Sekilas tentang bahasa arab (yang saya ketahui)

Alhamdulillah akhirnya bisa kembali menulis di blog yang sudah beberapa bulan terakhir ini ditinggalkan. Yupz…kali ini saya cuma mau berbagi sedikit tentang sebuah bahasa, yaitu bahasa arab. Kenapa ambil tema ini? hmmm…karena eh karena abis ngobrol banyak dengan native speaker nya. 😀 Bahasa ini pernah saya pelajari selama 6 tahun lamanya di sebuah padepokan yang terletak di kaki gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Padepokan itu bernama “Pondok Pesantren Husnul Khotimah”. Mungkin bagi saya yang tidak melanjutkan study ke bidang yang searah dengan label “pesantren” yang notabene biasanya pergi ke daerah timur tengah dan menimba ilmu lebih dalam di sana, 6 tahun adalah masa yang cukup membuat saya ‘kenyang’ untuk mempelajari bahasa arab, baik dari sisi nahwu dan juga sharafnya. Banyak sudah hasil ukiran-ukiran para ustadz dari berbagai latar belakang pendidikan, melukis diri saya ini dengan bahasa arab yang mereka pahami. Selama 6 tahun itu, bahasa  arab yang diajarkan kepada saya adalah bahasa yang baku atau resmi. Kenapa? ya jawabannya sih simple, mari kita analogikan saja dengan belajar bahasa Indonesia. Pasti yang diajarkan di dalam kelas adalah bahasa yang baku atau resmi. Tidak pernah di dalam kelas guru mengajarkan dengan menggunakan bahasa “gue-lo”. hehehe…

Teringat akan sebuah seminar yang dulu pernah saya hadiri semasa masih menyandang status sebagai santri, yaitu seminar tentang bahasa. Saya lupa dulu temanya apa. Tapi yang jelas, modulnya masih ada sampai sekarang. Sayangnya, tidak dibawa ke Korea…hehehe… 😀 Jadi kesimpulannya, ya sama aja bolong. hehehe…Anyway busway, acara seminar tersebut mendatangkan seorang pembicara dari Australia yang bernama Jahid Ahmed. Beliau adalah salah seorang da’i di Australia. Di dalam modul yang dibagikan tersebut saya masih ingat, di sana disebutkan bahwa bahasa arab adalah bahasa yang memiliki kosakata paling kaya diantara bahasa-bahasa lainnya. Mengapa bisa demikian? Karena satu kata dalam bahasa arab, derivatifnya bisa mencapai puluhan kata, atau bahkan lebih.

Ragam bahasa arab

Sampai saat ini, ada dua ragam bahasa arab yang saya ketahui, yaitu bahasa resmi/baku/fushah (فصحة) dan bahasa arab keseharian atau ‘amiyah (عامية). Kalo bahasa yang baku, itu sudah jelas, yaitu bahasa yang sering digunakan untuk penyiaran berita di arab sana dan juga yang seringkali diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia atau di seluruh dunia. Bahasa resmi ini tentu memiliki aturan atau grammar. Nah, grammar dalam bahasa arab itu yang paling pokok ada 2, Nahwu dan Sharaf. Nahwu adalah cabang ilmu yang mempelajari tanda baca di akhir kata. Jadi untuk masalah nahwu ini mungkin kita bisa bertanya (jika menemukan sebuah kalimat dalam bahasa arab), kenapa kata yang ini akhirnya fathah? kenapa yang ini dhommah? kenapa kata yg ini akhirnya di kasroh? atau bisa juga, kenapa kata ini ada tambahan huruf ya’ (ي) atau waw (و)? dan pertanyaan sejenisnya. Jadi ilmu nahwu inilah yang mempelajari tentang hal itu. Sedangkan sharf adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang perubahan bentuk kata. Misalkan perubahan kata dari kata kerja lampau (past, fi’il madhi) menjadi kata kerja saat ini (present, fi’il mudhari’) atau kata kerja perintah (fi’il amr). Agar sedikit memiliki gambaran, silahkan perhatikan gambar berikut ini.

