Maksud jalan orang-orang yang dimurkai dan jalan orang-orang yang sesat

Pada pembahasan sebelumnya tentang kandungan surat Al-Fatihah, kita telah bahsa secara garis besar mengenai isinya. Kali ini saya coba tuliskan tadabbur satu ayat dalam surat Al-Fatihah, yaitu ayat yang terakhir.

Dalam Quran terjemah versi DEPAG, kita akan dapati makna kata “Almaghdhub” (المغضوب) dan “Adh-dhaaalliin” (الضالين) dalam surat Al-Fatihah adalah jalan orang-orang yang dimurkai dan jalan orang-orang yang sesat. Terjemahan ini mungkin pada sebagian orang memunculkan pertanyaan, apa dan seperti apa sih jalan (hidup) orang-orang yang dimurkai dan jalan (hidup) orang-orang sesat?

Dalam dua mushaf berikut ini, pengertian dua kata tersebut adalah sebagai berikut:

1. Yang dimaksud dengan jalan orang-orang yang dimurkai adalah mereka yang mereka mengetahui kebenaran, tapi tidak mengikutinya (Mukhtashar fii tafsiiri al-quran al-kariim, yang disusun oleh jamaah ulama tafsir). Lebih luas lagi, mushaf yang satunya lagi (Al-Quran tadabbur wa ‘amal) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “al-maghdhub” ini adalah ترك العمل بالعلم (tidak mengimplementasikan ilmunya, lebih menuruti hawa nafsunya). Atau bahasa gampangnya mungkin begini, tau ilmunya, tau mana yang benar dan mana yang salah, tau mana yang baik dan mana yang buruk, tau mana perintah dan mana larangan, tapi ga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi isinya banyak pelanggaran-pelanggaran. Makanya disebut dimurkai, karena kebanyakan melanggar aturan padahal tau bentuk aturannya. Adakah contohnya? tentu ada. Oleh karenanya, di dalam Al-Quran ada banyak ayat yg disajikan dalam bentuk kisah. Dari kisah-kisah tersebut kita akan dapatkan orang-orang atau kaum yang pernah melakukan hal-hal yang menyebabkan mereka dimurkai Allah. Imam Jalaluddin As-Suyuti menyebutkan bahwa yang dimaksud adalah Yahudi. Emangnya apa saja yang mereka perbuat? Kita bisa baca keseluruhan Al-Quran.

2. Sedangkan yang dimaksud dengan jalan orang-orang yang sesat adalah kebalikan dari yang no 1, yaitu beramal tanpa ilmu (العمل بغير العلم), melakukan sesuatu (ibadah) tanpa didukung pengetahuan yang memadai. Makanya disebut sesat. Siapakah mereka? Imam Jalaluddin As-Suyuti mengatakan, mereka adalah Nashara. Memangnya apa saja perbuatan yang menyebabkan mereka disebut sebagai sesat? Jawaban ini juga kita akan dapati dengan mengkaji seluruh isi Al-Quran.

Jadi, sebenarnya yang kita baca setidaknya 17 kali dalam sehari ini, kita minta keseimbangan antara ilmu dan amal. Tau aturannya, kita jalankan, tau larangannya, kita hindarkan, dan juga tidak melakukan sesuatu yg dasar pengetahuannya belum kita ketahui khususnya masalah ibadah. Kita meminta sama Allah, supaya tidak masuk dalam kedua jalur tersebut.

Merenungi satu ayat ini serasa ditampar.
Mari berbenah, perbaiki diri lagi.
Referensi:
– Al-Mukhtashar fi Tafsiri Al-Quran Al-Karim (Ringkasan tafsir quran)
– Al-Quran: Tadabur wa Amal (Tadabbur dan latihan implementasi al-Quran)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s