Menikah di luar negeri? Mungkinkah?

nikah di luar negeri
Pernikahan campur (mix-married) WNI dan WNK pada sekitar tahun 2013

Pertanyaan ini mungkin menghinggapi hampir semua jomblo yang akan berkelana ke luar negeri baik dalam rangka studi maupun bekerja. Dan pertanyaan itupun tidak berhenti hanya sampai di situ, tetapi juga memunculkan berbagai pertanyaan lainnya seperti berapa estimasi biaya, bagaimana teknisnya, dan lain-lain. Namun, tulisan kali ini tidak membahas cara mencari jodohnya apalagi mencari jodoh di luar negeri baik itu sesama WNI atau dengan WNA, melainkan hanya terbatas pada seputar pernikahan  WNI di luar negeri, seperti teknis dan perkiraan biaya dan termasuk di dalamnya mungkin panduan syariat mengenai nikah secara online (atau selanjutnya saya singkat dengan nikah online atau nikah jarak jauh). Dan saya menuliskan ini berdasarkan apa yang pernah saya saksikan (bukan saya alami, karena saya menikah di Indonesia) terhadap pernikahan WNI di dua negara, Korea Selatan dan Jepang.

Bagaimana menikah di luar negeri?

Pada hakikatnya menikah bisa dilakukan dimanapun, di negeri manapun. Hanya saja biasanya kita kebingungan dengan persoalan legal formalnya, seperti syarat-syarat dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan dan bagaimana teknisnya. Namun, sebelum jauh ke persoalan dokumen, perlu diketahui, terutama bagi muslim dan muslimah yang ingin melangsungkan pernikahan di luar negeri, bahwa pernikahan di dalam Islam dapat terjadi manakali rukun nikahnya terpenuhi. Apa aja sih rukun nikah itu? Mari kita lihat rukun nikah berikut ini.

  1. Adanya calon mempelai laki-laki muslim
  2. Adanya calon mempelai perempuan muslimah
  3. Adanya wali, khususnya wali calon mempelai perempuan
  4. Adanya 2 orang saksi laki-laki muslim
  5. Adanya ijab dan kabul

Adapun mahar memang para ulama sepakat bahwa mahar tidak masuk dalam rukun maupun syarat sah, tetapi harus ada. Jadi kalau ini semua ada, maka pernikahan dapat dilangsungkan.

Lho, kalau begitu berarti wali dari pihak perempuannya juga harus didatangkan ke luar negeri dong?

Ya, kalau memungkinkan untuk didatangkan, itu lebih baik. Seandainya tidak, maka bisa diwakilkan oleh wali hakim. Wali hakim di sini adalah dari pihak pemerintah yang diwakili oleh pihak KBRI. InsyaAllah di sana ada staff yang memang tugasnya untuk keperluan tersebut. Orang tua dan keluarga di Indonesia bisa menyaksikan melalui teleconference atau video call.

Lalu apa saja dokumen yang dibutuhkan untuk keperluan tersebut?

Untuk persyaratan dokumen, silahkan merujuk ke sini:

Berapa estimasi biayanya?

Mengenai estimasi biaya, ini sebenarnya subjektif, bergantung pada calon pengantin, ingin semewah apa penyelenggaraan pernikahan dan pestanya (walimah). Tidak ada ukuran atau besaran yang pasti mengenai hal ini. Tetapi, perlu diketahui bahwa Rasulullah pernah memberikan petunjuk bahwa walimah (pesta pernikahan) harus dilakukan walaupun dengan hanya menyembelih seekor kambing.

فَرَآهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بَعْدَ أَيَّامٍ ، وَعَلَيْهِ وَضَرٌ مِنْ صُفْرَةٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مَهْيَمْ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ قَالَ يَا رَسُولَ اللهِ تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً مِنَ الأَنْصَارِ قَالَ فَمَا سُقْتَ فِيهَا فَقَالَ وَزْنَ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاة

Dari Anas bin Malik RA. Sesungguhnya Nabi Saw. Melihat bekas kalung pada Abdur Rahman Bin Auf kemudian beliau bertanya.: “Apa ini?” Dia menjawab: “Saya telah menikahi seorang wanita dengan maskawin emas sebesar biji kurma”. Kemudian beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahimu, adakanlah walimah walaupun dengan seekor kambing saja.”

Dari sinilah para ulama menyimpulkan bahwa hukum walimah adalah sunnah muakkad, sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.  Oleh karenanya, walimah ini sifatnya subjektif, bergantung pada keinginan calon pengantin.

Akan tetapi, saya akan berikan sedikit gambaran estimasi biaya bagi mereka yang akan menikah di luar negeri baik yang berprofesi sebagai mahasiswa maupun pekerja (TKI, kenshusei, ataupun perawat). Gambaran estimasi biaya ini, saya ambil bagian yang penting dan minimalis. Karena pada hakikatnya walimah tidak masuk dalam rukun atau syarat sah pernikahan, artinya pernikahan tetap sah walaupun dengan walimah yang minimalis.

estimasi biaya nikah
Estimasi biaya pernikahan di luar negeri dengan konsep minimalis

Dari beberapa poin yang tertera pada gambar tersebut, terlihat bahwa biaya total tersebut masih bisa ditekan lagi. Mana saja pos yg bisa ditekan?

