Catatan penjelajahan Eropa (Bagian 1): persiapan perjalanan jauh

Schedule trip to europe

Prolog

Setahun yang lalu, Juli 2018, saya melakukan apa yang saya sebut sebagai penjelajahan Eropa. Selama sebulan penuh saya berada di 3 negara Eropa untuk keperluan internship (magang) demi memenuhi salah satu persyaratan lulus yaitu SKS (internship masuk SKS dan saya diminta internship di Eropa) dan juga conference. Dan perlu diketahui bahwa perjalanan panjang ini dilakukan dengan budget yang terbatas. Selama perjalanan menjelajah Eropa banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan. Oleh karenanya, catatan perjalanan saya menjelajah Eropa ini saya buat berseri menjadi beberapa bagian. Semoga catatan ini bermanfaat bagi para pembaca.

***

Bismillah…Kembali mengembara. Pengembaraan kali ini akan melintasi setidaknya 4 negara dengan 2 atau 3 zona waktu berbeda. Empat negara tersebut adalah Abu Dhabi (hanya transit), Jerman, Belanda, dan Republik Ceko. Dan keempat negara yang dilalui ini, tidak ikut dalam piala dunia atau setidaknya berstatus ‘baru pulang’ dari perhelatan sepakbola akbar tersebut. 😊 Perjalanan ini akan memakan waktu yang sangat panjang dan tentunya akan sangat melelahkan, dengan sebuah perjalanan panjang dengan waktu tempuh sekitar 30 jam untuk dapat sampai tujuan pertama. Tentunya waktu tempuh selama itu sudah termasuk waktu untuk planga-plongo di airport dan stasiun dalam rangka mengamati petunjuk jalan.

Untuk melakukan perjalanan panjang tersebut tentunya kita membutuhkan perbekalan, seperti makanan (setidaknya untuk berjaga-jaga pada hari-hari pertama di negeri tujuan), pakaian, obat-obatan (jika memiliki riwayat kesehatan tertentu), beberapa dokumen penting keimigrasian (visa, passport, dan dokumen lainnya jika ada), kesehatan fisik, dan uang. Setidaknya hal-hal itulah bekal yang perlu disiapkan. Selain itu perlu juga membuat semacam jadwal perjalanan (itinerary) agar dapat memperhitungkan waktu selama perjalanan.

Khusus bagi seorang muslim, ketika berpergian setidaknya ada 2 hal paling utama yang perlu diperhatikan. Kalau dua hal ini beres, maka perjalanan serasa nyaman, barulah setelah itu memikirkan hal-hal yang lainnya. Dua hal yang dimaksud adalah sholat dan makanan. Sholat mencakup waktu, teknis dan tempat pelaksanaan, sedangkan makanan terkait status kehalalan. Kalaulah melakukan perjalanan darat, mungkin mudah untuk singgah sejenak menunaikan kewajiban, tetapi permasalahan muncul ketika melakukan perjalanan udara. Tak ada tempat untuk disinggahi, tak tau sedang berada di wilayah dengan zona waktu mana, tak tau jadwal sholat di zona waktu tersebut, lihat kiri dan kanan hanya awan atau bahkan gelap, tak tau arah kiblat, dan pada banyak kasus tak bisa melakukannya dengan berdiri. Ya, sholat wajib memang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dalam keadaan duduk ketika dalam kondisi berpergian. Oleh karenanya, butuh pengaturan jadwal. Apakah ketika sampai di tempat transit misalnya, waktu sholat sebelumnya sudah habis atau belum, atau sudah masuk waktu sholat yang baru atau belum. Kalau belum dan masih ada cukup waktu, tentu kita utamakan untuk sholat di sana dengan berdiri. Tapi kalau ternyata sudah, ya tak ada pilihan lain selain sholat dengan duduk di dalam pesawat. Dengan menggunakan kaidah di atas, maka saya pun menyusun jadwal perjalanan yang sekaligu memuat jadwal shalat.

jadwal sholat dalam perjalana.jpg
Jadwal perjalanan sekaligus jadwal sholat

Dan bagi pengembara, padanya Allah berikan keutamaan. Kata baginda Rasul, waktu-waktu selama dalam perjalanan tersebut adalah waktu diijabahnya doa. Oleh karenanya, perbanyaklah berdoa selama dalam perjalanan, semoga Allah kabulkan doa-doa tersebut. Doakan umat muslim sedunia terutama mereka yg berada di wilayah konflik seperti Palestina dan Suriah dll, doakan Indonesia agar dikaruniai pemimpin yg sholeh, adil, jujur, bageur, yg mampu menjadikan Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, doakan juga keluarga, doakan diri sendiri, dll.

Dan pada perjalanan kali ini, Belanda adalah negara tujuan yang pertama, sebuah negeri selain Jepang yang memiliki ikatan sejarah yang sangat erat dengan Indonesia. Emang sih sebelumnya pernah melakukan perjalanan selama 30 jam tapi kondisinya berbeda dengan perjalanan kali ini. Sebelumnya pernah ikut arus balik mudik lebaran tahun 2015 dari Kutoarjo menuju Bekasi dengan waktu tempuh sekitar 30 jam. Hehehe…  waktu tempuh sama, tapi jarak tempuh berbeda.

Rute perjalanan: Honjo → Fukuoka → Narita → Abu Dhabi → Dusseldorf → Enschede (total: kurang lebih 30 jam).

Enschede.jpg
Saat tiba di Enschede

***

Pelajaran berharga (ibrah)

Dalam setiap langkah kehidupan yang kita jalani, tentu mengandung hikmah dan ibrah (pelajaran berharga) untuk kita. Dan dari perjalanan panjang ini pun, tentu ada ibrah. Apa ibrahnya?

Siapkan perbekalan saat hendak bepergian jauh. Bekal dokumen (termasuk diantaranya dokumen berisi perencanaan perjalanan), pakaian, obat, uang, makanan, dan beberapa informasi mengenai kebutuhan selama perjalanan baik yang berkaitan dengan waktu sholat, tempat sholat, maupun makanan (halal). Dan perbanyaklah berdoa karena salah satu waktu istijabahnya doa adalah saat bepergian.

Analog dengan hal itu, sejatinya kehidupan kita di dunia pun adalah sebuah perjalanan panjang menuju tujuan akhir yang kekal yaitu akhirat. Maka untuk menuju kesana (akhirat) tentunya kita butuh perencanaan dan perbekalan. Maka buatlah rencana hidup kita beserta target-target yang ingin kita capai. Setelah buat rencana, jalankan rencana-rencana tersebut. Perkara gagal atau berhasil, ya serahkan saja sama Allah. Karena tugas kita hanya berusaha dan berdoa, adapun hasil biarkan Allah yang menilai. Dunia inilah tempat kita mengumpulkan sebanyak-banyak bekal. Dan sebaik-baik bekal dalam menempuh perjalanan di dunia menuju akhirat adalah taqwa kepada-Nya. Dan bagian dari taqwa kepada-Nya adalah memperhatikan waktu shalat dan berhati-hati dalam urusan halal dan haram makanan.

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa (Al-Baqarah: 197)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s