Kumpulan hadits tentang amal yg pahalanya setara dengan haji dan umroh serta status haditsnya

Hajj
Kedua orang tua saya saat menunaikan ibadah Haji pada tahun 2014

Ibadah haji adalah rukun islam yang ke lima. Semua muslim merindukan untuk dapat menunaikannya. Namun sayangnya, tidak semua dapat melakukannya. Karena ibadah yang satu ini membutuhkan banyak modal, terutama finansial dan tenaga/kesehatan. Oleh karenanya, Rasulullah mengatakan bahwa ibadah Haji ini hanya bagi mereka yang memiliki kemampuan saja. Kemampuan apa? Tentunya salah satunya adalah kemampuan finansial. Pahala dari ibadah ini apa? pahalanya adalah surga, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9/119)

Selain itu, ada beberapa keutamaan lainnya dari ibadah Haji ini, diantaranya adalah bahwa Haji merupakan amalan yang paling utama, termasuk jihad di jalan Allah, dan menghapuskan kesalahan dan dosa. Oleh karenanya, semua muslim sangat menginginkan untuk dapat berziarah ke sana dan menunaikan ibadah haji. Tetapi sayangnya, kondisi finansial setiap muslim berbeda-beda.

Ketidaksamaan kondisi finansial di kalangan umat muslim adalah suatu hal yang normal. Kondisi inipun pernah terjadi di zaman Rasulullah dulu. Beruntunglah kita yang hidup di zaman sekarang karena mereka (yang tidak memiliki kemampuan finansial di zaman Rasulullah) pernah mengadukannya kepada Rasulullah mengenai keinginan mereka untuk menunaikan haji. Dan kejadian itupun direkam oleh para sahabat sampai dibukukan. Dari sanalah akhirnya kita mengetahui bahwa ada alternatif amal ibadah yang pahalanya setara dengan ibadah Haji dan Umroh.

Sebagaimana yang dituliskan oleh Aiman Al-Sya’ban di sini, ada sekitar 74 hadits yang berisi tentang amalan-amalan yang pahalanya setara dengan Haji dan Umroh. Namun, dari 74 hadits tersebut, 14 diantaranya berstatus shahih s.d hasan, dan sisanya yang 60 berstatus lemah s.d palsu, bahkan ada diantaranya yg tidak berdasar sama sekali. Karena tulisan di web tersebut menggunakan bahasa Arab, maka di sini saya cuma ingin menerjemahkan saja. Tujuan penulisan artikel ini adalah memberikan pengetahuan kepada pembaca, bahwa tidak semua hadits atau yg diklaim hadits dapat dijadikan sandaran atau rujukan dalam melakukan sebuah amal. Islam didasarkan pada dalil. Namun, diantara dalil tersebut ada yang dapat dijadikan pegangan, ada juga yang tidak. Oleh karenanya, butuh pemahaman yg cukup bagi kaum muslimin terutama muslim Indonesia yang belum atau tidak paham dengan bahasa Arab, sebelum melakukan sebuah amalan. Dan perlu diketahui, saat saya menuliskan artikel ini, saya sendiri juga belum menunaikan ibadah haji. Padahal sudah bermimpi shalat di masjidil haram pada tahun 2015. Semoga suatu saat ini, Allah mengundang saya untuk berziarah ke sana bersama dengan keluarga.

Dan pada tulisan ini saya tampilkan redaksi hadits yang berstatus shahih s.d hasan saja beserta referensinya. Kenapa hanya yang shahi – hasan saja? Ya, kalau ada hadits yang berstatus shahih s.d Hasan, kenapa harus ambil yang lain. Tetapi kalau tertarik mau baca-baca hadits yang berstatus lainnya (yang lemah atau yang lainnya) dapat mengunjungi sumber asalnya, yaitu di sini. Dan maksud daripada referensi di dalam tabel di bawah ini adalah agar pembaca dapat merujuk langsung ke buku-buku tersebut untuk membuktikan secara langsung keberadaan hadits tersebut beserta statusnya.

