Indonesia, negeri kaya dengan ratusan bahasa, budaya dan ribuan pulau

14
Perbesar gambar klik di sini

Gambar peta di atas adalah peta negara Indonesia dibagi berdasarkan ragam bahasanya. Ya, Indonesia memiliki ratusan bahasa. Dan dengan adanya ratusan bahasa itu, ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat keragamaan yang luar biasa besar namun berada dalam satu kesatuan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mungkin sebagian kita bertanya-tanya, “emang apa sih keuntungan kita (NKRI) memiliki banyak bahasa daerah? bukannya malah makin ribet ya?”. “Emang dulu gimana sejarahnya kok bisa banyak bahasa lalu menjadi satu bahasa resmi saja, yaitu bahasa Indonesia?”.

Ya pastinya ada dampak positif dan negatif dari banyaknya bahasa dalam sebuah negara. Tetapi, jika kita tarik ke belakang sejarah penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan bahasa persatuan bangsa serta upaya-upaya yang telah dilakukan para pendahulu kita dari mulai merelakan kerajaan atau wilayahnya menjadi satu kesatuan sampai kepada upaya mereka mempelajari bahasa resmi bersama yang baru, yaitu bahasa Indonesia, maka kita akan dapati betapa luar biasanya sikap para pendahulu kita. Dan saya meyakini, semangat persatuan yang melatarbelakangi lahirnya NKRI salah satunya karena adanya kesamaan aqidah hampir di semua kerajaan islam di Indonesia saat itu sehingga memunculkan ukhuwah (rasa persaudaraan) diantara sesama muslim, mengingat jumlah muslim saat itu sangat besar. Kalau tidak karena itu, mustahil mereka mau bersatu menjadi satu. Silakan baca kembali sejarah perjuangan bangsa kita dalam berbagai literatur.

Oke. Kita kembali ke pertanyaan awal, kalau ada dampak positif dan negatif, apa saja dampak-dampaknya? Baiklah. Diantara beberapa dampak positif dengan adanya ragam bahasa di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Bahasa Indonesia memiliki banyak kosakata. Ini menjadi penting. Kenapa? Dengan adanya ragam bahasa tersebut, kita punya banyak sekali perbendaharaan bahasa yang nantinya dapat diserap dan diresmikan menjadi kosakata bahasa Indonesia dan tak kebingungan saat menerjemahkan atau mengalihbahasakan sebuah istilah dari bahasa asing ke bahasa Indonesia. Sebagai contoh adalah istilah tsunami. Istilah ini berasal dari bahasa Jepang yang berarti “gelombang dermaga”. Di dalam mengkomunikasikan istilah ini kepada masyarakat menjadi tidak mudah karena asal kata ini bukan dari Indonesia, tapi dari luar Indonesia. Sehingga butuh waktu untuk mengenalkan istilah ini begitu pula saat nanti terjadi komunikasi dalam dunia ilmiah dimana standar bahasa diterapkan. Maka ini menjadi tidak mudah. Nah, ternyata istilah tsunami ini dalam salah satu bahasa daerah di Indonesia sudah dikenal, misalnya dalam bahasa Aceh gelombang yang sesuai dengan deskripsi tsunami tadi dikenal dengan istilah “smong”. Maka sebenarnya ini bisa dimasukkan menjadi bahasa resmi Indonesia melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan.
  • Sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia. Satu (atau lebih) bahasa dapat mencerminkan atau menjadi satu ciri khas satu budaya. Dan dari keragaman budaya ini dapat berimbas pada wisatawan sehingga menambah pemasukan negara. Belum lagi ditambah dengan jumlah pulau yang dimiliki Indonesia dengan keindahan alam yang juga luar biasa. Ini menjadi modal yang bagus di bidang pariwisata Indonesia.
  • Menimbulkan keakraban dalam berkomunikasi. Ini dampaknya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan anda seorang mahasiswa yang harus mengirit pengeluaran, selama anda dapat berkomunikasi dengan bahasa Tegal atau Padang atau Palembang, setidaknya anda bisa melakukan pendekatan sosial kepada para pedagang warteg, nasi padang, atau pempek palembang. Trust me, it works well. I did it before. 🙂

Jadi setidaknya tiga poin di atas adalah keuntungan atau dampak positif dari keanekaragaman bahasa yang dimiliki Indonesia. Ada ga dampak negatifnya? Tentu ada, berikut ini diantara dampak negatifnya:

  • Bahasa daerah yang satu boleh jadi sulit dipahami oleh penduduk dari daerah lain. Sehingga ini dapat menimbulkan friksi atau gesekan di masyarakat. Belum lagi ditambah perbedaan intonasi dan gesture (bahasa tubuh).
  • Masyarakat menjadi kurang paham dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baku karena sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah. Tetapi ini dapat dilakukan dengan adanya pemerataan pendidikan.

Dan tahukah anda bahwa negara kita, Indonesia, adalah negeri dengan ratusan bahasa? Tahukah anda berapa jumlah bahasa yang ada di Indonesia?

