Catatan 1 Ramadhan 1440 H: waktu istijabah doa

Sumber tulisan: di sini. Tulisan ini sekaligus melengkapi tulisan saya sebelumnya tentang doa di sini.

Hari pertama Ramadhan 1440 H diisi dengan ‘ngoprek’ kutub tis’ah (9 kitab hadits) edisi software (lidwa) versi desktop. Dari aktifitas ‘ngoprek’ itu, saya menemukan setidaknya ada 15 waktu mustajab doa. Tetapi kalau difilter lagi ke dalam kondisi yang kita rasakan saat ini yaitu bulan Ramadhan dan dalam keadaan damai (tidak berperang), maka didapatlah 10 waktu berikut ini, seperti pada gambar.

Kalau melihat waktu-waktu ini, maka setiap saat di bulan Ramadhan menjadi waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa. Dari sejak bangun di sepertiga malam terakhir atau sekitar waktu sahur sampai dengan sujud terakhir setiap harinya, sekitar 20 jam setiap harinya selama kurang lebih 30 hari, semuanya adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Oleh karenanya jangan sia-siakan kesempatan berharga ini.

Trus doanya minta apa?

Minta apa saja.
Mintalah sebanyak-banyaknya kepada Allah mumpung di bulan Ramadhan.
Minta kebaikan, pertolongan dan kemenangan untuk seluruh kaum muslimin terutama mereka yang sedang tertindas seperti di Gaza Palestina, Suriah, Uighur, Rohingya, dan daerah konflik lainnya.
Minta kepada Allah kebaikan untuk negeri kita tercinta Indonesia.
Minta kepada Allah pemimpin yang adil, jujur dan amanah, yang terbaik untuk memimpin Indonesia. Bantu petugas KPU, saksi, dan relawan yang sedang bertugas dengan doa.
Minta kepada Allah perlindungan dari pemimpin yang zalim.
Minta kepada Allah kebaikan dan kesehatan untuk dosen, guru-guru, asatidzah, ulama, kyai dan habaib yang telah mengajarkan kita.
Minta kepada Allah kebaikan, kesehatan dan ampunan untuk kedua orang tua kita.
Minta kepada Allah ampunan untuk diri kita, mintakan pula kepada-Nya rezeki yang halal dan berlimpah lagi berkah untuk kita dan keluarga, pasangan dan anak-anak yang sholeh dan sholehah.
Minta kepada Allah kelancaran study bagi para pelajar.
Minta kepada Allah agar dipertemukan dengan jodohnya, bagi mereka yang belum menikah.
Dan lain-lain.
Minta saja. Allah suka kalau hamba-Nya mengadu dan meminta kepada-Nya.

Kalau ga terkabul gimana?

Ingat perkataan Nabi Zakaria ‘alayhissalam:
ولم أكن بدعائك رب شقيا
“Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau ya Tuhanku” (QS. Maryam: 4)
Inilah yang terlontar dari lisan Nabi Zakaria saat sudah memasuki usia senja tetapi Allah belum mengkaruniakannya keturunan. Beliau tidak merasa kecewa sedikitpun. So, kalau kita merasa doa kita belum dikabulkan secara kontan oleh Allah, maka sikap yang terbaik adalah tidak merasa kecewa dan teruslah berdoa. Karena Allah punya cara tersendiri dalam mengijabah doa-doa hamba-Nya. Bisa Allah kabulkan kontan, atau digantikan dengan kebaikan yang lain dan dihindarkan dari mara bahaya dan keburukan, atau diakhirkan di akhirat nanti.

Mari optimalkan waktu yang ada selama bulan Ramadhan untuk meraup pahala sebanyak-banyaknya. Salah satunya dengan memperbanyak doa.

Jika doa dikabulkan Allah
Maka Allah sedang menyapa kita dengan Maha Pemurahnya
Dan ketahuilah bahwa Allah sedang menguji rasa syukur kita
Jika doa kita tidak dikabulkan Allah
Maka Allah sedang menyapa kita dengan Maha Tahu dan Maha Kuasanya
Dan ketahuilan bahwa Allah sedang menguji kesabaran dan keikhlasan kita
Karena itu, pengabulan doa tidaklah lebih penting daripada diperkenankannya berdoa
Karena doa itu sendiri adalah tulang sumsum ibadah

#CatatanRamadhan
#01Ramadhan1440H
#AyoLebihBaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s