Tadabbur QS. Al-Kahfi

43828264_10214960246031114_2544131312373989376_n (1)

Tulisan awal ada di sini. Tulisan ini sekaligus melengkapi tulisan saya sebelumnya tentang tadabbur QS. Al-Kahfi di blog ini di sini. Selain itu, tulisan ini menjadi pelengkap informasi yang saya tuliskan juga di sini.

***

Jadi gini bro, di dalam surat Al-Kahfi itu ada 4 jenis ujian yang disajikan dalam 4 potong kisah dan tentunya disertai dengan 4 jurus menghadapi ujian tersebut.

Ujian pertama adalah ujian keimanan atau keyakinan, disajikan dalam kisah Ashabul Kahfi, yaitu kisah 7 orang pemuda yang melarikan diri masuk ke dalam gua dan tertidur selama 309 tahun. Kisah lengkapnya silahkan cari sendiri ya. Nah, jurus menghadapi ujian jenis ini adalah dengan mencari atau menjadi teman dekat orang-orang yang sholeh (lihat Al-Kahfi: 28). Gimana cara nyarinya di zaman now atau cara dekatinnya gimana? Carilah di masjid-masjid atau di pengajian-pengajian yang di dalamnya selalu diingatkan tentang akhirat. Makanye rajin-rajin dateng ke Masjid ya bro. Kalau ga ada masjid kayak di Jepang gimana? Ya minimal fungsi masjid itu yang dihidupkan, misal sholat berjamaahnya, dan lain-lain.

Ujian kedua adalah ujian harta dan keturunan. Ujian ini disajikan dalam kisah pemilik dua kebun. Kisah ini bercerita tentang pemilik kebun yang lupa diri setelah mencapai titik kesuksesannya. Cerita lengkapnya bagaimana? Silahkan cari ya di google atau Youtube. Nah, jurus menghadapi ujian ini adalah dengan memahami hakikat kehidupan di dunia itu apa (lihat Al-Kahfi: 32). Ia cuma sekali, sebentar dan banyak senda gurau. Oleh karenanya, manfaatkan kesempatan yg sekali dan sebentar itu untuk melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya dengan apa yang kita miliki saat ini.

Ujian ketiga adalah ujian ilmu. Ujian ini dibungkus dalam sebuah kisah klasik antara Musa AS dan Khidr. Kisah lengkapnya silahkan dicari di tempat lain. Jurus untuk menghadapi ujian ini adalah senantiasa tawadhu’ (lihat Al-Kahfi: 69). Tawadhu’ itu apa sih? Tawadhu’ adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa tawadhu’ adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya (Fathul Bari jilid 11 hal 341). Nah, yang ini cocok kepada siapapun yang sedang menuntut ilmu.

Ujian yang keempat adalah ujian kekuasaan, dibungkus dalam kisah Dzulqarnain. Kekuasaan Dzulqarnain ini dikisahkan merupakan gabungan antara pengetahuan (knowledge) dan kekuatan (power). Lengkapnya bisa cari-cari di youtube atau yang lainnya. Nah, ini penting juga bagi mereka yang memiliki pengetahuan dan power untuk senantiasa ikhlas (lihat Al-Kahfi: 110), hanya mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Kalau orang yang berkuasa tidak memiliki pengetahuan, maka pemerintahan bisa kacau, karena akan lebih banyak menggunakan power (kekuatan). Kalau hanya memiliki pengetahuan tanpa power, juga berbahaya, jatuhnya semacam khayalan tanpa realisasi. Yang terbaik adalah memiliki pengetahuan dan kekuatan dengan ikhlas sebagai mindset atau bingkainya.

Jadi kurang lebih begitu bro…

Kenapa setiap jumat? Ya, minimal dengan membacanya seminggu sekali setiap jumat, secara tidak langsung, kita diingatkan akan 4 ujian itu yang datangnya boleh jadi setiap minggu atau setiap saat dan untuk menghadapinya diingatkan pula cara-caranya. Gitu bro…

Udah baca Al-Kahfi belom bro? Kuy lah, kita baca.

#JumatMubarakah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s