30 hari mencari cinta dan meraih gelar M.Tq (Bagian 3 habis)

1. Input

Yang terakhir adalah input. Mengapa kita menyambut kedatangannya? Bagaimana kita menyambutnya? Apa yang harus kita lakukan dalam menyambutnya?

Allah SWT berfirman dalam AlQuran :

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati (Q.S. Al-Hajj : 32)

Ya, tarhiib Ramadhan atau menyambut datangnya ramadhan merupakan salah satu sarana men-syiarkan islam. Dan bentuk penyambutan akan datangnya bulan suci Ramadhan itu timbul sebagai wujud dari ketaqwaan hati. Tentu saja yang dimaksud dengan menyambut datangnya bulan ramadhan ini bukan dengan hura-hura, pesta pora, dan sejenisnya, melainkan dengan hati penuh kesyukuran dan mempersiapkan segala seuatu yang berkaitan dengan Ramadhan seperti yang Rasulullah dan para sahabatnya contohkan. Apa yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya tersebut? Selama enam bulan setelah ramadhan Rasulullah dan para sahabat mengevaluasi amal ibadah mereka, enam bulan berikutnya berdoa merindukan Ramadhan. Salah satu doa yang sangat terkenal adalah sebagai berikut:

اللهم بارك لنا فى رجب و شعبان و بلغنا رمضان

 “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu Ramadhan.”

Dalam lafadz do’a di atas terdapat kata “berkahilah”. Apakah makna dari “berkah” itu? Berkah memiliki makna ziyadatul hasan atau ziyadatul khair, yaitu bertambahnya kebaikan. Sesuatu itu bisa disebut berkah manakala ada sebuah peningkatan atau bertambahnya kebaikan yang dikarenakan sesuatu itu. Misalnya seseorang memiliki keberkahan rizki, itu berarti rizki tersebut memberikan tambahan kebaikan bagi dirinya dan orang lain. Entah dengan rizki itu dia dapat menjalankan ibadah dengan lebih baik, atau menunaikan hak orang-orang fakir dan miskin, dan seterusnya. Yang jelas ada nilai kebaikan dari sesuatu itu, yang tentunya kebaikan tidak hanya di dunia namun juga di akhirat.

Kaitannya dengan bulan Rajab dan Sya’ban ini, kita memohon kepada Allah keberkahan agar ada suatu pertambahan kebaikan dalam diri kita. Sehingga nantinya juga siap dalam memasuki sebuah masa tarbiyah selama sebulan yang telah diprogramkan Allah secara rutin. Rasulullah saw. pun senantiasa mempersiapkan diri dalam menghadapi Ramadhan ini sejak Rajab, salah satunya dengan memperbanyak puasa. Dan kita, tentunya juga harus melakukan persiapan-persiapan menuju sarana tarbiyah kita, Madrasah Ramadhan ini sehingga nantinya kita dapat memperoleh hikmah Ramadhan.

Kita berdo’a: “Ya Allah, jadikanlah Ramadhan kami kali ini hamparan taman bunga, tempat kami merasakan indahnya hidup bebas dari segala amarah dan syahwat.”

Dari penjelasan pada tulisan-tulisan sebelumnya, setidaknya ada beberapa persiapan yang perlu kita lakukan menjelang ramadhan. Persiapan itu meliputi 4 hal, persiapan ruhani (I’dad ruhiy), persiapan fisik (I’dad jasadiy), persiapan harta (I’dad maaly), dan persiapan intelektual dan keilmuan (I’dad fikriy wa ilmiy).