Pertama, kita bagi per area pulau beserta jumlahnya:

  1. Sumatra: 33 bahasa [Lihat Peta]
  2. Jawa dan Bali: 20 bahasa [Lihat Peta]
  3. Kalimantan: 74 bahasa [Lihat Peta]
  4. Sulawesi: 114 bahasa [Lihat Peta]
  5. Nusa Tenggara: 76 bahasa [Lihat Peta]
  6. Maluku: 128 bahasa [Lihat Peta]
  7. Papua: 276 bahasa [Lihat Peta]

Kalau ditotal ada sebanyak 721 bahasa yang ada di NKRI. Untuk melihat bahasa apa saja dapat dilihat di sini atau lihat di bawah ini. Jika angka itu dipadukan dengan jumlah pulau yang ada di Indonesia sebanyak 17.504 pulau, maka jelas tergambar potensi yang dimiliki Indonesia dan ini baru dari aspek pariwisata, budaya dan bahasa saja, belum dari kekayaan alam yang ada di dalamnya. Maka seharunya bangsa ini menjadi bangsa yang besar dengan rakyatnya yang makmur. Nah, kalau sekarang ini hal tersebut belum terwujud padahal 70 tahun lebih kita sudah merdeka, maka boleh jadi ada salah di sana, baik itu cara mengelolanya atau yang lainnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat membuka wawasan kita akan negeri kita tercinta.

==========***o0o***==========

Sumatra : (33 bahasa)

  1. Aceh (Achinese, Achehnese)
  2. Bangka
  3. Batak Alas-Kluet (Alas-Kluet Batak)
  4. Batak Angkola (Anakola, Angkola)
  5. Batak Dairi (Dairi, Pakpak, Pakpak Dairi)
  6. Batak Karo (Karo Batak)
  7. Batak Mandailing (Batta, Mandailing Batak)
  8. Batak Simalungun (Simelungan, Timur)
  9. Batak Toba (Batta, Toba Batak)
  10. Col (Cul, Sindang)
  11. Duano (Duano’, Orang Kuala, Desin Dolak, Desin Duano, Orang Laut)
  12. Enggano (Engganese)
  13. Gayo (Gajo)
  14. Haji (Aji)
  15. Kaur (Ka’ur, Bintuhan, Mulak)
  16. Kerinci (Kerinchi, Kinchai)
  17. Komering (Kumoring)
  18. Kubu (Anak Dalam, Orang Rimba, Orang Hutan)
  19. Lampung Api (Api, Lampung, Lampung Pesisir, Lampong)
  20. Lampung Nyo (Abung, Lampong)
  21. Loncong (Lonchong, Orang Laut, Seka, Sekah)
  22. Lubu
  23. Malay (Malayu, Bahasa Melayu, Bahasa Daerah)
  24. Malay, Central (Midden Maleisch, Besemah, Pasemah, Serawai, Semendo, Lintang, Ogan, Enim, Bengkulu)
  25. Malay, Jambi (Djambi, Batin)
  26. Mentawai (Mentawei, Mentawi)
  27. Minangkabau (Minang, Padang)
  28. Musi (Sekayu, Palembang)
  29. Nias (Batu)
  30. Pekal
  31. Rejang (Red Jang)
  32. Sikule (Sichule, Sikhule, Wali Banuah)
  33. Simeulue (Long Bano, Simalur, Simeuloë, Simulul)

Jawa dan Bali : (20 bahasa)

  1. Badui
  2. Bali (Balinese)
  3. Benkala Sign Language
  4. Betawi (Batavi, Batawi, Betawi Malay, Jakarta Malay, Melayu Jakarte)
  5. Chinese, Hakka
  6. Chinese, Mandarin
  7. Chinese, Min Dong (Min Dong)
  8. Chinese, Min Nan (Min Nan, Minnan)
  9. Chinese, Yue (Cantonese, Yue, Yueh)
  10. Indonesian (Bahasa Indonesia)
  11. Indonesian Sign Language
  12. Indonesian, Peranakan (Baba Indonesian, Chinese Indonesian, Peranakan)
  13. Javanese (Djawa, Jawa)
  14. Kangean
  15. Madura (Basa Mathura, Madhura, Madurese)
  16. Malay, Balinese
  17. Osing (Banyuwangi)
  18. Petjo (Pecok, Petjoh)
  19. Sunda (Priangan, Sundanese)
  20. Tengger (Tenggerese)

Kalimantan : (74 bahasa)

