Dari besaran suhu, aku merenung…

p_20190802_1220339160987489810157592.jpg

Antara Bekasi dan Kitakyushu ga jauh beda cuacanya hari ini (2 Agustus 2019). Realfeel nya hanya terpaut 1 derajat celcius. Kalau dianalogikan dengan suhu badan, realfeel di Bekasi setara dengan suhu normal tubuh manusia (36-37 derajat celcius), sedangkan Kitakyushu ada pada suhu demam. Walaupun terpapar dengan suhu yg setara atau lebih sedikit dengan suhu normal tubuh, keringetpun mengucur deras. Tak jarang ke kampus bawa handuk dan baju ganti. Handuk buat lap keringet, baju buat ganti begitu sampai kampus.

Secara sains, intensitas radiasi matahari berbanding terbalik dg kuadrat jarak. Rumus mengenai ini dapat dilihat di sini. Artinya semakin besar jaraknya atau semakin jauh, maka semakin kecil intensitasnya. Jarak matahari dg bumi itu pada awal bulan Agustus mungkin sekitar 94juta mil. Sebegitu jauh aja rasa puanasnya luar biasa.

sun-distances7678339626175457265.png
Sumber: timeanddate.com

Teringat ucapan baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang gambaran kondisi di padang mahsyar nanti setelah manusia dibangkitkan dari kematiannya:

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)

Tentunya ada banyak penjelasan dari para ulama tentang makna 1 mil dari ucapan baginda Rasul tersebut, apakah maknanya hakiki (sebenarnya) atau majazi (perumpamaan). Tetapi, mari kita asumsikan saja 1 mil yang dimaksud di dalam hadits tersebut adalah makna sebenarnya. Bandingkan angka 94juta mil dengan 1 mil. Perbandingannya jauuuuh banget. 1 berbanding 94juta. Kalau dimasukkan dalam persamaan matematis yg menyatakan perbandingan terbalik dengan kuadrat jarak tadi, tentu yg 94juta mil itu jauh lebih kecil hasilnya dan jauh lebih ringan dibandingkan yang cuma 1 mil.

Tak terbayangkan bagaimana puanasnya padang mahsyar pada saat itu.

Nah, bayangkan lagi di saat seperti itu, ada beberapa golongan manusia yg dapat perlakuan khusus. Mendapatkan naungan dari Allah. Dan kata baginda Rasulullah hanya ada 7 golongan manusia.

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ . رواه البخاري.

“Tujuh golongan yang dinaungi Allah di dalam naungannya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naunganNya. Yaitu (1) imam yang adil, (2) pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Tuhannya, (3) seseorang yang hatinya bergantung di dalam masjid, (4) dua orang saling mencintai yang bertemu dan berpisah karena Allah swt., (5) seorang laki-laki yang diminta (digoda) seorang perempuan yang memiliki pangkat dan berparas cantik namun ia berkata “Sungguh aku takut Allah”, (6) seorang laki-laki yang menshadaqahkan hartanya dengan sembunyi-sembunyi sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dishadaqahkan oleh tangan kanannya dan (7) seseorang yang menyebut/ingat Allah ketika sendiri hingga kedua matanya menangis. (HR. Bukhari)

Semoga kita bisa masuk pada salah satu dari 7 golongan tersebut.

#JumuahMubarakah
#RenunganJumat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s