Dencha, kereta penumpang di Jepang dengan sumber daya baterai

2019-09-05-11-21-59474420910214097520.jpg
DENCHA

DENCHA. Begitulah kereta ini dinamakan. Bagi mereka yang pernah tinggal di Kitakyushu atau mengunjungi Kitakyushu, setidaknya di sepanjang jalur Wakamatsu – Nogata tidak akan merasa asing dengan kereta yang hanya dua gerbong ini, karena memang trayeknya di sana. Pernah sesekali kereta ini menjadi 4 gerbong saat ada festival di jembatan yang menghubungkan Wakamatsu dan Tobata (wakato bridge).

Awalnya saya kira nama “dencha” ini hanya plesetan romaji dari 電車 (baca: densha) yang berarti kereta listrik. Tetapi ternyata dencha adalah sebuah singkatan dari “Dual ENergy CHArge train” atau dalam bahasa bebasnya bisa diterjemahkan sebagai kereta yang menggunakan dua sumber energi. Pertanyaannya dari mana sumber energinya? Ini yang menarik.

Awalnya saya mengira bahwa sumber energinya dari batere sesuai dengan gambar yang tertera di badan kereta. Dan ternyata benar. Memang sumber energinya dari baterai. Dan kalau menggunakan batere, berarti berbicara tentang pengisian batre atau charging. Tetapi belakangan ini ada hal yang menarik saat sedang berkereta dan memandangi salah satu layar. Ternyata metode pengisian batrenya tidak hanya dilakukan di depotnya, tetapi juga dari pengereman. Jadi saat si kereta akan berhenti di setiap stasiun, saat itulah proses penyimpanan energi terjadi. Itulah keterangan yang tertera di layar dalam salah satu gerbong dencha.

2019-09-05-11-20-267641515930418698039.jpg
Tampilan di salah satu layar di dalam dencha

Bagaimana bisa dari pengereman kok bisa jadi listrik dan disimpan?

Dugaan sementara saya, dencha ini menggunakan thermoelectric generator yang mampu mengubah energi panas yang ditimbulkan dari proses pengereman menjadi energi listrik lalu menyimpannya. Bagaimana proses penyimpanannya? Berapa besar efisiensinya? Nah itu yang saya belum tau. Hehehe…

Ataukah menggunakan regenerative braking yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik melalui motor listrik yang dioperasikan sebagai generator kemudian energi listrik tersebut untuk mengisi baterai?

Tapi setidaknya dencha ini menarik, karena kereta ini menjadikan lingkungannya bebas polusi dan memiliki nilai plus pada pemanfaatan energi. Itulah mengapa Kitakyushu menjadi kota dengan indeks kualitas udara yang bagus.

Semoga suatu saat nanti teknologi seperti ini bisa dikembangkan dan dimanfaatkan di Indonesia.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s