Oleh-oleh dari Ramadhan 1433 H – Tadabbur quran (Al-Kahfi)

Bismillah…

Pendahuluan (yang ga penting)

Hmm…udah lama rasanya ga nulis2. Tulisan terakhir tertanggal bulan ramadhan tahun lalu. Berarti udah setahun ga berbagi lewat tulisan. Dan sudah tak terasa pula kita sudah berada di akhir bulan Ramadhan. Semoga Amal ibadah kita semua selama Ramadhan ini diterima dan kita termasuk orang-orang yang bertaqwa. Baiklah, tulisan kali ini sesuai dengan judulnya, saya mau sedikit berbagi tentang apa yg saya dapat selama bulan Ramadhan tahun ini. Ini merupakan hasil perenungan pribadi, jadi mohon maaf kalo ada kesalahan di dalam isi tulisannya terlebih dari sisi bahasa yang ala kadarnya, karena ingin mengurangi kejenuhan bagi pembaca saat membaca, jadi bahasanya dibuat agak renyah kriuk-kriuk. Dan karena ini oleh-oleh ramadhan, maka tulisannya pun disesuaikan dengan tema ke-ramadhan-an. Nah, pada tulisan kali ini saya mau share sedikit tentang salah satu hasil tadabbur quran selama bulan Ramadhan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang membaca. Maaf, tulisannya agak panjang, berpotensi menyebabkan kantuk. 😀

Latar Belakang…Kenapa?

Hmmm…mulai dari mana ya? Dari sini aja deh, biar lebih cihuy. 😀

Suatu saat, saya pernah mendapati sebuah postingan teman di news feed FB (atau mungkin di grup FB) tentang anjuran membaca surat Al-Kahfi setiap malam jumat atau dari kamis sore – jumat sore. Dalam postingan tersebut juga dicantumkan beberapa dalil-dalil tentang keutamaannya. Bahkan iPod touch saya juga semenjak diinstall iQuran, setiap  jumat selalu ada reminder untuk membaca surat Al-Kahfi padahal saya tidak men-set reminder apapun. Belakangan saya ketahui itu merupakan fasilitas yang disediakan oleh developer iQuran itu sendiri. Tak luput pula status2 singkat nasheed singer yang sedang naik daun, Maher Zain, yang hampir setiap jumat (dulu) ada postingan di fanpage-nya yang mengajak untuk membaca surat Al-Kahfi. Mungkin kalo kita cari di google dengan kata kunci “keutamaan membaca al-kahfi”, kita akan temui ada banyak postingan di sana dan di dalamnya terkandung dalil-dalil tentang keutamaan membacanya. Cukup menggiurkan. Pertanyaan yang menggelitik saya adalah kenapa sih kok kita dianjurkan untuk membacanya ya? Ada hal penting apa di dalam surat itu sehingga memiliki keutamaan tersendiri? Lho kok kenapa sih saya bertanya begitu? Hmmm…jadi begini, bayangkan kita disuruh membaca sebuah buku oleh seseorang, pastinya ada maksud tertentu dong atau minimal orang tersebut menginginkan kita mengambil sebuah manfaat dari buku tersebut. Nah, pertanyaannya sekarang manfaat apakah itu? Nah, inilah yang melatarbelakangi kenapa saya jadi kepigin tau nih ada apa sih di dalam surat Al-Kahfi tersebut sehingga Rasulullah menganjurkan untuk membacanya? Mari kita selidiki…!!!

Uraian

Al-Quran surat Al-Kahfi

Pertama-tama, ya kita kenalan dulu deh sama surat al-kahfi. Surat dengan nomor urut 18 berada di antara juz 15-16 ini memiliki 110 ayat dan merupakan surat makkiyah (surat yang diturunkan di makkah). Biasanya surat-surat yang diturunkan di Makkah berbicara seputar aqidah.

