Danchi, rumah susun bersubsidi di Jepang

Danchi
Gambar udara komplek Danchi di Kitakyushu

Danchi (団地), secara harfiah bermakna komplek perumahan atau apartemen multi-unit. Dua istilah tersebut pasti membuat kita bingung. Komplek perumahan, dalam bayangan kita yang tergambar adalah seperti perumahan-perumahan yang ada di Indonesia, dalam satu luas area tertentu, ada begitu banyak rumah berjajar, ber-blok-blok. Nuansa yang muncul beragam. Karena pada realitasnya, komplek perumahan di Indonesia ada yang mewah, ada pula yang biasa saja. Tetapi tidak dengan istilah apartemen, yang terbayang adalah kemewahan perumahan yang berjejer ke atas. Tetapi dari dua istilah ini, setidaknya kita dapat satu informasi. Yaitu, yang satu berjajar horisontal, sedangkan satunya lagi berjajar ke atas atau vertikal. Lalu mana istilah yang tepat untuk menggambarkan makna “Danchi” yang sesungguhnya di Jepang? Jawabannya adalah yang kedua, berjajar ke atas. Oleh karenanya, dalam judul saya tuliskan rumah susun. Tapi lagi-lagi kalau disebutkan istilah “rumah susun”, mungkin bagi sebagian orang yang terbayang justru kekumuhan. Jadi gimana dong? hehehe…

Ya, kalau kita tinjau dari sisi bahasa seperti itulah polemiknya. Istilah “komplek perumahan”, “apartemen multi-unit”, dan “rumah susun”, akan memiliki cita rasa yang berbeda bagi kita karena kita berasal dari latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Oleh karenanya agak sulit mendeskripsikan dengan kata-kata yang pas yang semua orang sepakat dengan terminologi itu. Mungkin akan lebih mudah diawali dengan gambar, baru kita susun definisinya.

Danchi 17
Gedung Honjo Nishi Danchi no 17

Jadi, kira-kira seperti itulah gambaran Danchi di Jepang. Berjajar ke atas dan setiap unitnya terdiri dari 3 kamar, 1 ruang dapur, kamar mandi dan toilet, serta beranda untuk menjemur pakaian. Apakah ada kesan kumuh? Bagi yang sudah pernah tinggal di danchi, tentu akan mengatakan “tidak”.

Nah, secara umum, tempat tinggal di Jepang bisa diklasifikasikan menjadi 3: rumah, apato dan danchi. Kalau rumah, ya bayangannya seperti perumahan di Indonesia pada umumnya, atau yang tadi saya sebut dengan istilah komplek perumahan. Di Jepang ini juga ada yang sejenis perumahan seperti di Indonesia atau rumah-rumah yang berdiri secara individu juga ada. Yang kedua adalah Apato. Nah, ini biasanya berbentuk ruangan untuk tempat tinggal yang kita sewa dari pihak swasta, biasanya berjajar ke atas. Setiap apato memiliki fasilitasnya masing-masing. Dan biasanya dijabarkan oleh pihak penyedia layanan real estate atau yang dikenal dengan sebutan Fudōsan (不動産), kalau di Korea namanya Budongsan (부동산). Adapun danchi, ini perumahan berjajar ke atas yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah, baik pemerintah kota maupun pemerintah prefektur. Tetapi yang akan saya tuliskan di sini lebih menitik beratkan pada danchi yang dikelola oleh pemerintah kota saja.

Kenapa dengan danchi? Apa pentingnya tinggal di Danchi?

Ada beberapa keunggulan dari danchi dibandingkan dengan apato. Keunggulan yang paling kontras adalah mengenai harga sewa bulanan yang lebih murah dibandingkan apato. Sebagai perbandingan, biaya sewa bulanan apato itu paling tidak 2 kali lipat biaya sewa bulanan danchi, atau bahkan lebih dari itu. Bagi mahasiswa, ini justru berita menggembirakan, karena dengan apply danchi dapat menghemat pengeluaran. Lebih dari itu, harga sewa danchi pun ternyata dapat berkurang hingga 75% dari harga awal (syarat dan ketentuan berlaku). Ga percaya? Silahkan cek di sini. Jadi, sudah lebih murah dari harga sewa apato, juga masih bisa berkurang harganya. Keunggulan lainnya adalah jumlah ruangan yang relatif lebih banyak dibandingkan apato. Hal ini tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mahasiswa yang ingin tinggal di Jepang bersama keluarganya (istri dan anak). Dan yang tak kalah pentingnya adalah salah satu ruangannya dapat dijadikan mushola untuk sholat berjamaah (jika tidak/belum ada masjid di sekitar) dan ruang pengajian jika memungkinkan.

