Prosedur mendapatkan SIM A Jepang

driving license

Mungkin anda bingung dan bertanya-tanya, “bukankah di Jepang yang notabene negara maju dengan teknologi canggih sarana transportasi umumnya juga pasti bagus? Jadi buat apa mobil pribadi? Buat apa bikin ‘SIM A’ di Jepang?”

Benar sekali bahwa Jepang memang memiliki teknologi canggih dan sarana transportasi yang nyaman pula, ambil contoh saja shinkansen, kereta cepat yang sangat terkenal itu. Tetapi, sarana transportasi yang baik itu hanya tersedia di kota-kota besar di Jepang. Sedangkan daerah-daerah kecil seperti Kitakyushu, sarana transportasi umum memang ada, tetapi kurang nyaman.

Emang apa kurang nyamannya?

Kurang nyaman dari sisi waktu. Bagi daerah-daerah kecil, durasi angkutan transportasi umum seperti kereta ataupun bus, biasanya hanya dua kali dalam satu jam, bahkan ada yang hanya satu kali dalam rentang waktu 1 jam. Inilah faktor kurang nyamannya. Apalagi kalau tertinggal semenit saja, sakitnya tuh di… ah sudahlah. Saya sudah sering merasakannya.

Lho kan ada taksi?

Iya, taksi ada, tapi mahal. Sekali tutup pintu sudah 670 yen (sekitar 80.000 rupiah, kurs 128). Ini sangat mahal bagi kalangan mahasiswa yang kapasitas dompetnya terbatas. Alternatif lain, ya jalan kaki. Tetapi kalau malam hari sepulang conference misalnya, badan, pikiran dan dompet sudah lelah, jika dihadapkan pada situasi seperti itu, kerasa banget sakitnya. Sakitnya tuh di… ah sudahlah. Saya sudah sering berada pada situasi seperti itu.

Trus bagaimana solusinya?

Salah satu solusinya adalah memiliki kendaraan pribadi, selain sepeda dan motor (bagi yang sudah berkeluarga). Dengan memiliki kendaraan beroda empat di Kitakyushu atau daerah lain yang memiliki kendala transportasi seperti saya sebutkan tadi, maka kita dapat menghemat waktu, biaya, dan juga perasaan. halah…apasih… Ya perasaan sakit yang kalau ketinggalan bus atau kereta.

Selain waktu, biaya, dan perasaan, ada lagi ga keuntungan memiliki kendaraan?

Ada. Anda bisa mendulang pahala kebaikan sebanyak-banyaknya. Anda bisa gunakan kendaraan yang anda miliki untuk mengantarkan orang sakit dan ibu hamil ke rumah sakit, bisa bantu-bantu angkat barang kawan yang mau pindahan apato, bisa bantu jemput mahasiswa yang baru datang ke Kitakyushu, bisa angkut teman-teman untuk hadir pengajian atau sholat idul fitri/adha, dan masih banyak lagi. Buanyak banget deh. Tinggal niatkan aja untuk ibadah, dan bam insyaAllah jadilah itu semua amal shalih.

Emang boleh? kan kita mahasiswa?

Boleh.

Apa syaratnya? Gimana caranya?

Nah, pada tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana prosedur membuat ‘SIM A’ di Jepang. Oh iya, perlu dicatat, bahwa Jepang tidak menerima tukar SIM dari Indonesia ataupun SIM Internasional. Kenapa? hehehe…Entahlah. Mungkin karena di Indonesia mudah mendapatkan SIM A melalui jalur belakang, sehingga SIM A dari Indonesia tidak serta merta berlaku di Jepang. Dan satu lagi syaratnya, harus sabar untuk mendapatkan ‘SIM A’ di Jepang, karena aturannya sangat ketat.

Kalau mau diringkas, maka prosedur untuk mendapatkan ‘SIM A’ di Jepang dapat digambarkan dalam bagan berikut ini.