Contoh derivatif kata dalam ilmu sharf. Ada 2 jenis derivatif dalam ilmu sharf, tashriif isthilahiy dan tashriif lughawiy

Dalam tabel tersebut saya hanya mengambil 1 kata saja dari golongan tsulatsiy mujarrad (kata dasar yang terdiri dari 3 huruf), yaitu ضرب (baca : dharaba) yang memiliki arti “memukul”. Dari gambar tersebut kita bisa lihat bagaimana 1 kata ini kemudian bisa berubah menjadi berbagai bentuk. Ini masih yang kata dasar, belum lagi dengan penambahan huruf. STOP…eittss…jangan pusing…santai saja lah…ini hanya pengetahuan umum aja kok…hehehe… 😀

Nah, yang tadi itu adalah jenis yang pertama, bahasa baku. Sedangkan jenis yang kedua adalah bahasa ‘aamiyah (umum). Kalo sudah berbicara bahasa yang umum, maka satu daerah dengan daerah lain akan memiliki ragam masing-masing. Sebagai contoh :

Bahasa arab saudi :

متى ترجع؟  (baca : mita tirja’?….artinya : kapan kamu pulang?)

Bahasa arab Mesir :

انا رايح الجامعه الساعه 3 العصر  (baca : ana rayeh el-gaami’a el-sa’a 3 el-‘asr….artinya : saya pergi ke kampus pukul 3 sore)

Bahasa arab Lebanon :

كيف صحتك، شو عمتعمل؟  (baca : kif sahatak, shu ‘amta’mil?….artinya : bagaimana kesehatanmu, apa yang sedang kamu lakukan?)

Yang menarik di sini adalah

1. Dalam contoh 1 (saudi) : seharusnya secara gramatikal dibaca “mataa tarji’?”, tetapi kemudian dibaca “mitaa tirja’?”. Ada perubahan sedikit tanda baca di sini.

2. Dalam contoh 2 dan 3 : huruf jim (ج) dibaca gha (غ).

Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. Tetapi yang jelas, setiap negara sepertinya memiliki perbedaan walaupun hanya sedikit. Ini mungkin bisa dianalogikan dengan bahasa jawa. Kita bisa membedakan ada sedikit perbedaan antara bahasa jawa Indramayu-Cirebon, Jogjakarta, dan Surabaya. Ketiganya bahasa jawa, hanya saja ketiganya memiliki perbedaan. Tetapi walaupun berbeda, jika kita sudah menguasai bahasa baku, insya Allah bahasa ‘aamiyahnya masih bisa ‘diraba-raba’ untuk memahaminya. 😀 Ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi saja.

Romanisasi bahasa arab

Yang dimaksud dengan romanisasi bahasa arab di sini adalah bagaimana kita menuliskan karakter atau alfabet bahasa arab itu ke dalam alfabet latin. hmmm…kalo dianalogikan dengan bahasa jepang, bisa disejajarkan dengan apa yang disebut dengan romaji, yaitu menuliskan karakter bahasa jepang dalam alfabet latin. Kenapa saya menyinggung ini? Ini penting apalagi bagi para chatters di dunia maya yang kesulitan menulis dalam karakter arab. Karena posisi karakter arab di keyboard cukup unik dan sedikit rumit apalagi jika belum benar-benar hafal posisinya. Ini juga mirip dengan posisi huruf hangeul (dalam bahasa korea) yang juga terpencar-pencar. Berbeda hal nya dengan bahasa jepang. Kita bisa mengetikkan romajinya di atas keyboard dan kemudian dengan otomatis di layar akan berubah menjadi hiragana atau katakana atau bahkan muncul pilihan karakter kanji.

Perbandingan tata letak karakter arab dan korea dalam keyboard

Nah, oleh karena masalah itulah muncul ide, bagaimana me-romanisasikan karakter arab? Dan dari sini juga muncul beberapa versi. Yang saya ketahui sampai saat ini baru 2 versi, versi karakter (dianut oleh mayoritas Indonesia) dan versi kombinasi karakter-angka (ini biasanya dilakukan oleh mereka yang tinggal di negara dengan bahasa nasionalnya bahasa arab).

1. Versi karakter

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, versi karakter ini biasanya dianut oleh kebanyakan para pelajar di negara-negara non-arab yang mempelajari bahasa arab dalam bentuk baku/resmi seperti Indonesia dan negara-negara lainnya. Pedoman yang digunakan adalah sebagai berikut.

