39 bulan di Jepang

Publikasi

Tak terasa 39 bulan sudah tinggal di Jepang dalam upaya menempuh jenjang pendidikan paling puncak, yaitu doktoral. Pada bulan Desember inilah, Alhamdulillah, Allah masih memberikan banyak sekali nikmat, diantaranya nikmat sehat, nikmat iman dan juga nikmat islam. Dan Alhamdulillah juga pada bulan ini secara resmi saya dinyatakan lulus secara resmi. Kelulusan kali ini tentunya istimewa, karena berhasil menelurkan dua buah karya tulis ilmiah dengan status sebagai penulis pertama. Dan saat inipun masih menulis lagi sebuah karya tulis ilmiah, karena masih ada data hasil eksperimen yang walaupun statusnya saat ini belum lengkap (masih ada eksperimen yang harus dilakukan namun sebagian data sudah didapat) yang diminta untuk disubmit ke salah satu jurnal internasional. Berikut ini adalah publikasi selama 39 bulan di Jepang dalam menempuh pendidikan tinggi jenjang doktoral di Jepang.

  1. Hadiyawarman, Faisal Budiman, Detiza Goldianto Octensi Hernowo, Reetu Raj Pandey and Hirofumi Tanaka, “Recent progress on fabrication of memristor and transistor-based neuromorphic devices for high signal processing speed with low power consumption”,Japanese Journal of Applied Physics57(3S2), 03EA06, (2018). [link]
  2. Yusuke Nakao, Srikimkaew Oradee, Hadiyawarman, Hirofumi Tanaka, “Effect of Synthesis Procedure on the Size of Ag-Ag2S Core-Shell Nanoparticles for Memristive Brain-Like Devices”, 2019 IEEE Regional Symposium on Micro and Nanoelectronics (RSM), (2019)
  3. Hadiyawarman, Masanori Eguchi, Wilfred G. van der Wiel, Hirofumi Tanaka, “Control of the Neuromorphic Learning Behavior Based on the Aggregation of Thiol-protected Ag-Ag2S Core–Shell Nanoparticles”, Japanese Journal of Applied Physics, Accepted Manuscript online 27 November 2019 [link]

Selain 3 publikasi, saya juga mengoleksi 13 kali keikutsertaan dalam conference, baik internasional maupun lokal (Jepang) dan sebuah award (penghargaan) dalam salah satu conference yang saya ikuti, beritanya saya tuliskan di sini. Semoga karya ini bermanfaat bagi umat manusia dalam upaya mengembangkan teknologi yang dapat membantu pekerjaan manusia, yaitu seputar neuromorphic device based nanomaterial. Jika anda bertanya-tanya makanan jenis apakah itu? hehehe…silakan baca tulisan saya yang satu ini. Kurang lebih arahnya ke sana.

Itu dari aspek akademik. Selain aspek akademik, ternyata ada aspek jalan-jalan juga. Karena selama 39 bulan, dengan beberapa kali conference, maka otomatis mengunjungi beberapa prefektur dan bahkan negara. Ada sekitar 14 prefektur dari 47 prefektur yang ada di Jepang yang telah saya kunjungi bersamaan dengan conference. Selain itu, ada 4 negara juga, seperti Korea Selatan (Jeju), Jerman (Dusseldorf), Belanda (Enschede dan Utrecht), dan Republik Ceko (Brno, Praha, dan Olomouc). Belum lagi dengan tulisan di web pribadi ini selama 39 bulan di Jepang, tak terasa sudah menulis sebanyak lebih dari 60 tulisan. Terbayang lah ya, dengan anak 3, menempuh pendidikan doktoral di luar negeri (Jepang) menghasilkan jejak yang sedemikian rupa. Mobilitas sangat padat. Semoga ini semua dapat bermanfaat bagi para pengunjung dan pembaca web pribadi saya sehingga menambah berat timbangan amal kebaikan saya di akhirat kelak. Amiiin…

Baca juga karya saya yang lain selama 2.5 tahun menempuh pendidikan magister di Korea selatan di sini dan juga selama bekerja sebagai peneliti di salah satu perusahaan di Korea Selatan di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s