  1. Ampanang
  2. Aoheng (Penihing)
  3. Bahau
  4. Bakati’ (Bakati Nyam, Bakati Riok, Bakatiq, Bekati)
  5. Bakati’, Rara (Luru, Lara’, Bekatiq, Bekati’ Nyam-Pelayo, Bekati’ Kendayan)
  6. Bakati’, Sara (Sara, Riok)
  7. Bakumpai (Bakambai, Bara-Jida)
  8. Banjar (Bandjarese, Banjar Malay, Banjarese, Labuhan)
  9. Basap
  10. Benyadu’ (Njadu, Nyadu, Balantiang, Balantian)
  11. Bidayuh, Biatah (Biatah, Bideyu, Landu, Lundu, Pueh, Siburan)
  12. Bidayuh, Bukar-Sadong (Buka, Bukar, Bukar Sadong, Bukar Sadung Bidayah, Sabutan, Sadong, Serian, Tebakang)
  13. Bolongan (Bulungan)
  14. Bukat
  15. Bukitan (Bakatan, Bakitan, Beketan, Mangkettan, Manketa, Pakatan)
  16. Burusu (Berusuh, Bulusu)
  17. Dusun Deyah (Deah, Dejah)
  18. Dusun Malang
  19. Dusun Witu
  20. Embaloh (Malo, Maloh, Matoh, Mbaloh, Memaloh, Palin, Pari, Sangau, Sanggau)
  21. Hovongan (Punan Bungan)
  22. Iban (Sea Dayak)
  23. Jangkang
  24. Kayan Mahakam
  25. Kayan, Busang (Busang, Kajan, Kajang)
  26. Kayan, Kayan River (Kajang, Kayan River Kajan)
  27. Kayan, Mendalam (Mendalam Kajan)
  28. Kayan, Wahau (Wahau Kajan)
  29. Kelabit (Kalabit, Kerabit, Apo Duat)
  30. Kembayan (Karambai)
  31. Kendayan (Baicit, Kendayan-Ambawang, Kendayan Dayak, Damea, Salako)
  32. Keninjal (Dayak Kaninjal, Kaninjal, Kaninjal Dayak)
  33. Kenyah, Mainstream (Usun Apau Kenyah, Highland Kenyah)
  34. Kenyah, Wahau (Wahau Kenya, Lebu’ Kulit)
  35. Kereho (Keriau Punan)
  36. Kohin (Bahasa Seruyan, Seruyan)
  37. Lawangan (Luwangan, Northeast Barito)
  38. Lengilu
  39. Lun Bawang (Southern Murut, Lundayeh, Lun Daye, Lun Dayah, Lun Daya, Lun Dayoh, Lundaya Putuk)
  40. Ma’anyan (Ma’anjan, Maanyak Dayak)
  41. Malay, Berau (Berau, Merau Malay)
  42. Malay, Bukit (Bukit, Meratus, Bukat)
  43. Malay, Kota Bangun Kutai
  44. Malay, Tenggarong Kutai (Kutai, Tenggarong)
  45. Malayic Dayak (Bamayo, Bumayoh)
  46. Modang
  47. Mualang
  48. Ngaju (Biadju, Dayak Ngaju, Ngadju, Ngaja, Ngaju Dayak, Southwest Barito)
  49. Okolod (Kolod, Kolour, Kolur, Okolod Murut)
  50. Ot Danum (Dohoi, Malahoi, Uud Danum, Uut Danum)
  51. Paku (Bakau)
  52. Punan Aput (Aput)
  53. Punan Merah
  54. Punan Merap
  55. Punan Tubu
  56. Putoh (Putuk)
  57. Ribun
  58. Sa’ban (Saban, Merau)
  59. Sajau Basap (Sajau, Sujau)
  60. Sanggau
  61. Seberuang
  62. Segai (Called Segayi by the Berau, Ga’ay by the Kenyah and Kayan)
  63. Selungai Murut (Murut)
  64. Semandang (Kualan-Semandang)
  65. Sembakung Murut (Sembakoeng, Sembakong, Simbakong, Tingalun, Tinggalan, Tinggalum)
  66. Siang (Ot Siang)
  67. Tagal Murut (Semambu, Semembu, Sumambu, Sumambu-Tagal, Sumambuq)
  68. Taman (Dayak Taman, Taman Dayak)
  69. Tausug (Joloano Sulu, Moro Joloano, Sooloo, Sulu, Suluk, Taosug, Tausog, Taw Sug)
  70. Tawoyan (Tabojan, Tabojan Tongka, Taboyan, Tabuyan, Tawoyan Dayak, Tewoyan)
  71. Tidong (Camucones, Tedong, Tidoeng, Tidung, Tiran, Tirones, Tiroon, Zedong)
  72. Tunjung (Tunjung Dayak)
  73. Uma’ Lasan (Western Kenyah)
  74. Uma’ Lung (Oma Longh)

Sulawesi : (114 bahasa)

