Perkembangan teknologi display (Bagian-1)

Dulu waktu saya kecil, ada benda yang sangat menarik perhatian saya. Apa itu? TV. Kenapa TV? Unik, ada orang bisa masuk di dalamnya padahal ukuranya kecil. 😀 yah begitulah pikiran saya ketika itu. Kok bisa ya ada orang masuk di kotak sebesar itu? Unik memang jika kita mengamati perkembangan teknologi dari zaman dahulu sampai saat ini. Semua berawal dari keingintahuan manusia akan ilmu pengetahuan. Dan ilmu pengetahuan itu tidaklah mudah didapatkan. Butuh kesabaran dan proses yang cukup panjang. Begitu pula dengan teknologi yang satu ini yang akan saya share, yaitu teknologi display. Saya mencoba menuliskan ini karena saat ini sedang bekerja dengan teknologi yang satu ini terutama di salah satu jenis display, yaitu OLED. Namun sebelum kita bahas lebih banyak tentang OLED, ada baiknya jika kita lihat aspek sejarah perkembangan teknologi display ini agar kita tau bagaimana proses munculnya sebuah tekonologi baru dari waktu ke waktu.

Jika kita tarik benang sejarah ke belakang, kita akan menemukan bahwa pertama kali teknologi ini dimulai dengan adanya penemuan CRT atau Cathode Ray Tube (Tabung sinar katoda). Beberapa tahun kemudian, teknologi beralih ke LCD (Liquid Crystal Display) disusul kemudian PDP (Plasma Display Panel), dan OLED (Organic Light Emittiing Diode).  Sebelum kita masuk ke bagian pernjelasan masing2 teknologi tersebut, ada baiknya jika kita jelaskan dulu aspek-aspek yang menjadi pertimbangan perkembangan teknologi display ini. Ada beberapa aspek yang dipertimbangkan dalam teknologi ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pixel (piksel)

Sering kita dengar istilah ini, tapi tahukah kita apa maknanya? Missal jika dikatakan “wah ini kameranya 12 mega pixel nih, bagus. Kan semakin gede pixelnya semakin bagus kualitas gambar yg dihasilkannya”. Tahukan kita arti dari pixel itu sendiri?

Pixel adalah elemen terkecil dari sebuah gambar dalam dunia display device. Jadi kalo semakin banyak jumlah titik di dalam satu satuan panjang, maka pikselnya semakin besar, dan tentu ini akan membuat gambar menjadi semakin tajam. Untuk lebih mudahnya perhatikan gambar berikut ini. Kita ambil satu bagian dari gambar tersebut kemudian kita perbesar di bagian itu dan kita bias lihat perbedaannya dalam pixel yang berbeda.

PIxel

Atau kalo kita mau cermati dengan seksama layar monitor atau televisi, kita akan melihat ada kotak2 kecil dengan warna kemerahan, kehijauan, dan kebiruan. Nah, itulah piksel dari layar tersebut.

2. Resolution (resolusi)

Resolusi adalah jumlah piksel yang berbeda pada setiap dimensi yg ditampilkan. Hmm…gampangnya begini, kalo yang suka ngoprek computer atau laptop, ada ungkapan 1024 x 768 pixel. Nah, inilah resolusi. Biasanya resolusi diungkapkan dengan besaran pixel.

 

Resolusi layar

3. Display size (ukuran display)

Nah kalo yang ini biasanya kita kenal dengan istilah ukuran layar. Kalo kita membeli TV ada yg 14 inchi, 17 inchi, 24 inchi, dst. Nah, inilah yang disebut sebagai display size, yaitu ukuran panjang antar 2 sudut berseberangan dari sebuah layar. Biasanya disebut dalam satuan inchi.

4. Viewing angle (sudut pandang)

Viewing Angle atau sudut pandang adalah sudut maksimum bagi sebuah layar untuk dapat dilihat oleh pengamat dengan performa yg cukup baik. Fiuuhh…susah ye bahasanya. Begini deh, pernah ga kita melihat layar laptop atau TV atau yang sejenisnya dari samping? Apa yang terlihat? Jelaskah? Nah, itulah yg dimaksud dengan viewing angle. Ada sudut maksimum yg diizinkan agar layar dapat terlihat dengan baik. Nah, aspek ini tentunya penting dalam dunia display.

Viewing angle

5. Response time (waktu respon)

Response time ini berkaitan dengan seberapa cepat perpindahan dari 1 piksel ke piksel lainnya. Maksudnya? Maksudnya begini, ketika kita menonton TV, cobalah untuk berkonsentrasi pada 1 titik (piksel) di layar. Kita akan dapati bahwa di 1 titik (piksel) itu terjadi perubahan warna dari warna yg satu ke warna yang lainnya. Nah, response time ini adalah seberapa cepat waktu yang dibutuhkan oleh 1 piksel itu untuk berubah dari 1 jenis warna ke jenis lainnya lalu kembali lagi ke warna sebelumnya. Biasanya dalam orde mikrosekon (ms). Semakin kecil response time nya berarti semakin cepat transisi warna.

6. Brightness (kecerahan)

Brightness ini dalam dunia fisika disebut juga sebagai luminance (salah satu besaran fotometri). Mungkin di artikel lain akan saya jelaskan luminance ini apa. Tapi untuk saat ini sebagai gambaran, brightness ini didefinisikan sebagai jumlah cahaya atau foton yang dipancarkan dari sebuah layar. Kalau dalam colorimetry, brightness ini kemudian diterjemahkan sebagai nilai rataan dari warna merah, hijau, dan biru. Bingung? Yah, gampangnya brightness ini yg mengatur tingkat kecerahan warna yg ditampilkan oleh sebuah layar.

Dalam perkembangan teknologi display ini, tentunya para peneliti mencari jenis layar yang lebih baik dari masa ke masa. Nah, ukuran seberapa baik layar tersebut dapat diparameterisasi oleh poin-poin tersebut di atas. Nanti kita akan lihat bahwa setiap jenis layar memiliki kelebihan dan kekurangannya. Setiap peneliti selali berusaha menyelesaikan masalah yang ada pada poin kekurangan tersebut. Sehingga muncullah teknologi-teknologi display yang sudah familiar di telinga kita seperti CRT, LCD, PDP, dan OLED.

Bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s