Singkat cerita (biar ga kelamaan), di dalam surat ini terdapat 4 kisah yang sarat hikmah, yaitu kisah Ashabul kahfi, kisah pemilik 2 kebun, kisah Musa AS dan Khidr, dan kisah raja Dzulqarnain. Pertanyaan selanjutnya adalah, pelajaran apa yg bisa dipetik dari kisah2 tersebut? Adakah benang merah antara satu kisah dengan kisah yg lain dalam 1 surat tersebut? Dua pertanyaan ini menegaskan tujuan dari tulisan ini dibuat, fokus pada hikmah/plajaran yg dapat dipetik dari surat al-kahfi. Baiklah, kita coba urai satu persatu biar keliatan benang merahnya.

Kisah 1: Ashabul kahfi (penunggu gua)

Kisah tentang pemuda yang menyelamatkan diri dan agamanya dari penguasa zalim [Al-Kahfi: 10-26]. Kisah ini sangat terkenal, bahkan sebagian besar kita semua hafal. Kata kunci dari kisah ini yang membuat kita hafal dengan kisahnya adalah “tertidur 309 tahun di dalam gua”. Sekedar review saja tentang kisah ashabul kahfi ini. Terdapat 7 pemuda yang berusaha mempertahankan keimanannya di tengah himpitan raja yang zalim. Demi mempertahankannya mereka mengasingkan diri ke dalam sebuah gua dan di sana Allah menidurkannya selama 309 tahun. Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari sini? Salah satu pelajaran penting yg dapat kita ambil adalah pelajaran mempertahankan keimanan. Ketujuh pemuda tersebut mengalami ujian keimanan yang hebat, ujian aqidah pada masanya. Dan demi mempertahankannya mereka mengasingkan diri di dalam gua.

Gua “Al-Kahfi”

Kisah 2: pemilik 2 kebun

Nah, klo kisah yang ini kayaknya belom pada pernah denger ya? Hehehe…saya juga baru dengernya sekarang. Okeh, saya akan ceritakan sedikit tentang kisah pemilik 2 kebun ini. Kisah ini diceritakan di dalam QS Al-Kahfi: 32-46. Jadi cerita singkatnya begini, dahulu hiduplah 2 orang laki-laki, yang satu mukmin (yang percaya pada Allah), dan yang lainnya kafir (yang ingkar pada Allah) yang pada mulanya mereka bekerja sama lalu berpisah dan keduanya sama2 memiliki harta yang melimpah saat berpisah. Si mukmin membelanjakan hartanya di jalan Allah sedangkan si kafir digunakan untuk mengembangkan usahanya (perkebunan, peternakan) sampai akhirnya ia memiliki harta yang melimpah ruah. Hingga pasa suatu ketika si mukmin terjepit sebuah kebutuhan yg sangat mendesak sehingga meminta pertolongan kepada rekannya tersebut. Tetapi yang ia dapati rekannya tersebut dalam keadaan yang sangat sombong atas harta yang ia miliki (Al-kahfi:35-36). Bagaimana kisah selanjutnya? Untuk lebih lengkapnya silahkan bisa dicari via google atau buku kisah-kisah teladan. 😀 Salah satu pelajaran yang dapat dipetik dari kisah ringkas ini adalah terkait dengan ujian harta. Ketika kita diberikan kemurahan rezeki oleh Allah, maka dimanakah posisi kita, bersyukurkah atau sebaliknya? Hmm..HARTA.

Kisah 3: Kisah Musa AS dan Khidr

Kisah yang satu ini sama masyhurnya dengan kisah 1 tadi. Sebagian besar dari kita sudah mengetahuinya. Kisah ini diabadikan oleh Allah dalam surat Al-Kahfi: 60-82. Isi ringkas dari kisah ini adalah bahwa Nabi Musa AS dipertemukan oleh Allah dengan seseorang yang lebih pintar darinya. Padahal sebelumnya, dikisahkan pula bahwa Nabi Musa sempat mengakui bahwa dirinyalah yang paling pintar. Hingga Allah menghendaki Musa AS bertemu dengan orang shalih (beberapa riwayat mengatakan bernama khidr) dan berguru padanya. Ada beberapa peristiwa yang terjadi ketika keduanya bertemu. Sebenarnya banyak hikmah yang bisa diambil dari kisah ini diantaranya adalah ketawadhu’an (kerendahan hati) seorang yang berilmu dan juga kesabaran. Untuk kisah lebih lengkapnya silahkan baca quran, tafsir, atau buku-buku kisah teladan lainnya. ILMU.