  1. Persiapan ruhani (I’dad ruhiy), mencakup aktivitas ruhaniyah kita menjelang ramadhan seperti tilawah, hafalan quran, shaum sunnah, sholat 5 waktu, sholat rawatib, dsb. Semuanya dievaluasi sebelum memasuki Ramadhan dan bertekad untuk meningkatkan ibadah-ibadah tersebut di bulan Ramadhan.
  2. Persiapan fisik (I’dad jasadiy), meliputi aktivitas jasmani kita yg bertujuan meningkatkan stamina tubuh agar lebih segar, kuat, bertenaga, dan tidak mudah sakit. Jangan sampai ketika memasuki ramadhan justru yang terjadi malah sebaliknya, lemah, letih, lesu, letoy, loyo, leuleus, malas, dsb. Ini berbahaya dan sangat merugikan. Karena kesempatan untuk meraup poin pahala sebanyak-banyaknya hanyalah terjadi setahun sekali, yaitu di bulan Ramadhan.
  3. Persiapan harta (I’dad Maaliy). Nah yang dimaksud dengan persiapan harta ini bukan dimaksudkan untuk membeli makanan jelang berbuka puasa atau berbelanja pakaian jelang berakhirnya ramadhan, tetapi lebih kepada melipatgandakan infaq yang akan kita keluarkan. Karena begitu dahsyatnya balasan yang akan kita terima jika kita bersedekah di bulan Ramadhan. Sedekah ini bisa berupa menyiapkan makanan untuk berbuka bagi orang-orang yang berpuasa. Mungkin bisa dibaca kembali keistimewaan Ramadhan pada tulisan sebelumnya.
  4. Persiapan intelektual dan keilmuan (I’dad fikriy wa ilmiy). Persiapan intelektual dan keilmuan ini lebih bersifat kepada fiqh shaum. Apa itu shaum? Apa saja rukun-rukunnya? Apa saja yang membatalkannya? Apa saja sunnah-sunnahnya? Dan sebagainya. Semua ini haruslah kita ketahui sebelum ramadhan tiba. Dan di bulan Ramadhan pun sebaiknya kita tidak mengendorkan semangat untuk menuntut ilmu. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk bermalas-malasan dalam menuntut ilmu ketika ramadhan. Justru seharusnya kita lebih meningkatkan wawasan dan keilmuan kita di bulan Ramadhan ini. Karena waktu yang tersedia bagi kita menjadi semakin banyak, kita bisa gunakan waktu makan siang untuk membaca buku, dan lain-lain.

Dan yang paling terpenting adalah jaga keistiqamahan ibadah kita selama Ramadhan, dan bahkan setelah Ramadhan. karena pada hakikatnya datangnya ramadhan adalah sebagai sebuah wasilah untuk membentuk sebuah metabolisme dan kebiasaan baru dalam hidup kita, seperti bangun sebelum subuh, tahajjud, sholat tepat waktu, rajin bertilawah dan menghafal sekaligus mentadabburi dan mengamalkan ayat-ayat Allah,menahan emosi, menahan hawa nafsu diri, ukhuwah dengan muslim lain tanpa memandang ras, suku , dan jabatan, efisiensi waktu, dan lain-lain. Oleh karenanya, hal-hal yang seperti itu, yang kita dapatkan selama Ramadhan tidak selayaknya kita tinggalkan setelah Ramadhan usai. Tetapi kita lestarikan dan kita pertahankan di 11 bulan berikutnya. Bagaimana caranya? Salah satu caranya bisa dengan melakukan seperti apa yang Rasulullah SAW dan para sahabatnya contohkan, yaitu mengevaluasi harian, pekanan, bahkan bulanan kita. Salah satu caranya mungkin dengan menggunakan lembar mutaba’ah. Nah, berikut ini saya cantumkan juga lembar mutaba’ah yang kiranya bisa kita gunakan untuk memonitor tingkat keistiqamahan ibadah kita selama ramadhan sehingga pada akhirnya nanti kita lulus dari madrasah Ramadhan ini dan meraih gelar M.Tq. Mari berlomba-lomba menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik sepanjang sejarah kehidupan kita. Dan jadikan Ramadhan kali ini berbekas dalam diri kita dan itu terimplementasikan dalam kehidupan kita di 11 bulan selanjutnya selepas Ramadhan. Allahumma ballighnaa Ramadhan…

Selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1432 H

One thought on “30 hari mencari cinta dan meraih gelar M.Tq (Bagian 3 habis)

  1. Puasa itu Untuk allah dan allahlah yang akan mebalasnya… artkel yang sangat membangun. Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H, Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahuwata`ala.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s