FLOW CHART DL
Diagram alir proses mendapatkan ‘SIM A’ di Jepang

Ada dua cara mendapatkan ‘SIM A’ di Jepang.

  1. Kursus berkendara terlebih dahulu di Jepang, lalu ikut tes mengemudi. Cara ini berlaku bagi mereka yang belum memiliki SIM A di Indonesia. Tentu ini akan memakan biaya yang tidak sedikit. Paling tidak untuk cara yang satu ini butuh dana kurang lebih 300.000 yen (sekitar kurang lebih 39.000.000 rupiah). Ini baru biaya kursus mengemudi saja lho ya. Tes mengemudi akan dikenakan biaya lainnya.
  2. Ikut tes mengemudi. Cara ini berlaku bagi mereka yang sudah memiliki SIM A di Indonesia. Perlu dicatat di sini, pastikan SIM A yang anda miliki masih berlaku (belum expired) dan setidaknya sudah menggunakan SIM A tersebut minimum 3 bulan di Indonesia.

Baiklah, langsung saja, jika kondisi yang saya sebutkan di atas sudah terpenuhi, maka saya akan tuliskan langkah-langkah selanjutnya untuk cara yang kedua.
Langkah 1: Menerjemahkan SIM A Indonesia ke dalam bahasa jepang melalui lembaga Japan Automobile Federation (JAF). Caranya:

  1. Siapkan dokumen fotocopy SIM A anda
  2. Siapkan dokumen fotocopy resident card anda
  3. Siapkan uang sebesar 3.000 yen untuk biaya alih bahasa ditambah biaya kirim balik dokumen sebesar 392 yen.
  4. Isi form aplikasi. Form aplikasi dapat diunduh di sini.
  5. Masukkan semua dokumen tersebut di atas beserta uangnya ke dalam amplop.
  6. Kirim ke kantor JAF terdekat dengan rumah anda. Silahkan cek di sini. Bagi anda yang tinggal di Kitakyushu, maka kantor JAF yang terdekat adalah Fukuoka.
  7. Jangan lupa tuliskan alamat rumah anda pada amplop, agar dokumen hasil alih bahasa dapat dikirim kembali ke alamat pengirim. Walaupun di dalam dokumen fotocopy resident card sudah tertera alamat rumah, tidak ada salahnya jika dituliskan ulang sebagai langkah antisipatif.
  8. kirimkan melalui kantor pos terdekat anda dan jangan lupa bayar biaya kirimnya.
  9. Dokumen akan kembali paling lambat 2 pekan.

Dokumen terjemahan yang akan anda terima seperti gambar berikut ini.

InkedP_20161126_110325_LI (3).jpg
Langkah 2: Siapkan dokumen untuk proses administrasi mengikuti driving test.

Lakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Juminhyo, silahkan ke Shiyakusyo terdekat untuk membuat Juminhyo. Biaya 300 yen.
  2. Siapkan foto terbaru (6 bulan terakhir) ukuran 3×4 satu lembar. Kalau tidak punya, bisa ambil foto di foto-box yang ada di kantor polisi tempat driving test nanti, tentunya dengan menyiapkan biaya tambahan untuk ini.
  3. Paspor, visa, SIM A Indonesia, KTP Indonesia dan Resident card (Zaryu kado). Silahkan dicopy masing-masing satu lembar, jangan lupa depan-belakang dicopy juga.
  4. Bawa semua dokumen di atas menuju kantor polisi. Untuk Kitakyushu, alamatnya adalah sebagai berikut: “1518-1 Tsurumio, Iizuka, Fukuoka 820-0014” atau cek lokasi di google map di sini.
  5. Loket pendaftaran untuk aplikasi ‘SIM A’ di Iizuka, biasanya dibuka pada pukul 13.00. Tetapi sebaiknya datang sebelum itu untuk mengantri. Biasanya antriannya panjang. Untuk wilayah lain di Jepang, mungkin agak sedikit berbeda prosedur untuk yang ini.
form apply
Formulir aplikasi SIM Jepang