Pos pertama adalah mahar. Mahar ini bergantung pada permintaan calon istri. Dan perlu diketahui bahwa mahar adalah hak istri yang nantinya juga menjadi aset milik istri. Maka besarannya mahar pun bergantung pada permintaan istri. Dan di dalam fiqih pun tidak ada besaran minimum. Mungkin beberapa ulama ada yang menetapkannya, tetapi kalau merujuk pada pendapat Sayid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, setelah beliau memaparkan perbedaan besaran mahar dari beberapa ulama, beliau berkesimpulan bahwa tidak ada batas atas dan batas bawah nilai mahar. Oleh karenyanya, tidak heran jika di negeri-negeri Arab sana, mahar yang diminta istri sangat besar bagi ukuran mayoritas WNI. Sebagai gambaran, saya memiliki teman dari Oman. Beliau bercerita bahwa mahar yang beliau berikan kepada istrinya saat menikah adalah setara dengan uang sebesar 1 juta Yen atau sekitar 130 juta rupiah (kurs 1 yen = 130 rupiah). Tetapi walaupun demikian, ada anjuran Rasul berikut ini.

ﺧَﻴْـﺮُ ﺍﻟﻨِّﻜَـﺎﺡِ ﺃَﻳْﺴَـﺮُﻩُ

‘Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah.’ (HR. Abu Dawud)

Dalam riwayat Ahmad,

ﺇِﻥَّ ﺃَﻋْﻈَﻢَ ﺍﻟﻨَّﻜَـﺎﺡِ ﺑَﺮَﻛَﺔً ﺃَﻳَْﺴَﺮُﻩُ ﻣُﺆْﻧَﺔً

“Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.”

Amirul Mukminin, ‘Umar radhiallahu anhu pernah berkata,
“Janganlah kalian meninggikan mahar wanita. Jika mahar termasuk kemuliaan di dunia atau ketakwaan di akhirat, tentulah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam paling pertama melaksanakannya.” (HR. At-Tirmidzi, shahih Ibni Majah)

Sebaliknya apabila mahar terlalu mahal dan membebankan bagi calon suami (apalagi sampai berhutang untuk menikah karena tabungan tidak cukup), tentu akan mengurangi keberkahan pernikahan. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan,

المغالاة في المهر مكروهة في النكاح وأنها من قلة بركته وعسره

“Berlebihan-lebihan dalam mahar hukumnya makruh (dibenci) pada pernikahan. Hal ini menunjukkan sedikitnya barakah dan sulitnya pernikahan tersebut.” (Zaadul Ma’ad, 5/187)

Jadi, bagi calon mempelai perempuan sebaiknya memperhatikan ini. Lihat calon suamimu penghasilannya sebesar apa, bagaimana tanggungan hidupnya (apakah menghidupi orang tuanya juga atau tidak), dan tentunya perencanaan masa depan seperti apa.

Pos yang kedua yang dapat ditekan adalah tempat bulan madu. Ada banyak tempat wisata yang mungkin lebih murah dari yang saya tuliskan di gambar tersebut.

Pos selanjutnya yang mungkin ditekan adalah biaya masak untuk acara walimah. Ini mungkin bisa lebih murah dari itu, bergantung pada jumlah tamu yang diundang (teman-teman dekat). Dan satu lagi, bahwa menikah di luar negeri dengan cara seperti ini tidak memerlukan cetak undangan khusus seperti di Indonesia pada umumnya. Cukup melalui facebook, whatsapp, atau group-group lain.

Jadi, seperti itu kurang lebih gambaran mengenai biaya menikah di luar negeri dengan gaya minimalis. Ga usah malu atau gengsi ya, yang penting nikah sah dan akhirnya halal antara suami dan istri. Dah itu aja.

Bagaimana dengan nikah online atau nikah jarak jauh?

Bagian yang khusus untuk mereka yang tidak dapat bersanding dalam satu majelis ketika ijab kabul disebabkan karena pekerjaan atau hal-hal lainnya. Ingat kembali rukun nikah yang saya sebutkan di atas. Dari kelima poin tersebut, diskusi mengenai nikah online ini ada pada poin ijab kabul, apakah ijab-kabul harus berada di tempat yang sama atau dapat dilakukan melalui media mengikuti perkembangan teknologi saat ini?

Dan jawaban dari itu semua adalah para ulama lebih menekankan pada pelaksanaan ijab kabul yang harus ada pada satu majelis, artinya tidak menggunakan perangkat elektronik seperti di zaman sekarang ini.

اتفقوا جميعا على ضرورة اتحاد مجلس العقد فلو قال الولي : زوجتك ابنتي وانفض المجلس قبل أن يقول الزوج : قبلت ثم قال في مجلس آخر أو في مكان آخر لم يصح

“Para ulama empat mazhab sepakat ijab kabul harus dilakukan dalam satu majelis akad. Sehingga andaikan wali mengatakan ‘saya nikahkan kamu dengan putriku’ lalu mereka berpisah, sebelum calon suami mengatakan, ’aku terima’. Kemudian di majelis yang lain atau di tempat lain, dia baru menyatakan menerima, ijab kabul ini tidak sah.” (al-Fiqh ala al-Mazahib al-Arba’ah)

Lalu bagaimana jika calon mempelai laki-laki tidak ada di tempat lokasi akad nikah?

Bisa dijembatani dengan menggunakan perwakilan. Jadi pihak mempelai laki-laki mengirimkan wakilnya untuk bertemu dengan wali dari calon mempelai perempuan. Wakil dari pihak laki-laki lah yang nantinya akan melaksanakan ijab kabul, dan tentu dengan ucapan yang berbeda pada umumnya karena posisinya hanya sebagai wakil.

Jadi seperti itu panduan bagi yang anda yang berniat akan ke luar negeri untuk bekerja ataupun melanjutkan studi namun di tengah studi juga ingin melangsungkan pernikahan. Semoga tulisan ringkas ini bermanfaat.

Baca serial kehidupan di Jepang lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s