Kenangan Kitakyushu: indahnya ukhuwah

Hari ini facebook menampilkan sebuah foto kenangan yang mengingatkan akan sebuah peristiwa luar biasa. Waktu itu, 9 April 2017, adalah 10 hari menjelang kelahiran si kembar. Hari itu juga hari terakhir istri berada di rumah sebelum besoknya ditahan selama 15 hari (10 hari sebelum melahirkan + 5 hari setelah melahirkan) di rumah sakit karena kontraksi rutin tapi kondisi janin yang belum memungkinkan untuk dilahirkan.

Kondisi lab yang kibishi, istri yang harus di rumah sakit, dan Hana, yang waktu itu masih bingung bagaimana menjaganya. Ritme hidup harus berubah seketika, sempat berfikir untuk berperan ganda, tetapi situasinya tidak memungkinkan. Di tengah kebingungan itu, Alhamdulillah ada teman-teman yang luar biasa dan bersedia membantu serta menguatkan, terutama keluarga mereka yang secara bergiliran menjaga Hana di siang hari setiap hari. Ada yang bersedia menjemput Hana setiap pagi untuk kemudian membawanya ke rumah salah satu dari mereka, lalu ada istri dan anak-anak mereka yang mengajak bermain, memasakkan makanan, menyuapi dan lain-lain. Lalu malam hari dijemput lagi untuk pulang. Begitu seterusnya selama lebih dari 10 hari sampai ibu saya datang ke Jepang.

Kebaikan yang tidak dapat dinilai dan diukur dengan uang. Sulit melupakan kebaikan mereka. Karena dengan bantuan mereka, riset dan studi saya tetap berjalan lancar, istri bisa melahirkan dg tenang, dan Hana ada yang menjaga. Hanya dapat membalas dengan selalu mendoakan mereka, teman-teman beserta seluruh anggota keluarga mereka, yang saat ini mayoritas dari mereka sudah tidak lagi berada di Kitakyushu, semoga Allah selalu menjaga mereka, melimpahkan rezeki kepada mereka, menjaga mereka dari wabah yang sedang melanda dunia tak terkecuali Indonesia dan membalas kebaikan-kebaikan mereka dengan kebaikan yang berlipat ganda.

هل جزاء الإحسان إلا الإحسان. فبأي ألاء ربكما تكذبان

Tak ada balasan untuk kebaikan kecuali kebaikan pula. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan (Ar-Rahman: 60-61)

Kisah inilah yang menginspirasi saya untuk berbagi dalam bentuk tulisan mengenai melahirkan anak di Jepang, mengundang orang tua ke Jepang dan juga satu bab di buku ムスリム (musurimu). Selain itu ada beberapa tulisan lain mengenai teknik hidup di Jepang, khususnya Kitakyushu.

Kitakyushu, 9 April 2020

Buku musurimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s