  1. Andio (Andio’o, Imbao’o, Masama)
  2. Aralle-Tabulahan
  3. Bada (Bada’, Tobada’)
  4. Bahonsuai
  5. Bajau, Indonesian (Badjaw, Badjo, Bajao, Bajo, Bayo, Gaj, Luaan, Lutaos, Lutayaos, Orang Laut, Sama, Turije’ne’)
  6. Balaesang (Balaesan, Balaisang, Pajo)
  7. Balantak (Kosian)
  8. Bambam (Pitu-Ulunna-Salu)
  9. Banggai
  10. Bantik
  11. Baras (Ende)
  12. Batui (Baha)
  13. Behoa (Besoa)
  14. Bentong (Dentong)
  15. Bintauna
  16. Boano (Bolano, Djidja)
  17. Bobongko
  18. Bolango (Bulanga, Bulanga-Uki, Diu)
  19. Bonerate
  20. Budong-Budong (Tangkou, Tongkou)
  21. Bugis (Boegineesche, Boeginezen, Bugi, Buginese, De’, Rappang Buginese, Ugi)
  22. Bungku (“Nahina”)
  23. Buol (Bual, Bwo’ol, Bwool, Dia)
  24. Busoa (Bosoa)
  25. Campalagian (Tallumpanuae, Tasing, Tjampalagian)
  26. Cia-Cia (Boetoneezen, Buton, Butonese, Butung, South Buton, Southern Butung)
  27. Dakka
  28. Dampelas (Dampal, Dampelasa, Dian)
  29. Dondo
  30. Duri (Masenrempulu, Massenrempulu)
  31. Enrekang (Endekan, Endekan Timur)
  32. Gorontalo (Gorongtalo, Guarantala, Gunongtello, Holontalo, Hulontalo)
  33. Kaidipang (Dio, Kaidipan, Kodipang)
  34. Kaili, Da’a (Bunggu, Da’a)
  35. Kaili, Ledo (Ledo, Paloesch, Palu)
  36. Kaili, Unde (Banava, Banawa)
  37. Kaimbulawa
  38. Kalao (Kalaotoa)
  39. Kalumpang (Galumpang, Ma’ki, Maki, Makki, Mangki, Mangkir)
  40. Kamaru
  41. Kioko
  42. Kodeoha (Kondeha)
  43. Konjo, Coastal (Kondjo, Tiro)
  44. Konjo, Highland (Konjo Pegunungan, Konyo)
  45. Koroni
  46. Kulisusu (Kalisusu, Kolensusu, Kolinsusu)
  47. Kumbewaha (Umbewaha)
  48. Laiyolo (Barang-Barang, Da’ang)
  49. Lasalimu
  50. Lauje (Ampibabo-Lauje, Laudje, Tinombo)
  51. Lemolang (Baebunta, Limola)
  52. Liabuku
  53. Lindu (Linduan, Tado)
  54. Lolak
  55. Maiwa (Masenrempulu)
  56. Makasar (Goa, Macassar, Macassarese, Makassa, Makassaarsche, Makassar, Makassarese, Mangasara, Mengkasara, Taena, Tena)
  57. Malay, Makassar
  58. Malay, Manado (Manadonese Malay, Minahasan Malay)
  59. Malimpung
  60. Mamasa
  61. Mamuju (Mamoedjoe, Mamoedjoesch, Mamudju, Udai)
  62. Mandar (Andian, Mandharsche, Manjar)
  63. Moma (Kulawi)
  64. Mongondow (Bolaang Mongondow, Minahassa, Mongondou)
  65. Mori Atas (Upper Mori, West Mori)
  66. Mori Bawah (East Mori, Lower Mori, “Nahina”)
  67. Moronene (Maronene, “Nahina”)
  68. Muna
  69. Napu (Pekurehua)
  70. Padoe (Alalao, Padoé, South Mori)
  71. Pamona (Bare’e, Baree, Poso)
  72. Panasuan (To Pamosean, To Panasean)
  73. Pancana (“Akido” , Pantjana)
  74. Pannei (Tapango)
  75. Pendau (Ndaoe, Ndau, Umalasa)
  76. Ponosakan (Ponasakan)
  77. Rahambuu (Wiau, Wiaoe, “Noihe”)
  78. Rampi (Ha’uwa, Leboni, Rampi-Leboni)
  79. Ratahan (Bentenan, Pasan)
  80. Saluan (Loinang, Loindang, Mondono, “Madi”)
  81. Sangir (Sangi, Sangih, Sangihé, Sangirese)
  82. Sarudu (Doda’)
  83. Sedoa (Tawaelia, Tawailia, Topobaria)
  84. Seko Padang (Seko, Sua Tu Padang, Wono)
  85. Seko Tengah (Pewanean, Pewaneang, Pohoneang, Seko)
  86. Selayar (Salajar, Salayar, Salayer, Saleier, Siladja, Silajara)
  87. Suwawa (Bonda, Bunda, Bune, Suwawa-Bunda)
  88. Tae’ (East Toraja, Luwu, Rongkong, Rongkong Kanandede, Sada, Sangangalla’, Tae’ Tae’, Taeq, To Rongkong, Toraja Timur, Toware)
  89. Taje (Petapa)
  90. Tajio (Adjio, Kasimbar, Ta’adjio, Tadjio)
  91. Talaud (Talaut, Talodda)
  92. Taloki (Taluki)
  93. Talondo’
  94. Toala’ (East Toraja, Luwu’, Sada, Sangangalla’, Toala, Toala-Palili, Toraja Timur, Toware)
  95. Tolaki (Tololaki, To’olaki, Lolaki, Laki, Tokia)
  96. Tomadino
  97. Tombelala (Mbelala, Belala, Bela, “Baria”)
  98. Tombulu (Minahasa, Minhasa, Tombalu, Tombula, Tombulu’, Toumbulu)
  99. Tomini (Mouton, Tiadje, Tialo)
  100. Tondano (Tolou, Tolour, Tondanou, Toulour)
  101. Tonsawang (Tombatu)
  102. Tonsea (Tonsea’)
  103. Tontemboan (Pakewa, Tompakewa, Tountemboan)
  104. Topoiyo
  105. Toraja-Sa’dan (Sa’dan, Sa’dansche, Sadan, Sadang, South Toraja, Ta’e, Tae’, Toradja, Toraja)
  106. Totoli (Gage, Tolitoli, Tontoli)
  107. Tukang Besi North (Buton, Wakatobi)
  108. Tukang Besi South (Buton, Tukang-Besi, Wakatobi)
  109. Ulumanda’ (Awo-Sumakuyu, Botteng-Tappalang, Kado, Oeloemanda, Tubbi, Ulumandak, Ulunda)
  110. Uma (Pipikoro, Koro, Oema)
  111. Waru (Mapute, Mopute)
  112. Wawonii (Wowonii)
  113. Wolio (Baubau)
  114. Wotu

Nusa Tenggara : (76 bahasa)