Jadi, setidaknya ada 2 keunggulan tinggal di Danchi: harga dan ruangan. Tambah satu lagi, pahala kebaikan, manakala diniatkan ikhlas lillahi ta’ala.
Lho emang bisa kita (orang asing) tinggal di Danchi? Kalo bisa apa dan bagaimana caranya?

Bisa. Nah, itulah yang mau saya bagi dalam tulisan kali ini. Dan lagi-lagi, tulisan ini berdasarkan pengalaman hidup di Kitakyushu. Jadi kalau tinggal di kota lain, mungkin prosedurnya agak berbeda dengan yang saya tuliskan di sini. Dan sebagai pengetahuan bahwa danchi ini tidak setiap saat dibuka, biasanya periode dua bulan sekali, itupun melalui pengundian karena banyaknya peminat, tidak terkecuali orang Jepang. Sehingga dibutuhkan kesabaran.

Baiklah, kita mulai ya…
Langkah 1: Kita mulai dari persyaratan. Pastikan kita memenuhi syarat untuk bisa meng-apply program rumah murah dari pemerintah ini. Masing-masing kota memiliki syarat yang beda-beda, misalnya untuk daerah Tokyo mensyaratkan minimal sudah pernah tinggal 1 tahun di Tokyo dan juga batas maksimal gaji per bulan. Dan untuk mahasiswa sudah dipastikan bisa mendaftar karena tergolong warga yang tidak berpenghasilan walaupun mendapatkan beasiswa. Adapun Kitakyushu, berikut ini adalah persyaratan yang dibutuhkan khususnya untuk mahasiswa:

  1. Sudah tinggal di Kitakyushu selama 6 bulan
  2. Sudah menikah
  3. Tinggal bersama keluarga di Kitakyushu dibuktikan dengan resident card

Langkah 2: Mendatangi city office (Com City) yang terletak tepat di samping stasiun Kurosaki untuk mendaftar. Karena kantor tempat kita apply danchi ada di sana, satu atap dan satu lantai dengan urusan administrasi kependudukan, lantai 4. Untuk keperluan mendaftar, anda cukup membawa resident card dan inkan. Formulir pendaftaran tersedia di kantornya.

Bagi anda yang tidak lancar berbahasa Jepang hendaknya meminta bantuan teman yang lancar berbicara bahasa Jepang atau bisa juga dengan meminta bantuan dari KIA, Kitakyushu International Affairs. Kantornya ada di Com City lantai 3, 1 lantai tepat di bawah administrasi kependudukan.

Di depan kantor urusan per-danchi-an, terdapat paket dengan sampul berwarna (kadang hijau, kadang biru, atau bahkan warna lainnya). Ketahuilan bahwa itu paket berisi formulir aplikasi danchi beserta buku panduannya. Di dalam buku panduan terdapat informasi mengenai danchi yang dibuka pada periode tersebut dan juga formasi harga sewa yang bergantung pada jumlah pendapatan per bulan dan lokasi unit danchinya. Jadi, setiap unit danchi yang dibuka memiliki spesifikasi yang berbeda dan itu mempengaruhi harga sewa.

Paket apply danchi, berisi buku petunjuk dan formulir

Sekedar tips, carilah danchi yang terdekat dengan kampus dan dengan komunitas Indonesia. Dua hal ini prioritas, adapun pertimbangan lainnya seperti luasnya rumah, terletak di lantai berapa, dan ketersediaan lift atau tidak, itu menjadi pertimbangan selanjutnya (sekunder). Karena jika suatu saat terjadi hal-hal di luar kendali kita, kita dapat segera meminta bantuan kepada teman sebangsa. Dan perlu diketahui bahwa warga Jepang peminat danchi rata-rata adalah orang tua, mereka akan memilih lantai rendah. Jadi, kalau mau cepat dapat, jangan pilih unit danchi yang lantai rendah, pilih unit danchi yang terletak di lantai atas.

Dan uniknya, untuk danchi di Kitakyushu, bagi mereka yang baru saja menikah, mendapatkan prioritas. Maksudnya, mereka dapat memilih lebih dari satu unit danchi. Bahkan para petugas di kantor tersebut dapat memberikan rekomendasi, danchi mana yang kira-kira cocok untuk pasangan yang baru menikah. *Prikitiwww…

Aplikasi danchi 1
Formulir Aplikasi Danchi
Aplikasi danchi 2
Sejenis kuesioner

Jika sudah melakukan pengisian formulir, anda akan diberikan kartu seperti gambar di bawah ini. Kartu ini sebagai informasi sudah berapa kali apply danchi. Jika sudah mencapai jumlah tertentu, maka akan memperoleh prioritas dengan diperbolehkan memilih lebih dari 1 unit danchi.

