apakah hal tersebut ada? Ya, ada. Kalau kita amati banyak sekali hal-hal di sekitar kita yang sifatnya masuk akal dan seolah-olah berdampak positif namun pada akhirnya ternyata malah sebaliknya terutama sekali di bidang politik dalam kasus pengambilan kebijakan. Kita sering lihat hal ini di media cetak maupun media elektronik. Kita hanya bisa merasakan dampak positif itu sebentar saja setelah itu dampak negatif merebak luas. Lalu setelah itu, kitapun bertanya, apa yang salah? Sebagai permisalan, saya ingin mengambil contoh sebuah penalaran matematis. Ketika pertama kali saya menemukan hal ini, saya pun merasa aneh, karena berbeda dengan pendapat pada umumnya. Mari kita simak bersama hitung-hitungan matematis berikut ini.

Contoh :

1+1=1+\sqrt{1}

mengingat 1=(-1)(-1) maka persamaan di atas bisa ditulis menjadi

1+1=1+\sqrt{(-1)(-1)}=1+\sqrt{(-1)}\sqrt{(-1)}

Nah, kita ingat akan definisi bilangan imajiner (i) yang tidak lain adalah

i=\sqrt{(-1)} dan mengingat bahwa i.i=i^2=-1 maka

1+1=1+\sqrt{(-1)}\sqrt{(-1)}=1+i^2=1+(-1)=0

Kesimpulan yang kita dapatkan dari perhitungan sederhana ini adalah bahwa

1+1=0

 

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah jawaban ini benar? Kalau salah, dimana letak kesalahannya? Silahkan direnungkan sendiri ya..!! Gampang kok. 🙂

 

Contoh di atas sekilas memang tampak logis dan bisa dipertanggung jawabkan. Padahal, jika kita teliti sedikit saja, kita akan temukan letak kesalahan dari perhitungan di atas. Nah, ini baru salah satu contoh saja. Masih banyak contoh-contoh lain yang ada di sekitar kita. Oleh karenanya kita pun patut untuk bersikap waspada dan berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan atau mendengarkan pendapat seseorang. Pikirkanlah dengan baik-baik bibit bobotnya, apa manfaatnya dan apa kerugian yang ditimbulkannya. Kalau kerugian lebih besar dibanding manfaat, maka segeralah cari ide yang lain dan dahulukanlah kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan.

Wallahu A’lam bishshawab

3 thoughts on “Ketelitian adalah kuncinya

  1. Hemmm, mnurut sy jwban trsebut salah, seharusya, i kuadrat (*g tau cara nulis kuadratny gmn,, 😀 ) = 1, dan bukan -1
    jadi, 1 + 1 = 2
    begitukah?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s