  1. Abui (“Barawahing” , Barue, Namatalaki)
  2. Adang (Alor)
  3. Adonara (Nusa Tadon, Sagu, Vaiverang, Waiwerang)
  4. Alor (Alorese)
  5. Amarasi (Timor Amarasi)
  6. Anakalangu (Anakalang)
  7. Bilba (Belubaa, Bilbaa, Eastern Rote, Rote, Rote Timur, Roti, Rotinese)
  8. Bima (Bimanese)
  9. Blagar (Belagar, Tarang)
  10. Bunak (Buna’, Bunake, Bunaq)
  11. Dela-Oenale (Delha, Oe Nale, Rote, Rote Barat, Roti, Rotinese, Western Rote)
  12. Dengka (Rote, Rote Barat, Roti, Rotinese, Western Rote)
  13. Dhao (Dao, Ndao, Ndaonese, Ndaundau)
  14. Ende (Endeh)
  15. Hamap
  16. Helong (Helon, Kupang, Semau)
  17. Ile Ape (Nusa Tadon)
  18. Kabola
  19. Kafoa (Aikoli, Fanating, Pailelang, Ruilak)
  20. Kamang (Waisika, Woisika)
  21. Kambera (East Sumba, East Sumbanese, Hilu Humba, Humba, Oost-Sumbaas, Sumba, Sumbanese)
  22. Kedang (Dang, Kdang, Kédang, Kedangese)
  23. Kelon (Kalong, Kelong)
  24. Kemak (Ema)
  25. Ke’o (Nage-Keo)
  26. Kepo’ (Kepoq)
  27. Kodi (Kudi)
  28. Komodo
  29. Kui (Lerabain)
  30. Kula (Kola, Lamtoka, Lantoka, Tanglapui)
  31. Lamaholot (Solor, Solorese)
  32. Lamalera (Kawela, Lebatukan, Mulan)
  33. Lamatuka (Lamatoka)
  34. Lamboya
  35. Lamma (Lamma’, Lemma, Mauta)
  36. Laura (Laora)
  37. Lembata, South
  38. Lembata, West (Labalekan, Mingar)
  39. Levuka (Lembata, Lewokukun, Lewuka, Painara)
  40. Lewo Eleng
  41. Lewotobi (Southwest Lamaholot)
  42. Li’o (Aku, Lio, Lionese, Tanah Kunu)
  43. Lole (Ba’a, Baä, Central Rote, Loleh, Rote, Rote Tengah, Roti, Rotinese)
  44. Malay, Kupang (Basa Kupang, Kupang)
  45. Malay, Larantuka (Nagi, Bahasa Nagi, Melayu Larantuka, Ende Malay)
  46. Mamboru (Memboro)
  47. Manggarai
  48. Nage (Nagé, Nage-Keo)
  49. Nasal
  50. Nedebang (Balungada, Nédebang)
  51. Ngad’a (Badjava, Bajava, Bajawa, Nad’a, Nga’da, Ngada, Ngadha, Rokka)
  52. Ngad’a, Eastern (Southeast Ngada)
  53. Palu’e (Lu’a, Palue, Paluqe)
  54. Portuguese
  55. Rajong (Razong)
  56. Rembong
  57. Retta
  58. Ringgou (Eastern Rote, Rikou, Rote, Rote Timur, Roti, Rotinese)
  59. Riung (Far Eastern Manggarai)
  60. Rongga
  61. Sabu (Havunese, Hawu, Savu, Savunese, Sawu, Sawunese)
  62. Sasak (Lombok)
  63. Sawila (Tanglapui)
  64. Sika (Krowe, Maumere, Sara Sikka, Sikka, Sikkanese)
  65. So’a (Soa)
  66. Sumbawa (Semawa, Sumbawarese)
  67. Tereweng
  68. Termanu (Central Rote, Pa’da, Rote, Rote Tengah, Roti, Rotinese)
  69. Tetun (Belo, Belu, Fehan, Teto, Tettum, Tetu, Tetum, Tetun Belu, Tetung)
  70. Tewa
  71. Tii (Rote, Rote Barat, Roti, Rotinese, Thie, Ti, Western Rote)
  72. Uab Meto (Atoni, “Dawan” , Meto, Orang Gunung, “Rawan” , Timol, Timor, “Timor Dawan” , Timoreesch, Timoreezen, Timorese, Uab Atoni Pah Meto, Uab Pah Meto)
  73. Wae Rana (Waerana)
  74. Wanukaka (Wanokaka)
  75. Wejewa (Veveva, Waidjewa, Wajewa, West Sumbanese, Wewewa, Wewjewa, Weyewa)
  76. Wersing (Kolana, Kolana-Wersin, Warsina, Wersin)

Maluku : (128 bahasa)