No

Redaksi hadits

Status

Referensi

1

جاء الفقراءُ إلى النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ فقالوا: ذهب أهلُ الدُّثورِ منَ الأموالِ بالدرجاتِ العُلا والنعيمِ المقيمِ: يُصلّون كما نُصلّي، ويصومونَ كما نصومُ، ولهم فضلٌ من أموالٍ يحجُّونَ بها ويعتمِرونَ، ويُجاهدونَ ويتصدَّقونَ. قال: ألا أُحدِّثُكمْ بأمرٍ إن أخذتُمْ بهِ، أدركْتُم مَن سبقَكمْ، ولمْ يدرككُمْ أحدٌ بعدَكُم، وكنتُمْ خيرَ مَنْ أنتمْ بينَ ظهرانَيهِ، إلا مَن عملَ مثلَهُ؟ تُسبِّحونَ وتحمدونَ وتكبِرونَ، خلفَ كلِّ صلاةٍ، ثلاثًا وثلاثينَ. فاختلفْنا بيننا، فقال بعضُنا: نسبحُ ثلاثًا وثلاثينَ، ونحمدُ ثلاثًا وثلاثينَ، ونكبِّرُ أربعًا وثلاثينَ، فرجعْتُ إليهِ، فقال: تقولُ سبحانَ اللهِ، والحمدُ للهِ، واللهُ أكبرُ، حتى يكون منهنَّ كلُّهنَّ ثلاثًا وثلاثينَ

Shahih Shahih al-Bukhari
2

قلنا يا رسول الله: ذهب الأغنياء بالأجر يحجون ولا نحج ويجاهدون ولا نجاهد وكذا وكذا، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ألا أدلكم على شيء إن أخذتم به جئتم من أفضل ما يجيء به أحد منهم، أن تكبروا الله أربعا وثلاثين وتسبحوه ثلاثا وثلاثين وتحمدوه ثلاثا وثلاثين في دبر كل صلاة

Shahih sanad Majma’ Az-zawaid 10/124
3

مَن صلى الفجرَ في جماعةٍ، ثم قَعَد يَذْكُرُ اللهَ حتى تَطْلُعَ الشمسُ، ثم صلى ركعتينِ، كانت له كأجرِ حَجَّةٍ وعُمْرَةٍ تامَّةٍ، تامَّةٍ، تامَّةٍ

Shahih Shahih al-jaami’ no. 6346
4

مَن صلَّى صلاةَ الصُّبحِ في جماعةٍ ثُمَّ ثَبتَ حتَّى يسبِّحَ للَّهِ سُبحةَ الضُّحَى[*] كانَ لَهُ كأجرِ حاجٍّ ومعتَمِرٍ ، تامٌّ لَهُ حجُّهُ وعمرتُهُ

أي يصلي الضحى[*]

Hasan lighairihi Shahih at-targhiib no. 469
5

من صلَّى صلاةَ الغداة ِفي جماعةٍ، ثمَّ جلسَ يذكرُ اللَّهَ حتَّى تطلعَ الشَّمسُ، ثمَّ قامَ فصلَّى رَكْعتينِ، انقلبَ بأجرِ حجَّةٍ وعمرةٍ

Hasan shahih Shahih at-targhiib no. 467
6

مَن مَشَى إلى صلاةٍ مكتوبةٍ في الجماعةِ، فهي كَحَجَّةٍ، ومَن مَشَى إلى صلاةِ تَطَوُّعٍ، فهي كعُمْرَةٍ

Hasan Shahih al-jaami’ no 6556
7

من مشى إلى صلاة مكتوبة وهو متطهِّر، كان له كأجر الحاج المُحرِم، ومن مشى إلى سُبحةِ الضُّحى، كان له كأجر المعتمر، وصلاة على إثرِ صلاة لا لغو بينهما، كتاب في عليين

Shahih Dikeluarkan oleh Ahmad dalam musnadnya dan dishahihkan oleh Syu’aib Al-Arnauth
8

الصلاة في مسجد قباء كعمرة

Shahih Shahih al-jaami’ no. 3872
9

من تطهر في بيته ثم أتى مسجد قباء فصلى فيه صلاة كان له كأجر عمرة

Shahih Shahih at-targhiib no. 1181
10

عمرةٌ في رمضانَ كحجَّةٍ معي

Shahih Shahih al-jaami’ no. 4098
11

ما منعَكِ أن تحُجِّي معنا؟. قالت: لم يكن لنا إلا ناضِحانِ، فحَجُّ أبو ولدِها وابنُها على ناضحٍ، وترك لنا ناضحًا ننضحُ عليه. قال: فإذا جاء رمضانُ فاعتَمِري؛ فإنَّ عُمرةً في رمضانَ تعدِلُ حِجَّةً

Shahih Shahih at-targhiib no. 1117
12

من جهز غازيا أو جهز حاجا أو خلفه في أهله أو فطر صائما كان له مثل أجورهم من غير أن ينقص من أجورهم شيء

Shahih Shahih at-targhiib wa at-tarhiib no. 1078
13

من غدا إلى المسجد لا يريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه كان له كأجر حاج تاما حجته

Hasan Shahih Shahih at-targhiib no. 86
14

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا صلى الفجر لم يقم من مجلسه حتى تمكنه الصلاة. وقال: من صلى الصبح ثم جلس في مجلسه حنى تمكنه الصلاة كان بمنزلة عمرة وحجة متقبلتين