Kisah 4: Raja Dzulqarnain

Siapa dia? Dia adalah seorang raja yang adil dan bijaksana yang telah menjelajahi Timur dan di barat, dia juga menyeru manusia kepada Allah. Apa yang dikisahkan di dalam surat Al-Kahfi tentang dirinya? Kisah ini bisa kita temukan dalam QS Al-kahfi: 83-101. Kisah yang paling fenomenal dari raja Dzulqarnain ini adalah pembangunan dinding untuk membentengi suatu kaum dari serangan Ya’juj wa ma’juj. Waduh siapa lagi nih Ya’juj wa ma’juj? Nah, yang ini PR deh buat yang belom tau. Silahkan cari sendiri. 😀 okeh, kita lanjutkan. Kaum yang Dzulqarnain bantu tersebut, ingin membalas budi baik sang raja dengan imbalan harta, tetapi Dzulqarnain menolaknya. Salah satu pelajaran yang dapat kita ambil dari sini adalah terkait dengan kekuasaan dan keikhlasan. Seorang raja yang  adil, bijaksana, dan murah hati menolong kaum yang tertindas tanpa pamrih. KEKUASAAN.

Kesimpulan

Nah, kita sudah urai satu persatu kisah beserta hikmahnya. Lalu apa benang merah keempat kisah tersebut? benang merahnya adalah “UJIAN”, Ujian keimanan, Ujian harta, ujian Ilmu, dan ujian keikhlasan atau kekuasaan. Semuanya merupakan bentuk ujian yang setiap saat / hari bisa saja kita temui baik kita sadari atau tidak, terlebih keberadaan kita saat ini di negeri yang sedikit jumlah muslimnya ditambah dengan pola hidup yang mungkin bagi sebagian kita sudah termasuk kategori mewah, ditambah penghasilan kita yang mungkin bagi sebagian kita di atas rata-rata, ditambah lagi dengan bidang kepakaran kita masing-masing (bagi mahasiswa) yang boleh jadi menimbulkan sedikit kesombongan, rasa ujub, dll dalam diri kita. Semua jenis ujian tersebut dapat kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari. Satu hikmah kenapa Rasulullah SAW menganjurkan membaca surat Al-Kahfi setiap pekan sekali adalah mungkin sebagai tadzkiroh (pengingat) bagi kita akan ujian-ujian tersebut. Dengan membacanya kita bisa introspeksi dengan bercermin pada kisah-kisah tersebut, sedang berada pada posisi yang mana kita saat ini. Oleh karenanya, salah satu keutamaan membaca surat Al-Kahfi adalah dipancarkan cahaya untuk si pembaca dan ampunan dosa diantara 2 jumat, terlebih jika kita memahami dan mengamalkan isinya.

Penutup

Sebagai penutup, setelah membaca tulisan ini, mari kita berusaha mengamalkan salah satu anjuran Rasulullah untuk membaca surat Al-Kahfi pada hari kamis-jumat terlebih selepas ramadhan. Dan akan lebih baik lagi jika kebiasaan tilawah quran (tidak terbatas pada surat-surat tertentu saja) yang kita lakukan setiap hari selama ramadhan, bisa kita lanjutkan dan pertahankan pada 11 bulan selanjutnya. Karena salah satu parameter keberhasilan ramadhan adalah sejauh mana kita bisa istiqomah beribadah di 11 bulan selanjutnya. Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat. Kurang dan lebihnya penulis mohon maaf. Nastaghfirullahaladhiim…

Wallahu a’lam bishawab

Referensi:

Maktabah Asy-Syamilah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s