  1. Alune (Patasiwa Alfoeren, Sapalewa)
  2. Amahai (Amahei)
  3. Ambelau (Amblau)
  4. Aputai (Ilputih, Opotai, Tutunohan)
  5. Asilulu
  6. Babar, North
  7. Babar, Southeast
  8. Banda
  9. Barakai (Workai)
  10. Bati (Gah)
  11. Batuley (Gwataley, Watulai)
  12. Benggoi (Bengoi, Isal, Kobi-Benggoi, Uhei Kachlakan, Uhei-Kaclakin, Uhei-Kahlakim)
  13. Boano (Buano)
  14. Bobot (Ahtiago, Atiahu, Hatumeten, Ntau, Werinama)
  15. Buli
  16. Buru (Boeroe, Buruese)
  17. Dai
  18. Damar, East (South Damar)
  19. Damar, West (North Damar)
  20. Dawera-Daweloor (Davelor)
  21. Dobel (Doibel, Kobro’or, Kobroor, Sersifar Tannin)
  22. Elpaputih (Elpaputi)
  23. Emplawas
  24. Fordata (Larat, Vai Fordata, Vai Tnebar, Vaidida)
  25. Galela
  26. Gamkonora
  27. Gane (Gani, Giman)
  28. Gebe (Gebi)
  29. Geser-Gorom (Gesa, Geser, Goram, Goran, Gorom, Gorong, Seram, Seran, Seran Laut)
  30. Gorap
  31. Haruku
  32. Hitu
  33. Horuru
  34. Hoti
  35. Huaulu (Alakamat, Bahasa Asli)
  36. Hulung
  37. Ibu
  38. Ili’uun (Erai, Hahutan, Hahutau, Iliun, Ilmaumau, Limera)
  39. Imroing (Imroin)
  40. Kadai
  41. Kaibobo (Kaibubu)
  42. Kamarian (Kamariang, Seruawan)
  43. Kao (Ka’u, Kau)
  44. Karey (Kerei, Krei)
  45. Kayeli (Caeli, Cajeli, Gaeli, Kajeli)
  46. Kei (Kai, Saumlaki, Veveu Evav)
  47. Kisar (Meher, Yotowawa)
  48. Koba
  49. Kola (Kulaha, Marlasi, Warilau)
  50. Kompane (Komfana, Kongampani)
  51. Kur
  52. Laba (Kedi, South Loloda)
  53. Laha (Central Ambon)
  54. Larike-Wakasihu
  55. Latu
  56. Leti
  57. Liana-Seti (Liambata-Kobi, Liana, Lianan, Teula, Uhei Kachlakan, Uhei Kaclakin, Uhei Kahlakim)
  58. Lisabata-Nuniali (Lisabata, Noniali, Nuniali)
  59. Lisela (Buru, Li Enyorot, Liet Enjorot, North Buru, Wayapo)
  60. Lola
  61. Loloda (Loda, North Loloda)
  62. Lorang
  63. Loun
  64. Luang (Letri Lgona, Lgona, Literi Lagona)
  65. Luhu
  66. Maba (Bicoli, Bitjoli, Ingli)
  67. Makian, East (Makian Dalam, Makian Timur)
  68. Makian, West (Makian Barat, Makian Luar)
  69. Malay, Ambonese (Ambonese, Ambong, Malayu Ambon)
  70. Malay, Bacanese (Bacan, Batjan)
  71. Malay, Banda
  72. Malay, North Moluccan (Ternate Malay)
  73. Mangole (Mangoli, Sula Mangoli)
  74. Manipa (Soow Huhelia)
  75. Manombai (Manobai, Wamar, Wokam)
  76. Manusela (Wahai, Wahinama)
  77. Mariri (Mairiri)
  78. Masela, Central (Central Marsela, Marsela-South Babar)
  79. Masela, East (East Marsela)
  80. Masela, West (West Marsela)
  81. Masiwang (Bonfia)
  82. Modole (Madole)
  83. Naka’ela
  84. Nila
  85. Nuaulu, North (Fatakai, Nuaulu, Patakai)
  86. Nuaulu, South (Fatakai, Nuaulu, Patakai)
  87. Nusa Laut (Nusalaut)
  88. Oirata (Maaro)
  89. Pagu (Pago, Pagoe)
  90. Patani
  91. Paulohi
  92. Perai (Tutunohan)
  93. Piru
  94. Roma (Romang)
  95. Sahu (Sa’u, Sahu’u, Sau)
  96. Salas (Lenkaitahe, Liambata, Salas Gunung)
  97. Saleman (Hatue, Sawai, Seleman, Wahai)
  98. Saparua
  99. Sawai (Weda, Weda-Sawai, Were)
  100. Seit-Kaitetu (Hila-Kaitetu)
  101. Selaru (Salaru)
  102. Seluwasan (Selvasa, Selwasa)
  103. Sepa (Tamilouw)
  104. Serili
  105. Serua
  106. Sula (Sanana)
  107. Tabaru (Tobaru)
  108. Taliabu (Taliabo)
  109. Talur (Galoleng, Iliwaki, Ilmedu, Ilwaki, Lir Talo)
  110. Tarangan, East (East Trangan, Tarangan Timur)
  111. Tarangan, West (Tarangan Barat, West Trangan)
  112. Tela-Masbuar (Masbuar-Tela, Tela’a)
  113. Teluti (Silen, Taluti, Tehoru, Tihoru, Wolu)
  114. Teor (Tio’or)
  115. Ternate
  116. Te’un
  117. Tidore
  118. Tobelo
  119. Tugun (Mahuan, Tutunohan)
  120. Tugutil
  121. Tulehu (Northeast Ambon)
  122. Ujir (Udjir)
  123. Waioli (Wajoli, Wayoli)
  124. Watubela (Esiriun, Kasiui, Kasui, Kesui, Matabello, Snabi Watubela, Wesi)
  125. Wemale, North (Oemale)
  126. Wemale, South (Honitetu, Tala)
  127. Yalahatan (Atamanu, Awaiya, Jahalatan, Jahalatane)
  128. Yamdena (Jamden, Jamdena)

Papua : (276 bahasa)

