Menjadi peneliti di sebuah perusahaan di Korea Selatan

SFC office yongin
Meja kerja saya sewaktu bekerja di SFC co.ltd, Yongin, Korea Selatan

Tulisan ini kelanjutan seri kehidupan di Korea Selatan. Setelah sebelumnya saya tuliskan hasil penelitian selama menempuh pendidikan jenjang magister di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), maka pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tentang apa yang saya lakukan selepas lulus dari sana.

Saya lulus dari HUFS pada tahun 2011, lalu mencoba melanjutkan S3 di kampus yang sama. Namun, itu tidak berlangsung lama, hanya 1 semester saja. Setelah itu karena desakan untuk segera mengakhiri masa lajang, dan melanjutkan S3 di sana bukanlah keputusan yang tepat untuk mengakhiri masa lajang, apalagi melanjutkan kehidupan berkeluarga sambil S3. Akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari kampus dan mencari kerja. Alhamdulillah saya mendapatkan pekerjaan di Korea Selatan sebagai peneliti di salah satu perusahaan di sana.

Perlu diketahui bahwa saya adalah satu-satunya orang asing di perusahaan itu. Selama menjalani hidup sebagai peneliti di sana, tentu banyak suka dan dukanya. Sukanya karena gajinya besar, bonusnya juga besar dan rutin. Selain bonus dalam bentuk nominal, ada juga bonus dalam bentuk buah-buahan. Tidak tanggung-tanggung jumlahnya, 3 dus. Belum lagi aktifitas team yang menyenangkan seperti naik gunung, main bowling, dll. Adapun dukanya biasanya saat pesta. Sebagai seorang muslim, apalagi sendirian di sana, rasanya tidak nyaman berada di tengah-tengah orang yang mabuk. Saya pribadi tidak melakukannya, tapi walaupun demikian tetap saja ada rasa ketidaknyamanan. Duka lainnya adalah terkait makanan. Sulitnya mencari makanan untuk saya. Tapi manajer team saya cukup bijak, mereka selalu memberikan ruang untuk saya beli makanan yang kira-kira saya bisa konsumsi. Bahkan pernah saya hanya diberikan kartu ATM milik perusahaan untuk digunakan makan bersama keluarga tepat di hari ulang tahun saya. Begitu pula dengan shalat, saya diberikan keleluasaan menjalankannya.

Selama di perusahaan tersebut, Alhamdulillah, segala pujian hanya layak diberikan untuk Allah saja, ada 2 karya berbentuk paten yang saya hasilkan dari sana, 2 Korean Patent. Tema penelitian saat itu adalah berkaitan dengan OLED, Organic Light Emitting Diode. Perusahaan ini bergerak di bidang penyedia bahan mentah (raw materials) untuk layar smartphone yang dikembangkan oleh Samsung. Awalnya perusahan tersebut adalah perusahaan kimia, namun berkembang ke arah sana. Perkembangan terakhir sebelum saya mengundurkan diri, perusahaan sedang akan mulai mengembangkan area penelitian baru yaitu mengenai two photon. Dua paten tersebut adalah sebagai berikut:

  1. -T. Choi, S.-K. Yoon, T. Kim, B. -J. Kim, Hadiyawarman, S.-H. Lee, Korean Patent no. 10-1550351 (2015)
  2. Kim, T.-J. Yu, Y.-T. Choi, B.-J. Kim, Hadiyawarman, Korean Patent no. 10-2015-0124677 (2015) [Open Patent]
50069624_10215626835375431_7094355781859934208_o
Dua Korean Patent dengan nama saya ada di dalam salah satu jajaran pengusungnya. Paten ini berbicara tentang struktur bahan kimia beserta sifat elektroniknya untuk pengembagan OLED.

Dengan adanya dua buah paten ini setidaknya menambah jumlah karya yang sudah saya hasilkan. Semoga dengan mendokumentasikan (dalam bentuk tulisan) mengenai paten ini, saya bisa lebih bersemangat menelurkan karya-karya lainnya untuk kemajuan teknologi dan keperluan umat manusia di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s