Catatan penjelajahan Eropa (Bagian 5): Bahasa

2019-09-14-22-27-551335496941783775533.jpg
Tempeh = Tempe

Dalam penjelajaha Eropa, terutama ke negeri kincir angin (Belanda), dan tinggal di sana selama kurang lebih 20 hari, ada beberapa hal yang menarik menjadi sebuah sarana perenungan dan pembelajaran. Terutama saat saya berbelanja di sebuah supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan untuk keperluan makan sehari-hari. Saya hampir tidak menemukan penghalang dalam bahasa, karena ternyata beberapa nama produk diantaranya dapat dengan mudah dibaca walaupun itu menggunakan ejaan lama yang belum disempurnakan.

Begitu banyak kesamaan istilah atau penamaan antara Belanda dan Indonesia, begitu pula makanan. Dan kalau dibaca dg seksama, maka kita akan dapati bahwa ejaan yg digunakan di Belanda merupakan ejaan lama di dalam Bahasa Indonesia. Misalnya perpaduan huruf “tj” sudah disempurnakan menjadi “c”, seperti pada kata “atjar”. Atau huruf “oe” yang di dalam bahasa Indonesia sudah menjadi “u”, seperti pada kata “oelek”. Demikian juga ada beberapa istilah serapan seperti mobil pemadam kebakaran yg disebut dengan “brandweer” atau kalau di Indonesia biasa menyebut dg “branwir” atau “blambir”. Ada juga yang menjadi serapan bahasa Jawa seperti “spoor” yang kemudian menjadi “sepur” (kereta). Padahal “spoor” dalam bahasa Belanda artinya jalur kereta.

Satu fakta yang tida bisa dihindari adalah bahwa interaksi antara orang Belanda dan Indonesia memberikan dampak, terutama dalam komunikasi (bahasa). Sebenarnya tidak hanya Belanda, tapi beberapa negara lainnya yang pernah berinteraksi dengan Indonesia baik dalam bentuk penjajahan maupun persahabatan / persekutuan memiliki dampak pada komunikasi. Seperti misalnya bahasa Arab, ada beberapa istilah dalam bahasa Arab yang diserap menjadi bahasa Indonesia, seperti kata “adil” yang tidak ditemukan kecuali dari bahasa Arab (Quran). Karena memang secara historis, bangsa Arab termasuk yang awal mula masuk ke nusantara dan berasimilasi dengan bangsa pribumi melalui pernikahan dan lain-lain. Barulah kemudian datang beberapa bangsa lainnya seperti Belanda, Portugis, dan lain-lain dalam bentuk penjajahan.

Perhatian:
Tidak semua makanan di dalam foto tersebut di atas berstatus halal untuk dikonsumsi bagi muslim. Foto ini diambil saat sedang belanja di supermarket terdekat dan untuk keperluan pembelajaran bahasa dan sejarah semata.

#BahasaIndonesia
#BahasaBelanda
#NederlandseTaal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s