Langkah 3: Menuju kantor polisi untuk melakukan Interview

  1. Setelah tiba di lokasi, langsung ambil form aplikasi dan isi sesuai dengan petunjuk yang ada di sana. Lalu menuju loket no 5.
  2. Butuh waktu beberapa menit bagi petugas untuk mengecek kelengkapan dokumen yang anda bawa, dan butuh beberapa puluh menit untuk mengantri di loket no 5.
  3. Selanjutnya anda akan diarahkan untuk interview di ruang no 9. Pada saat interview, anda akan ditanya-tanya seputar prosedur mendapatkan SIM A anda di Indonesia. Dulu ketika mengambil SIM A tsb apakah ada tes mata, tes telinga, test tulis berapa soal berapa soal benar dan berapa kali lulus, tes drive apakah di track khusus atau di jalan biasa berapa kali lulus pake mobil jenis apa, dll.
  4. Jika dinyatakan lulus, anda akan diminta untuk datang lagi keesokan harinya. Biasanya 1 hari tidak cukup untuk melakukan serangkaian tes, hanya 1 tes saja, yaitu interview.
P_20180228_130755_vHDR_Auto
Loket no 5, tempat pemeriksaan dokumen

Langkah 4: Menuju kantor polisi untuk melakukan serangkaian tes: tes tulis, mata, dan mengemudi.

  1. Jangan lupa bawa dokumen sebelumnya.
  2. Menuju loket no. 2 untuk melakukan pembayaran. Anda diminta membayar sebesar 2.200 yen untuk keperluan tes tulis, tes mata, dan tes mengemudi.
  3. Anda akan diberikan tanda bukti pembayaran, lalu diminta menuju loket no. 5 untuk cek dokumen.
  4. Nama anda akan dipanggil untuk melakukan tes tulis. Dulu saya melakukan tes tulis di dalam kantor loket no. 5.
  5. Dalam tes tulis, akan ada 10 pertanyaan dengan 2 pilihan jawaban, benar dan salah. Sebagai latihan anda dapat menggunakan soal-soal latihan yang ada di sini.
  6. Setelah itu,
    1. jika anda dinyatakan tidak lulus, maka anda harus datang keesokan harinya untuk melakukan tes tulis lagi.
    2. jika anda dinyatakan lulus, maka anda akan diarahkan untuk melakukan tes mata di ruangan yang ada tepat di depan loket no 5, ruangan berlabel huruf A.
  7. Setelah itu,
    1. jika anda dinyatakan tidak lulus, maka anda harus datang keesokan harinya untuk melakukan tes mata lagi. Biasanya problem untuk mereka yang tidak sadar bahwa penglihatannya bermasalah. Saya salah satu contohnya.
    2. jika anda dinyatakan lulus, anda akan diminta untuk tes mengemudi. Anda akan diarahkan menuju ruang tunggu tes mengemudi. Ini adalah tes yang paling sulit. Mayoritas peserta tes tidak lulus dalam sekali coba. Butuh berkali-kali. Dan setiap kali melakukan tes mengemudi, diharuskan membawa dokumen yang sama dan membayar uang sebesar 2.200 yen. Dari beberapa pengalaman yang ada, rata-rata lebih dari 3 kali mencoba tes mengemudi, baru dapat dinyatakan lulus.
  8. Sebelum anda melakukan tes mengemudi, di ruang tunggu, anda akan diberikan penjelasan mengenai aturan main dalam tes mengemudi. Aturannya di tempel di dinding ruang tunggu dan berbahasa Jepang. Sejauh ini belum ada info translator yang mereka sediakan. Kalau mau, ya ajak teman yang lancar berbahasa Jepang untuk membantu menerjemahkan.
  9. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tes mengemudi adalah:
    1. Hafalkan peta track yang akan diujikan pada tes mengemudi.
    2. Sebelum menaiki kendaraan, periksa kolong mobil bagian dekat ban, seolah sedang mengecek apakah ada binatang seperti kucing di kolong mobil atau tidak.
    3. Begitu naik kendaraan, atur kenyamanan tempat duduk, kaca spion (kiri-kanan-tengah), dan gunakan sabuk pengaman.
    4. Buat model menyetir anda selebay mungkin (ketika akan berbelok dan memberi signal harus tengok ke spion dan samping sampai muka kita kelihatan bener-bener nengok untuk benar-benar memastikan tidak ada mobil di jalur yang akan kita lalui).
    5. Pindah jalur saat akan berbelok di persimpangan, dilakukan dari jarak sekitar 20-30 meter sebelumnya.
    6. Kurangi kecepatan (injak rem perlahan, bukan dengan melepas pedal gas) saat kendaraan akan memasuki tikungan.
  10. Setelah selesai, jika lulus, anda akan diberitahu langkah selanjutnya termasuk diantaranya membayar sejumlah 2.050 yen di loket dan foto lalu menunggu sampai SIM jadi. Jika tidak, anda akan diberitahu apa kesalahannya dan diminta kembali lagi untuk melakukan tes mengemudi.