P_20170905_160639_LI
Kartu tanda apply danchi

Setelah itu, langkah selanjutnya adalah menunggu dan berdoa. Menunggu datangnya informasi jadwal pengundian dan hasil pengundian. Hadir pada saat pengundian hukumnya sunnah, tetapi hadir di kantor per-danchi-an setelah menerima hasil pengundian yang menyatakan bahwa anda mendapatkan undian adalah wajib. Jadi ga ikut hadir saat pengundian tidak apa-apa. Jika anda mendapat undian danchi, maka segeralah melapor ke kantor, apakah anda akan mengambil hasil undian tersebut atau tidak. Sedangkan jika anda tidak mendapatkan undian danchi, maka jangan berkecil hati, bersabar dan coba lagi 2 bulan kemudian. Jangan lupa ketika apply lagi, bawa kartu di atas agar dapat stempel.
Langkah 3: Jika anda mendapatkan undian danchi.

Yang harus anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Segera melapor ke kantor pengelola danchi dengan membawa surat hasil undian yang dikirimkan melalui pos, apakah anda akan mengambil uinit danchi tersebut atau tidak. Jika tidak maka akan dilimpahkan pada hasil undian dengan nomor urut selanjutnya.
  2. Petugas akan memberikan kunci agar anda dapat melihat kondisi rumah tersebut. Dan anda diminta untuk menuliskan apa saja yang menurut anda perlu diperbaiki.
  3. Petugas juga akan meminta anda untuk menyiapkan beberapa dokumen, diantaranya (dokumen disiapkan oleh petugas, kita hanya mengisi dokuemn tersebut):
    1. Jyuminhyo, atau kartu keluarga. Ini dapat di-print-ou langsung di lokasi dengan membayar 300 yen di bagian adiministrasi, loket 1-3.
    2. Surat perjanjian
    3. Surat dari penjamin (guarantor), dalam hal ini dapat meminta ke kampus
    4. Uang muka sebesar 3 kali harga sewa bulanan
    5. Dokumen sewa parkir bagi yang memiliki kendaraan
    6. Dokumen yang nanti harus kita berikan kepada pengelola gedung, atau biasanya kita sebut dengan “pak RT”.
  4. Jika anda sudah memenuhi semua dokumen di atas dan sesuai dengan jadwal yang mereka berikan, maka anda akan diberikan 3 buah kunci rumah dan anda dapat mulai pindahan.

Langkah 4: Lapor kepada “Pak RT”, pengelola gedung. Lapor bahwa anda mau pindah dan menempati unit danchi. Berikan dokumen yang berasal dari kantor pengelola danchi. Anda akan di-briefing tentang aturan yang berlaku di danchi tersebut. Diantara aturannya adalah sebagai berikut:

  1. Jika dalam 1 gedung terdapat beberapa danchi, maka jumlah penduduk yang ada di danchi tersebut akan dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok memiliki pemimpin. Anda akan diberitahu, masuk kelompok mana dan siapa pimpinan anda. Pimpinan ini nanti salah satu tugasnya adalah mengumpulkan uang iuran.
  2. Iuran bulanan penduduk danchi. Setiap danchi memiliki besaran iuran yang berbeda disesuaikan dengan kebutuhan danchi tersebut. Uang iuran ini digunakan untuk keperluan umum seperti penerangan di tangga, pembelian alat-alat kebersihan untuk kerja bakti, dan lain-lain.
  3. Informasi kerja bakti. Ketika kita tinggal di danchi, maka setiap hari minggu pekan pertama setiap bulannya ada kegiatan kerja bakti. Anda harus mengikuti kerja bakti. Jika tidak, maka sebaiknya melapor terlebih dahulu dan anda akan dikenai denda.

Langkah 5: Segera beli beberapa kebutuhan untuk danchi. Berikut kebutuhan dasar yang dibutuhkan:

  1. Kontak perusahaan listrik, air dan gas untuk mengaktifkan layanan mereka di unit danchi yang akan anda tempati. Jangan lupa juga untuk memutuskan layanan listrik, air dan gas pada apato sebelumnya. Pastikan semuanya terputus dan dalam beberapa hari setelahnya sering-seringlah menengok kotak pos dari apato yang lama untuk membayar tagihan penutupan semua layanan tersebut. Karena kalau tidak, apalagi sampai terlewat beberapa bulan, dendanya lumayan besar. Untuk keperluan ini ada perlu teman yang dapat berbicara dalam bahasa Jepang. Informasi yang mereka butuhkan di sini adalah nama dan alamat rumah anda tinggal, baik yang baru maupun yang lama.
  2. Beli kompor gas. Karena gas yang digunakan di danchi biasanya berbeda dengan gas yang digunakan di apato tempat anda sebelumnya tinggal. Anda dapat membeli di toko secondhand terdekat dengan rumah anda.
  3. Beli 4 set lampu untuk keperluan danchi anda. Anda dapat membelinya dari toko secondhand terdekat. Atau jika ada teman yang memiliki kelebihan lampu, mungkin bisa anda pinjam/minta.
  4. Beli AC, TV, Kulkas, mesin cuci, microwave, dll. Yang satu ini sifatnya optional. Boleh jadi ketika anda sudah tinggal di apato sebelumnya, anda sudah membelinya. Tapi kalau belum ya harus beli.

