Asy-Syahiid Dr. Muhammad Mursi Al-Hafidz

img_20190618_0342551360645967575076933.jpg

Ada banyak sosok di muka bumi ini yang dapat kita ambil pelajaran darinya. Ada manusia mulia Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam. Ada pula para sahabat beliau seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali Radhiyallahu ‘anhum jami’an. Dan ada pula generasi terbaik setelahnya seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullah. Dan masih banyak lagi yang tak dapat disebutkan satu persatu di sini. Dari mereka kita belajar banyak hal, mengambil ibrah dari mereka tentang banyak hal, diantaranya adalah tentang keilmuan, keberanian, keimanan, dan lain-lain. Dari sanalah lahir generasi-generasi yang cemerlang yang menghiasi sejarah emas umat islam.

Tetapi di zaman sekarang ini,


umat islam serasa kehilangan tokoh-tokoh seperti itu. Entah apakah karena individu-individu muslim sibuk dengan individu mereka, tidak sibuk dengan izzah agama mereka atau karena hal yang lainnya. Terlepas dari itu semua, saya merasa ada satu sosok dari sekian banyak tokoh yang dapat kita ambil pelajaran darinya. Beliau adalah Asy-syahiid Dr. Muhammad Mursi Isa Al-aiat Al-Hafidz. Memang siapa dia dan apa pelajaran yang dapat diambil daripadanya? InsyaAllah saya mau menuliskannya di sini.

Namun sebelumnya saya ingin menegaskan bahwa dengan menuliskan sosok beliau di blog ini, tidak ada niat untuk mengkultuskan beliau. Tidak pula ghuluw (berlebihan) dalam menilai sosok pribadinya. Hanya ingin mengambil pelajaran dan inspirasi dari sosok beliau dan semoga dengan itu, generasi umat ini menjadi lebih semangat dalam memperbaiki diri dan lingkungannya serta semakin mendekatkan dirinya kepada Allah, Rabb Sang Pencipta dan Pemilik alam semesta. Tidak lebih dari itu.

Gelar As-Syahiid

Mungkin bagi yang baru dengar istilah syahid, akan bertanya-tanya, Apa itu Syahid? Kenapa disebut syahid? Apa kriterianya? dan pertanyaan lainnya.

Syahid secara bahasa merupakan turunan dari kata sya-hi-da [arab: شهد] yang artinya bersaksi atau hadir. Saksi kejadian, artinya hadir dan ada di tempat kejadian. Istilah ini umumnya digunakan untuk menyebut orang yang meninggal di medan jihad dalam rangka menegakkan kalimat Allah. Ulama berbeda pendapat tentang alasan mengapa mereka disebut syahid. Al-Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan sekitar 14 pendapat ulama tentang makna syahid. Berikut diantaranya,

  • Karena orang yang mati syahid hakekatnya masih hidup, seolah ruhnya menyaksikan, artinya hadir. Ini merupakan pendapat An-Nadhr bin Syumail.
  • Karena Allah dan para malaikatnya bersaksi bahwa dia ahli surga. Ini merupakan pendapat Ibnul Anbari.
  • Karena ketika ruhnya keluar, dia menyaksikan bahwa dirinya akan mendapatkan pahala yang dijanjikan.
  • Karena disaksikan bahwa dirinya mendapat jaminan keamanan dari neraka.
  • Karena ketika meninggal tidak ada yang menyaksikannya kecuali malaikat penebar rahmat.

Apakah hanya mereka yang berperang saja?

Tidak hanya mereka yang wafat saat berperang untuk menegakkan agama Allah saja yang mendapatkan gelar syahid. Dalam Ensiklopedi Fiqh Islam dinyatakan,

ذهب الفقهاء إلى أن للظلم أثراً في الحكم على المقتول بأنه شهيد ، ويُقصد به غير شهيد المعركة مع الكفار ، ومِن صوَر القتل ظلماً : قتيل اللصوص ، والبغاة ، وقطَّاع الطرق ، أو مَن قُتل مدافعاً عن نفسه ، أو ماله ، أو دمه ، أو دِينه ، أو أهله ، أو المسلمين ، أو أهل الذمة ، أو مَن قتل دون مظلمة ، أو مات في السجن وقد حبس ظلماً

“Para ulama mengatakan bahwa kedzaliman berpengaruh terhadap hukum orang yang terbunuh, bahwa dia mati syahid. Maksudnya selain syahid karena perang bersama orang kafir. Diantara bentuk terbunuh karena dzalim adalah korban perampokan, pemberontakan, begal, atau yang terbunuh karena membela diri, harta, darah, agama, keluarganya, atau kaum muslimin. Atau orang yang dibunuh tanpa pelanggaran. Atau mati di penjara, sementara dia ditahan dalam kondisi didzalimi.” (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 29/174).

Jadi jelas ya, bahwa meninggal akibat kezaliman masuk dalam kategori syahid. Dan sosok yang sedang kita bicarakan juga insyaAllah beliau syahid. Beliau adalah presiden pertama dan satu-satunya dalam sejarah Mesir hasil dari pemilihan secara demokratis pada tahun 2012. Kepemimpinan beliau memang tidaklah lama, hanya kurang lebih 1 tahun. Setelah itu beliau dikudeta militer dan beliau dijebloskan ke dalam penjara dengan beragam tuduhan yang mengada-ada.

