Arabic twister-tongue, sebuah permainan kalimat yang membelit lidah dengan makna mendalam…

Hampir semua bahasa di dunia, memiliki apa yang disebut dengan “tongue-twister” (pembelit lidah). Menurut wikipedia, tongue-twister didefinisikan sebagai a phrase that is designed to be difficult to articulate properly, and can be used as a type of spoken word game, atau sebuah frase yang didesain sedemikian rupa sehingga menimbulkan artikulasi yang sulit dan biasanya ini digunakan sebagai salah satu jenis permainan ucapan (spoken word game). Jadi, biasanya memang tongue-twister ini hanya dianggap sebagai sebuah permainan.

Dalam bahasa Indonesia, kita akan dapati beberapa contoh yang termasuk kategori tongue-twister ini, diantaranya:

Satu ribu, dua biru, tiga ribu, empat biru, … dan seterusnya…

Satu sate tuju tusuk…(diulang-ulang)

Dalam berbagai bahasa dari negara-negara Asia pun juga ada, seperti yang ditunjukkan dalam video dari Asian Boss ini.

Dan sebenarnya masih banyak lagi contoh lainnya dari ragam bahasa lainnya dan sejauh ini twister-tongue ini hanya sebatas permainan saja. Tetapi, pernahkah anda terpikir, bisakah jika permainan jenis ini tidak hanya menampilkan kesulitan pengucapan saja, tetapi juga kalimat yang tersusun itu memiliki pesan dan makna yang mendalam?

Pepatah arab mengatakan (coba baca kalimat ini dengan cepat tanpa salah saat membacanya 🙂 ) :

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ كَفَّ فَكَّهُ وَفَكَّ كَفَّهُ
وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ فَكَّ فَكَّهُ وَكَفَّ كَفَّهُ
ْفَكَمْ مِنْ فَكَةِ كَفٍّ كَفَتْ فُكُوكَهُمْ
ْوَكَمْ مِنْ كَفَةِ فَكٍّ فَكَتْ كُفُوفَهُمْ
كَفُّوا فُكُوكَكُمْ وَفَكُّوا كُفُوْفَكُمْ

Arti baris pertama:
Sebaik-baik manusia adalah orang yang bisa menahan mulutnya (yaitu menjaga ucapannya) dan membuka tangannya (yaitu ringan tangan dan suka membantu)

Arti baris kedua:
Sejelek-jelek manusia adalah orang yang suka membuka mulutnya (yaitu tidak menjaga mulutnya) dan menahan tangannya (yaitu tidak suka menolong)

Arti baris ketiga:
Betapa banyak orang yang membuka tangannya (suka menolong) menahan mulutnya (menjaga ucapannya)

Arti baris keempat:
Dan betapa banyak orang yang menahan tangannya (tidak suka menolong) membuka mulutnya (tidak menjaga ucapannya)

Arti baris kelima:
Tahanlah mulut-mulut kalian (yaitu jagalah mulut kalian) dan bukalah tangan-tangan kalian (yaitu suka menolong)

Dari susunan kalimat tersebut, setidaknya kita dapati sebuah pelajaran yang indah bahwa inilah salah satu keistimewaan Bahasa Arab. Karena dengan hanya berbekal dua huruf saja, yaitu huruf ف dan ك, kombinasi kedua huruf tersebut mampu menjadi sebuah permainan sekaligus dengan isi petuah yang luar biasa sarat manfaat. Kalau dikatakan dapat menjadi sebuah kalimat dalam permainan, berarti hanya berbekal dua huruf saja, kombinasi keduanya dapat disusun menjadi kata benda dan kata kerja sehingga dengan kedua jenis kata tersebut, sebuah kalimat dapat tersusun. Perhatikan kombinasi huruf ف dan ك dalam bait petuah di atas:

  1. Berfungsi sebagai “fi’il”  (verb/kata kerja)
    • Kata كفّ  bermakna منع yaitu mencegah / menahan
    • Kata فكّ bermakna حل وفض وأطلق yaitu melepaskan, membuka atau membebaskan
  2. Berfungsi sebagai “isim” (noun/kata benda)
    • Kata كف atau الكف yang bentuk plural nya الكفوف، bermakna tangan, telapak tangan beserta jari jemarinya.
    • Kata فك atau الفك yang bentuk plural nya الفكوك, bermakna rahang, tulang rahang.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s