Catatan kemerdekaan ke-67: shaum (puasa) dan kemerdekaan

[17 Agustus 2012]
…67 tahun sudah Indonesia merdeka…
…Tarawih terakhir di bulan ramadhan 1433 H…

Adakah hubungan antara shaum dan kemerdekaan?

Jawabannya tentu ada.

Pertama, kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, ternyata bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 H. Artinya proklamasi dilakukan saat mayoritas umat muslim sedang melaksanakan ibadah Ramadhan.

Kedua, mengenai hubungan shaum dan kata “merdeka” itu sendiri. Kalau kita cari kata shaum (صوم) dan Shiyam (صيام) dalam Al-Quran, kita akan dapati data bahwa kata “shaum” dalam kata benda dan kata kerja disebut hanya sekali dalam masing-masing 1 ayat. Sedangkan kata “Shiyam” di dalam Al-Qur’an disebutkan 9 kali dalam 7 ayat. Kalau diklasifikasikan lagi, dari 7 ayat tersebut, 2 ayat berbicara tentang puasa dalam konteks puasa Ramadhan, sedangkan sisanya (4 ayat) berbicara tentang puasa dalam konteks kafarat.

Apa itu kafarat?

Secara etimologis, kafarat adalah tertutup/terselubung. Sedangkan secara terminologis, kafarat adalah tebusan atau denda yang dibayarkan oleh seseorang lantaran telah melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

Di dalam fiqih, ada kurang lebih sekitar 14 jenis pelanggaran yang di dalamnya ada kafarat bagi pelanggar. Dari 14 tersebut, 10 diantaranya kafarat bersifat wajib. Dan semuanya memiliki opsi kafarat dalam bentuk puasa. Diantara jenis pelanggaran yg terdapat opsi puasa sebagai kafarat sebagaimana yang disebutkan dalam Qur’an adalah pelanggaran dalam ibadah haji, pembunuhan, sumpah/janji, dan zihar.

Muncullah pertanyaan dalam benak, apa kiranya hikmah adanya kafarat atas pelanggaran tertentu dengan menggunakan puasa/shaum?
Allah SWT mensyariatkan shaum sebagai ganti pembebasan budak dalam syariat kafarat bagi hamba-hamba-Nya yang melanggar seolah mengisyaratkan jika manusia tak mampu memerdekakan sesama manusia, hendaknya ia memerdekakan dirinya dengan shaum. Memerdekakan dirinya dari keinginan untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap perintah Allah SWT dengan mengontrol hawa nafsu kita (berpuasa). Seperti kata da’i sejuta umat, K.H Zainuddin MZ berkaitan dengan Ramadhan, “Intinya pengendalian diri”.

Dirgahayu Indonesiaku…
Mari ‘merdekakan’ diri di bulan Ramadhan…menuju masyarakat Indonesia yg lebih baik…

🇮🇩6⃣7⃣🇮🇩

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s