Semoga bermanfaat.

Baca serial kehidupan di Jepang lainnya.

P_20180228_150000_vHDR_Auto
Suasana di ruang tunggu tes mengemudi
P_20180228_144010_vHDR_Auto
Aturan main dalam berkendara (tes mengemudi)
P_20180319_142802_vHDR_Auto
Peta track tes mengemudi
licence-jpn
ilustrasi SIM Jepang

11 thoughts on “Prosedur mendapatkan SIM A Jepang

    1. Ga perlu mas. Karena ketika menerjemahkan SIM Indonesia, di situ sudah ada masa berlaku dan ikut diterjemahkan juga. Jadi ga perlu surat keterangan berlakunya SIM.

      Like

    1. Bahasanya kombinasi antara inggris dan jepang. Kalau ada teman yang bisa jadi penerjemah, mending diajak aja sekalian buat bantu nerjemahin. Atau bisa juga cari teman yang bisa nerjemahin di lokasi interview.

      Like

      1. Ini positif ya mas? Soalnya ada rencana thn dpn mau gaimen kirikae. Tp brdsrkan pengalaman wni yg udh disana sblmnya, bnyk yg bilang butuh surat pengantar dari polres, klo gak sesi admin-nya dianggap gagal. Apa tiap wilayah beda2 mas? Trus btw mas sendiri, tes prakteknya brp kl mas br lulus? Mksh. . .

        Like

      2. Saya ga butuh surat pengantar dari polres tuh. Cuma butuh terjemahan SIM aja. Dan setau saya, ini aturan umum di Jepang untuk apply SIM. Saya baru coba 3 kali dan gagal. Setelah itu ga ada kesempatan lagi untuk tes praktik karena terlalu sibuk dengan eksperimen di lab. Lab saya lab yg kibishi. Agak susah untuk keluar lab dalam waktu lama. Paling biasanya curi waktu saat sensei lagi keluar kota aja untuk saya tes praktik.

        Like

    1. Iya saya visa kuliah. Untuk jisshusei InsyaAllah bisa. Waktu saya ikut ujian, saya ketemu dg beberapa jisshusei. Tinggal pihak Sacho nya aja mengizinkan ikut tes atau enggak.

      Like

  1. Hari ini suami saya harusnya melakukan tes di Jepang (Mie ken). Tapi ditolak karena tidak ada surat keterangan tanggal dikeluarkannya SIM A dari polresta di Indonesia. Memang SIM sudah diterjemahkan, tapi ternyata di kartu SIM juga tidak tertera tanggal dikeluarkannya SIM. Hanya tertulis masa kadaluarsa SIM saja. Selain itu, suami saya juga disuruh untuk menunjukkan paspor lama karena keberangkatan ke Jepang kali ini menggunakan paspor baru.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s