Langkah 6: Anda mulai pindahan. Mintalah bantuan pada teman-teman khususnya mereka yang memiliki kendaraan agar dapat membantu anda pindahan. Dan jangan lupa, masaklah agak banyak pada hari itu. Agar setelah proses pindahan selesai, anda dapat menjamu mereka. Setidaknya ganti keringat dan lelah mereka dengan hidangan.
Langkah 7: Belilah beberapa souvenir untuk dibagikan kepada tetangga sekitar rumah anda. Depan rumah, bawah rumah, dan atas rumah. Ini untuk menunjukkan adab kita sebagai penduduk baru sekaligus sebagai perkenalan kepada mereka bahwa anda adalah penduduk baru di danchi tersebut.
Langkah 8: Jika anda sudah tinggal selama 1 tahun di danchi tersebut, maka anda dapat mengajukan keringanan biaya bulanan atau genmen (baca: gemeng, 減免).

Selamat mencoba.

Baca serial kehidupan di Jepang lainnya.

10 thoughts on “Danchi, rumah susun bersubsidi di Jepang

  1. Selamat siang mas.
    Terimaksih buat tulisanya, sangat membantu sekali bagi saya yang sedang mencari informasi tentang rumah subsidi.
    Mas apa kah ada biaya tambahan untuk pasang listrik dan gas? Atau cuma biaya penjamin aja ya mas?

    Like

      1. Wah saya kurang tau klo lewat online ya. Mungkin pengumumannya juga via online. Saya dulu dikirimi surat. Untuk website online nya mungkin bisa ditanyakan ke petugas atau saya yakin ada di buku panduannya (jika ada).

        Like

      2. Mas bisa minta tolong gak,dicek kin di alamat website nya soalny sya krng tau bhs kanji,,kalo bisa mas 🙏🏻Nnti sya kirimin alamat websitenya,,mau tolongin dicek

        Like

      3. Mungkin dibuka pakai chrome browser aja mas, trus diaktifkan mode penerjemahnya. Nanti halamannya diterjemahkan oleh web browsernya. Saya sendiri ga ahli banget dengan huruf-huruf kanji.

        Like

  2. Asslmaukaikm selamt malam pak hadi.
    Sangat informatif sekali infonya.

    Mau bertanya2 bberapa hal:
    1. Untuk penjamin apakah wajib harus ada ?
    Dan bentuk surat penjamin nya seperti apa? ( apakah surat keterangan kerja dri perusahaan /keternagn mahasiswa dari kmapus atau bentuk pernyataan dari penjamin tersebut).

    2. Proses setelah dapat undian dan mulai pindahan kira2 berpa hari/minggu pak? Sudah bisa pindahan ke danchi.

    Terimkasih infonya pak hadi 🙏

    Like

    1. Waalaikumsalam
      1. Iya wajib ada. Format suratnya diberikan. Tugas kita hanya mencari penjamin dan memintanya untuk menulis dan menandatangani surat tsb. Kalau saya, saya meminta pihak kampus menjadi penjamin saya dan pihak kampus mau. Ada juga kasus dimana pihak kampus tidak mau menjadi penjamin. Saya kurang tau kenapa.

      2. Kurang lebih 1 bulan jarak dari pengumuman dapat undian s.d bisa menempati rumah tsb.

      Like

      1. Terimkasih pak hadi saran dan masukannya.

        Maaf penjaminnya, harus orang jepang atau org indonesia juga boleh?
        Karena saya kesulitan mendapat penjamin sepertinya. Karena perusahan saya kurang setuju pindahan ke danchi.
        Apakah ada saran utk mendapatkan penjamin selain dari tempt kerja ?

        Mohon masukan dan sarannya pak hadi 🙏

        Like

      2. Penjamin biasanya harus orang Jepang atau kadang WNI juga ada yg minta sama mereka yg menikah dengan orang Jepang. Tetapi walaupun demikian, mereka belum tentu berkenan menjadi penjamin karena di mata mereka yg taat hukum, tanggung jawabnya berat kecuali mereka (orang Jepang) kenal betul siapa kita. Ini butuh teknik tersendiri untuk PDKT dan bergaul. 😁

        Kalau ada tempat kerja, ya sebaiknya minta saja dicarikan tempat tinggal oleh mereka sekaligus skema pembiayaan sewanya. Biasanya perusahaan mau untuk membayar sebagian dari uang sewa entah dg skema 50:50 atau skema lainnya.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s