Shahih lighairihi Shahih at-targhiib no. 468

Dari 14 hadits tersebut, kalau diringkas maka ada 7 amalan yang pahalanya setara dengan Haji (6 amal) dan Umroh (1 amal), yaitu:

  1. Berdzikir setiap selesai sholat dengan mengucap tasbih 33x, tahmid 33x, dan takbir 33x. Dalil daripada amal ini ada pada no 1 & 2 dari tabel di atas.
  2. Duduk berdzikir setelah shalat subuh berjamaah sampai dengan terbitnya matahari lalu sholat 2 rakaat syuruq. Dalil daripada amal ini ada pada no 3, 4, 5 dan 14 dari tabel di atas
  3. Shalat wajib 5 waktu berjamaah di masjid. Dalilnya ada pada no 6 dan 7 dari tabel di atas.
  4. Shalat di masjid Quba pahalanya setara Umroh. Dalilnya ada pada no 8 dan 9 dari tabel di atas.
  5. Umroh di bulan Ramadhan. Dalilnya ada pada no 10 dan 11 dari tabel di atas.
  6. Memberangkatkan orang lain untuk berhaji. Dalilnya ada pada no 12 dari tabel di atas.
  7. Menghadiri majelis-majelis ilmu di masjid. Dalilnya no 13.
img_20190803_183453_1592315655928219081079.jpg
Sebuah poster yang saya dapatkan dari salah satu group besar di telegram. Berisi tentang amalan-amalan yang pahalanya setara dengan ibadah Haji. 

Keenam atau tujuh butir amalan yang saya sebutkan di atas merupakan intisari dari 14 hadits yang saya sebutkan di dalam tabel di atas. Kalau dibandingkan dengan gambar yang saya dapatkan dari sebuah group dari Saudi, di dalamnya terdapat 6 jenis amalan yang pahalanya setara dengan ibadah Haji. Walaupun dari sisi jumlah, tampak bahwa jumlahnya sama atau mirip, yaitu ada 6 atau 7 amalan, tetapi pada hakikatnya ada satu jenis amalan yang berbeda yang tidak saya sebutkan dari hasil studi hadits di atas. Satu amalan itu adalah berbakti kepada kedua orang tua. Dalil dari perbuatan tersebut (berbakti kepada orang tua pahalanya setara dengan ibadah Haji) menurut daftar yang ada di sini, ada pada nomor 49 dan haditsnya dihukumi lemah (dha’iif). Bunyi haditsnya adalah sebagai berikut.

أتَى رجلٌ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ فقال: إنِّي أشتَهي الجهادَ ولا أقْدِرُ عليهِ؟ قال: هل بقيَ مِن والدَيكَ أحدٌ؟ قال: أُمِّي قال: فأبْلِ اللهَ فى بِرِّها، فإذا فعلتَ ذلكَ؛ فأنتَ حاجٌّ، ومُعتَمرٌ، ومُجاهدٌ، فإذا رَضِيَتْ عنكَ أُمُّكَ فاتَقِ اللهَ وبِرَّها

Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam dan berkata: “Saya ingin turut serta dalam jihad tetapi saya tidak memiliki kemampuan”. Rasulullah bersabda: “Apakah salah satu dari kedua orang tuamu yang masih hidup?”. Ia berkata: “Ibuku”. Rasulullah bersabda: “Maka berbaktilah kepadanya. Jika engkau melakukan itu, engkau seolah telah berhaji, telah berumrah, dan juga seorang mujahid. Jika ibumu puas terhadapmu, bertaqwalah kepada Allah dan berbaktilah kepadanya.”

Sampai sini, saya tidak tau lebih banyak mengenai alasan mengapa hadits ini dihukumi lemah. Tetapi, kita tidak menafikan bahwa berbakti kepada kedua orang tua memiliki keutamaan yang juga besar. Hanya saja status lemah tadi hanya berkaitan dengan dalil ini. Terlepas dari dalil yang lemah ini, tetaplah berbakti kepada kedua orang tua tetapi dengan harapan yang lain, seperti mengharap keridhoan kedua orang tua sehingga Allah ridho terhadap kita. Karena kalau Allah sudah ridho kepada kita, insyaAllah hidup kita di dunia ini menjadi sangat ringan, apalagi di akhirat kelak. Wallahu a’lam bishawab.

Demikianlah tulisan sederhana ini. Semoga tulisan ringan ini bermanfaat dan dapat menjadi pemberat di akhirat kelak.

3 Dzulhijjah 1440 H / 4 Agustus 2019

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s