Beberapa pelajaran penting saat menulis disertasi ala Sangkuriang

Prin-out draft disertasi

Dayang Sumbi mengajukan syarat yang luar biasa berat yaitu dia ingin sungai Citarum dibendung untuk dibuat danau dan di danau tersebut ada perahu besar. “Semua itu harus dapat engkau selesaikan dalam waktu satu malam” kata Dayang Sumbi. “Sebelum fajar terbit, kedua permintaanku itu harus telah selesai engkau kerjakan”. Dan tanpa ragu Sangkuriang menyanggupi permintaan dari Dayang Sumbi. “Challenge accepted” mungkin kira-kira seperti itu sikap Sangkuriang jika dibahasakan dengan bahasa kekinian.

***

Selasa, 6 Agustus 2019, jam 17.15, tergopoh-gopoh sensei datang ke lab dan berkata “saya baru sadar beberapa minggu ke depan saya akan ada business trip ke luar negeri, dan menurut jadwal kalau kamu mau selesai bulan Oktober, maka tgl 10 September sudah harus submit thesis ke kampus. Bisa ga dalam minggu ini kamu sidang. Ya tanggal 8 atau 9 Agustus gitu?”. Sontak saya jawab “Kayaknya ga bisa sensei, draft nya aja belom siap. Butuh waktu paling enggak seminggu lah buat ngerampungin semua”. “Kita ga punya waktu lagi” kata beliau. “Lha kenapa baru skr ngasih kabarnya” (dalam hati). Tiba2 beliau keluar entah kemana. Lalu beberapa menit kemudian sampai di lab lagi. “Ya, kamu akan sidang pertama (tertutup) tanggal 8 Agustus jam 16.00. Tolong disiapkan draftnya. Besok (tgl 7 Agustus) tolong draftnya dibagikan ke semua penguji. Pengujinya ada 3, 1 dari Tokyo. Nama2 pengujinya bla…bla…bla…”.

Seketika ritme hidup berubah. Jam tidur berkurang drastis, bahkan sampai terbawa mimpi. Dan dalam waktu kurang dari 30 jam, akhirnya draft thesis selesai. Hampir 100 halaman berhasil dibukukan. Slide presentasi hanya dikerjakan dalam waktu 1 jam.

Lagi serius…

Apakah itu semua karena mindset Sangkuriang atau legenda lainnya saya jadi bertenaga? Atau sensei yg terpapar paham Dayang Sumbi? 😁 Dulu waktu di Korea walaupun punya slogan “palli palli”, ga separah ini ngasih deadline.

Dan Alhamdulillah sidang pertama hari ini beres juga dengan banyak komentar perbaikan dari penguji. Dan lagi2, harus diperbaiki dalam waktu kurang dari 1 bulan.

Sejenak bernafas lega dulu. Perjuangan masih panjang. Masih ada 2 kali sidang lagi.

***

Walaupun tampak tergesa-gesa, sejatinya setiap langkah dalam kehidupan kita mngandung banyak sekali pelajaran di dalamnya. Dan satu hal yang perlu diingat bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya melebihi batas kemampuan dirinya. Artinya dalam seluruh fragmen kehidupan yang sedang kita jalani saat ini, sejatinya merupakan tarbiyah atau ruang pendidikan yang Allah sediakan untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

Alhamdulillah dalam proses pembelajaran jenjang doktoral ini, saya sudah melakukan berbagai antisipasi sejak dini. Antisipasi ini muncul manakala melihat senior diminta membuatkan slide presentasi untuk sensei dalam waktu yang sangat mepet. Dan presentasi itu sedianya akan dipresentasikan di depan umum. Artinya isi dari presentasi menjadi perhatian utama. Harus memberikan informasi yang memuaskan secara ilmiah. Saat melihat kejadian itu, muncullah inisiatif untuk membuat semacam slide master yang berisi review aspek teoretis, review semua data hasil eksperimen yang sudah diolah beserta analisa, diskusi dan juga referensinya. Semuanya tertuang dalam 230 slide presentasi dalam 1 dokumen master tadi. Oleh karenanya, berbekal dokumen ini, saya dapat memonitor perkembangan riset saya sekaligus mengetahui aspek apa saja yang masih kurang untuk kemudian dilakukan eksperimen tentangnya, dan juga persiapan menghadapi hal-hal yang bersifat sangat penting, sangat mendesak, dan mendadak. Saya kira ini menjadi poin penting bagi mereka yang akan atau sedang menempuh jenjang pendidikan doktoral. Dengan melakukan ini semua, kita jadi siap menghadapi berbagai tantangan. Istilah umumnya adalah sedia payung sebelum hujan.

Pelajaran lain yang tak kalah pentingnya adalah proses sidang itu sendiri. Ada salah satu pernyataan atau komentar dari salah seorang penguji yang mengagetkan. Beliau menyatakan bahwa data-data yang saya sajikan saat persidangan belum menyentuh poin utama dari tujuan penelitian yang saya lakukan. Mendengar hal ini, tentu saya kaget luar biasa. Karena menurut saya apa yang saya lakukan sudah hampir memenuhi aspek yang menuju pada tujuan penelitian tersebut. Tetapi alhamdulillahnya saya masih diberikan waktu untuk memperbaikinya dengan menambahkan data eksperimen baru. Bayangkan jika hal ini terjadi saat persidangan kita kelak di akhirat. Kita sudah tak ada waktu untuk memperbaiki apa yang sudah terjadi. Oleh karenanya, peristiwa ini mengajarkan sesuatu hal yang sangat fundamental / mendasar dalam kehidupan kita sebagai seorang muslim. Bahwa ada suatu masa kita akan dimintai pertanggungjawaban atas semua yang telah kita lakukan semasa hidup di dunia. Iman kepada hari akhir mengajarkan kita untuk memiliki pandangan yang jauh ke depan melebihi batas usia kita (visioner). Marilah sejenak merenungi 9 ayat dari surat As-Sajadah berikut ini

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ ﴿١٢﴾ وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَـٰكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ﴿١٣﴾فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ ۖ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿١٤﴾ إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩ ﴿١٥﴾ تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿١٦﴾ فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٧﴾ أَفَمَن كَانَ مُؤْمِنًا كَمَن كَانَ فَاسِقًا ۚ لَّا يَسْتَوُونَ ﴿١٨﴾ أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٩﴾ وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۖ كُلَّمَا أَرَادُوا أَن يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ ﴿٢٠

Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku: “Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama”. Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan. Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? Mereka tidak sama. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s