Beliau dipenjara di dalam sebuah ruangan tanpa cahaya selama 23 jam setiap hari selama 6 tahun dan tak diizinkan seorang pun menjenguknya bahkan keluarganya sendiri kecuali hanya beberapa kali. Sebuah peradilan yang zalim di zaman modern. Tetapi beliau diwafatkan oleh Allah bukan di dalam ruangan gelap itu. Padahal Allah berkuasa untuk melakukannya. Sepertinya Allah memilihkan tempat yang spesial untuk kemudian memerintahkan malaikat mencabut nyawanya. Tempat itu tepat di depan hakim, di dalam sebuah persidangan pada tanggal 17 Juni 2019. Setelah berbicara selama 25 menit. Dalam keadaan sabar dan teguh di jalan kebenaran. Salah satu poin yang beliau ucapkan adalah, mengingatkan kepada para hakim di ruangan tersebut untuk takut pada pengadilan Allah kelak. Dan tak lama setelah kalimat itu disampaikan, Allah mencabut nyawa beliau. Walaupun ada indikasi bahwa beliau dibunuh, tetap saja saat ini jasad beliau sudah tidak bernyawa. Kalaulah pelakunya lolos dari hukuman dunia, dia tidak akan lepas dari pengadilan Allah kelak.

إنا لله وإنا إليه راجعون

نسأل الله تعالى أن يتقبله شهيدا بإذنه وأن يسكنه الفردوس الأعلى من الجنة

“Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar menerimanya sebagai syahiid dan menempatkannya di surga Firdaus, surga tertinggi”

Apa saja yang beliau sampaikan selama 25 menit dalam persidangan? Bisa dibaca di sini. Adapun video berikut ini adalah kesaksian anak beliau saat persidangan berlangsung.

Gelar Al-Hafidz

Ya, beliau adalah seorang hafidz quran, penghafal quran. Ini tampak dalam beberapa rekaman video baik dalam orasi maupun saat dalam persidangan, beberapa ayat quran mengalir keluar dari lisannya. Ini menandakan beliau menjaga hafalan qurannya bahkan setelah beliau dijebloskan ke dalam penjara oleh pemerintah kudeta.

Mursi quran
“Mereka (pemerintah kudeta) melarang memasukkan mushaf ke dalam sel tahananku. Mereka lupa bahwa aku telah menghafalnya sejak 30 tahun yang lalu. Aku hanya ingin menyentuhnya saja, tidak lebih.”

Gelar akademis, Dr.

Benar, beliau adalah jebolan University of Southern California pada bidang Material Science. Saya sempat iseng mencari publikasi beliau semasa berkarir di dunia akademik. Semasa PhD di Amerika dalam rentang waktu 1979-1982, beliau punya 4 paper first author. Keempatnya terbit dalam waktu yg berdekatan dg waktu kelulusan. Jumlah tersebut terbilang cukup banyak dan progresif untuk ukuran eksperimentalis pada bidang material apalagi di tahun itu. Selain keempat paper tersebut, agak sulit menemukan paper lainnya, kecuali paper yg beliau tulis di tahun 2011, mungkin sebelum beliau terpilih menjadi presiden di tahun 2012. Sebuah catatan buat saya pribadi yang juga saat ini sedang berada di ujung masa studi PhD dg seabrek dinamikanya.

logolicious_20190619_1344187956107060547163300.png

Dari sini saya cuma mau ambil sebuah pelajaran dari diri beliau, bahwa selain aspek kepemimpinan yang walaupun cuma sebentar tetapi mampu membuat musuh negara dan musuh Rabbnya gerah sehingga merencakan penggulingan terhadap dirinya, ternyata ada aspek lain yang dapat diteladani dari beliau, yaitu di bidang akademik.

Selain kepemimpinan dan akademik, hal lainnya yang paling menonjol dan membentuk karakter beliau adalah hafalan qurannya. Kalau hanya perpaduan kepemimpinan dan akademik, ada beberapa pemimpin lain yang juga memilikinya. Sebutlah Angela Merkel, kanselir Jerman. Atau Indonesia dengan B. J. Habibie. Tetapi mereka berdua tidak hafal quran 30 juz. Mengkombinasikan tiga aspek itu tidaklah mudah. Dan tiga aspek tersebut berkumpul pada diri beliau. Sebuah perpaduan yang sulit dicapai kecuali oleh orang yang memiliki kesungguhan (jiddiyah) yang luar biasa dalam menempa dirinya. Mungkin inilah yang membuat beliau bukan pemimpin tipe kaleng. Yang ini jadi catatan lainnya buat diri saya. Sungguh bangsa Mesir dan umat ini kehilangan sosok beliau.

Dunia terdiam dengan kematian beliau. Pemerintah Mesir pun tidak memberikan penghormatan sedikit pun kepadanya. Pemakaman jenazahnya hanya boleh diikuti oleh keluarganya (anaknya). Semua media Mesir mengutuk beliau, memelintir fakta sebenarnya yang terjadi pada persidangan beliau, seperti yang dapat kita saksikan dalam tayangan berikut ini.

Tetapi, di luar dugaan, ada jutaan orang di luar Mesir yang medoakan beliau, seperti di Gaza, Turki, dan berbagai negara lainnya. Bahkan di Mesir sendiri sudah ada himbauan sholat ghaib berjamaah di kalangan masyarakat.

Selamat beristirahat wahai syuhada, adukan semuanya pada Allah. Lanjutkan persidanganmu di dunia ini di sana, langsung di hadapan Rabb-mu. Selamat menikmati jamuan dari Allah di alam sana.

Tulisan di atas merupakan kombinasi dari 3 status saya di facebook dengan berbagai penambahan dalam upaya mengenang dan menyebut kebaikan-kebaikan dalam diri beliau.

Tulisan pertama, saat pertama mendapatkan kabar meninggalnya beliau.

Tulisan kedua, saat mengetahui bagaimana jalannya persidangan.

Tulisan ketiga, saat iseng mencari informasi seputar gelar akademik (doktor) yang beliau sandang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s