  1. Abinomn (Avinomen, “Baso” , Foja, Foya)
  2. Abun (A Nden, Karon, Manif, Yimbun)
  3. Aghu (Djair, Dyair)
  4. Airoran (Adora, Aeroran, Iriemkena)
  5. Ambai (Ambai-Menawi)
  6. Anasi (Bapu)
  7. Ansus
  8. Anus (Koroernoes, Koru)
  9. Arandai (Dombano, Jaban, Sebyar, Sumuri, Yaban)
  10. Arguni (Argoeni)
  11. As
  12. Asmat, Casuarina Coast (Kaweinag)
  13. Asmat, Central (Jas, Manowee, Yas)
  14. Asmat, North (Keenok)
  15. Asmat, Yaosakor (Yaosakor)
  16. Atohwaim (Kaugat)
  17. Auye (Auwje)
  18. Awbono (Kvolyab)
  19. Awera
  20. Awyi (Awje, Awji, Awye, Njao, Nyao)
  21. Awyu, Asue (Miaro, Miaro Awyu, Pisa)
  22. Awyu, Central (Ajau, Auyu, Avio, Awju, Awya, Nohon)
  23. Awyu, Edera (Jenimu, Oser, Siagha, Sjiagha, Syiagha, Yenimu)
  24. Awyu, Jair
  25. Awyu, North (Awyu, Djair, Dyair, Jair, Yair)
  26. Awyu, South (Jenimu, Oser, Siagha, Sjiagha, Syiagha, Yenimu)
  27. Bagusa (Kapeso, Suaseso)
  28. Baham (Patimuni)
  29. Barapasi (Baropasi)
  30. Bauzi (Baudi, Baudji, Baudzi, Bauri)
  31. Bayono
  32. Bedoanas
  33. Beneraf (Boneraf, Bonerif)
  34. Berik (Berick, Berrik, Sewan Teteris, Upper Tor)
  35. Betaf (Tena)
  36. Biak (Biak-Numfor, Mafoor, Mafoorsch, Mefoor, Myfoorsch, Noefoor, Noefoorsch, Nufoor)
  37. Biga
  38. Biritai (Aliki, Ati, Biri)
  39. Bonggo (Armopa, Bogu, Bongo)
  40. Burate
  41. Burmeso (Boromeso, Borumesso, Burumeso, Manau, Monao, Monau, Taurap)
  42. Burumakok
  43. Buruwai (Asianara, Asienara, Karufa, Madidwana, Sabakor, Sebakoor)
  44. Busami
  45. Citak (Asmat Darat, Cicak, Kaunak, Tjitak, Tjitjak)
  46. Citak, Tamnim (Asmat Darat, Tamnim)
  47. Dabe
  48. Damal (Amung, Amung Kal, Amungme, Amuy, Enggipiloe, Hamung, Oehoendoeni, Uhunduni)
  49. Dani, Lower Grand Valley
  50. Dani, Mid Grand Valley (Baliem Valley Dani, Central Grand Valley Dani, Tulem)
  51. Dani, Upper Grand Valley
  52. Dani, Western (Dani Barat, Ilaga Western Dani, Laany, Lani, Oeringoep, Timorini)
  53. Dao (Maniwo, “X-Ray”)
  54. Dem (Lem, Ndem)
  55. Demisa (Desawa)
  56. Dera (Dra, Kamberataro, Mangguar)
  57. Diebroud (Taworta, Taworta-Aero, Taria, Dabra, Bok)
  58. Dineor (Maremgi, Marengge)
  59. Diuwe
  60. Doutai (Taori, Taori-So, Tolitai)
  61. Duriankere (Duriankari, Esaro, Sailen)
  62. Dusner (Dusnir)
  63. Duvle (Duvde, Duve, Duvele, Duvre, Wiri)
  64. Edopi (Dosobou, Dou, Doufou, Elopi, Foi, Iau, Turu, Urundi, Ururi, Yau)
  65. Eipomek (Eipo, T-Valley)
  66. Ekari (Ekagi, Kapauku, Me Mana, Mee Mana, Tapiro)
  67. Elseng (Djanggu, Janggu, “Morwap” , Sawa, Tabu)
  68. Emem (Emumu, Imimkal, Kiamerop)
  69. Eritai (Aliki, Babiruwa, Babrua, Babruwa, Baburiwa, Barua, Editode Edai, Erai, Eri, Haya)
  70. Erokwanas
  71. Fayu (Sehudate)
  72. Fedan (Podena, Fandanus)
  73. Foau (Doa)
  74. Gresi (Geresi, Glesi, Gresik, Klesi)
  75. Hatam (Adihup, Atam, Borai, Hattam, Mansim, Miriei, Moi, Tinam, Uran)
  76. Hupla (Soba)
  77. Iau (Foi, Iaw, Turu, Urundi, Ururi, Yau)
  78. Iha (Kapaur)
  79. Iha Based Pidgin
  80. Irarutu (Arguni Bay, Irahutu, Irutu, Kaitero, Kasira)
  81. Iresim (Beduba, Yerisiam)
  82. Isirawa (Okwasar, Saberi, Saweri)
  83. Itik (Betef, Borto, Ittik, Ittik-Tor)
  84. Iwur (Iwoer)
  85. Jofotek-Bromnya
  86. Kaburi
  87. Kais (Aiso, Atori, Kampung Baru, Mintamani)
  88. Kaiy (Kai, Taori-Kaiy, Taori-Kei, Todi)
  89. Kalabra (Beraur)
  90. Kamberau (Iria, Kamkbrau, Kamrau)