Tabel 1. Versi karakter

Contoh :

العلاقة العامة فى عصر النبوة  (tulis latin : al-‘alaqah al-‘aamah fii ashri an-nubuwwah…artinya : garis-garis besar sejarah kenabian)

Ini hanya versi yang saya anut saja. Sebenarnya jika kita cari di google, akan banyak sekali versi untuk yang satu ini, sepeti yang ada di sini.

2. Versi kombinasi karakter-angka

Versi kedua ini dianut oleh mereka yang tinggal di negara dengan bahasa nasionalnya bahasa arab. Biasanya ini digunakan untuk menkonversi tulisan bahasa ‘amiyah ke dalam tulisan latin. Karena biasanya ini digunakan dalam media-media umum seperti chatting, dsb. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah kenapa menggabungkan atau mengkombinasikan karakter dengan angka? Jawabannya adalah karena menurut mereka ada beberapa huruf yang tidak ditemukan padanan pelafalannya dalam huruf latin. Sehingga, digunakanlah angka untuk merepresentasikan beberapa huruf. hmmm…sebagai gambaran, mungkin jika kita buka kamus bahasa Inggris-Indonesia, kita akan temukan cara pelafalan sebuah kata dengan menuliskannya dalam karakter yang menurut saya aneh. Ada titik dua, dsb. Nah, sebagai pedomannya ada beberapa huruf atau karakter yang kemudian dipadankan dengan angka seperti berikut ini :

  • 2 – أ  = diperuntukkan untuk huruf hamzah dan kata yang berakhir dengan ta marbuthoh (ة)
  • 7- ح = diperuntukkan untuk menggantikan huruf ha kecil. Karena huruf ini tidak ada padanan lafalnya dalam huruf latin. Jika dilihat dari angka, maka angka 7 ini memiliki bentuk yang mirip dengan huruf ha.
  • خ – 5= angka 5 dipadankan dengan huruf kha yang pelafalannya mirip dengan membaca huruf “ch” dalam bahasa Jerman.
  • ص – 9 = angka 9 dipadankan dengan huruf shad. Jika huruf shad ini diputar 90 derajat berlawanan arah jarum jam, maka bentuknya mirip dengan angka 9.
  • ض – ‘9 = huruf dhod adalah huruf shad ditambahkan titik di atasnya. Dalam konversinya, digunakanlah angka 9 dengan tanda petik tunggal (9’)
  • ط – 6 = huruf tha, direpresentasikan dengan angka 6 karena memiliki kemiripan bentuk. Huruf tha dalam karakter arab ini dibaca mirip dengan ketika kita membaca “tony” dalam bahasa Italia
  • ظ – ‘6 = nah, untuk huruf ini, analoginya serupa dengan huruf dhod di atas dengan shad
  • ع – 3 = dari bentuknya mirip, seperti pencerminan dalam dunia matematika. Jadi angka 3 digunakan untuk merepresentasikan makhroj huruf ‘ain.
  • غ – ‘3 = analoginya mirip dengan shad-dhod dan tha-dzha. Makhroj huruf gha ini mirip dengan huruf “r’ dalam bahasa Perancis.
Mari kita gunakan ini dalam bahasa chatting. Ambil sebuah contoh bahasa ‘amiyah yang dituliskan di atas.
  • متى ترجع؟   (ditulis : mita tirj3?)
  • انا رايح الجامعه الساعه 3 العصر   (ditulis : ana raye7 el gam3a el sa3a 3 el 3asr)
  • كيف صحتك، شو عمتعمل؟    (ditulis : kif sa7tak, syu 3am ta3mil?)
Mau coba mengerti kata yang lain? Silahkan coba yang berikut ini.
Ya begitulah kira-kira pengalaman saya di dalam bahasa arab ini. Saya memang bukan ahlinya bahasa arab. Tulisan ini hanya ditulis berdasarkan pengalaman pribadi saja ditambah diskusi dengan beberapa teman. Jadi ya harap dimaklumi jika terdapat kesalahan dalam tulisan ini. 😀

Ups…udah subuh…saatnya sholat lalu tidur…(begadang)…

Wallahu a’lam bi shawaab

-Yongin-

One thought on “Sekilas tentang bahasa arab (yang saya ketahui)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s