  91. Kamoro (Kamora, Kaokonau, Lakahia, Mimika, Mukamuga, Nafarpi, Nagramadu, Nefarpi, Neferipi, Umar, Umari)
  92. Kanum, Bädi (Enkelembu, Kenume, Knwne)
  93. Kanum, Ngkâlmpw (Enkelembu, Kenume, Knwne)
  94. Kanum, Smärky (Enkelembu, Kenume, Knwne)
  95. Kanum, Sota (Enkelembu, Kenume, Knwne)
  96. Kapauri (Kapori)
  97. Kaptiau (Kaptiauw, Kapitiauw)
  98. Karas
  99. Karon Dori (Maiyach, Mari, Meon)
  100. Kaure (Kaureh)
  101. Kauwera (Kabera, Kaowerawedj, Kauwerawec, Kauwerawetj, Kawera, Koassa, Tekutameso)
  102. Kawe
  103. Kayagar (Kajagar, Kaygi, Kaygir, Wiyagar)
  104. Kayupulau (Kajupulau)
  105. Kehu
  106. Keijar (Keder)
  107. Kemberano (Arandai, Barau, Kalitami, Wariagar)
  108. Kembra
  109. Kemtuik (Kamtuk, Kemtuk)
  110. Ketengban (Kupel, Oktengban)
  111. Ketum (Kitum, Wambon-Ketum)
  112. Kimaghima (Kimaghama, Kaladdarsch, Teri-Kalwasch, Kimaama)
  113. Kimki (Aipki, Kimgi, Sukubatom, Sukubatong)
  114. Kirikiri (Kirira)
  115. Kofei
  116. Kokoda (Kasuweri, Komudago, Nebes, Oderago, Samalek, Tarof)
  117. Kombai (Komboy)
  118. Komyandaret
  119. Konda (Ogit, Yabin, Yabin-Konda)
  120. Koneraw (Konorau)
  121. Kopkaka (Kopka)
  122. Korowai (Kolufaup)
  123. Korupun-Sela (Kimyal of Korupun, Korapun)
  124. Kosare (Kosadle)
  125. Kowiai (Adi, Aiduma, Kaiwai, Kajumerah, Kayumerah, Koiwai, Kuiwai, Namatota, Namatote)
  126. Kuri (Modan, Nabi)
  127. Kurudu
  128. Kwer
  129. Kwerba (Airmati, Armati, Koassa, Mataweja, Naibedj, Segar Tor, Serikenam, Tekutameso)
  130. Kwerba Mamberamo (Napok, Nobuk, Nogukwabai, Nopuk, Nopukw, Tatsewalem)
  131. Kwerisa (Taogwe)
  132. Kwesten
  133. Kwinsu (Ansudu)
  134. Legenyem (Laganyan)
  135. Lepki
  136. Liki (Moar)
  137. Maden (Palamul, Saparan, Sapran)
  138. Mai Brat (Ajamaru, Atinjo, Ayamaru, Brat, Maibrat, Maite, Majbrat, Maybrat, Mey Brat)
  139. Mairasi (Faranyao, Kaniran)
  140. Maklew (Makleu)
  141. Malay, Papuan
  142. Mander
  143. Mandobo Atas (Dumut, “Kaeti” , Kambon, Kwem, Mandobbo, Nub, Wambon)
  144. Mandobo Bawah (Dumut, “Kaeti” , Kambon, Mandobbo, Nub)
  145. Manem (Jeti, Skofro, Wembi, Yeti)
  146. Manikion (Mantion, Sogh, Sougb)
  147. Mapia (Mapian)
  148. Marau
  149. Marind (Gawir, Holifoersch, Southeast Marind, Tugeri)
  150. Marind, Bian (Bian, Boven-Mbian, Northwest Marind)
  151. Masimasi
  152. Massep (Masep, Potafa, Wotaf)
  153. Matbat (Me)
  154. Mawes
  155. Ma’ya (Sailolof, Salawati, Samate)
  156. Mekwei (Demenggong-Waibron-Bano, Menggei, Menggwei, Moi, Mooi, Munggai, Mungge, Munkei, Waipu)
  157. Meoswar (War)
  158. Mer (Miere, Muri)
  159. Meyah (Arfak, Mansibaber, Meah, Meax, Mejach, Mejah, Meyach)
  160. Mlap (Kuangsu-Bonggrang, Kwangsu-Bonggrang, Kwansu, Kwansu-Bonggrang)
  161. Mo (Wakde)
  162. Moi (Mekwei, Mooi, Mosana)
  163. Molof (Ampas, Poule)
  164. Mombum (Kemelom, Kemelomsch, Komolom)
  165. Momina
  166. Momuna (Somage, Somahai, Sumohai)
  167. Moni (Djonggunu, Jonggunu, Migani)
  168. Mor (Austronesian Mor)
  169. Mor (Mor2)
  170. Moraid
  171. Morori (Marori, Moaraeri, Moraori, Morari)
  172. Moskona (Meninggo, Meningo, Meyah, Sabena)
  173. Mpur (Amberbaken, Dekwambre, Ekware, Kebar)
  174. Munggui (Natabui)
  175. Murkim
  176. Muyu, North (Kataut, Kati-Ninanti, Moejoe, Niinati, Ninatie, North, North Kati, Yonggom, Yongkom, Yongom)
  177. Muyu, South (Digoel, Digul, Kati Metomka, Metomka, Moejoe, Ok Bari, South, South Kati, Yonggom, Yongkom, Yongom)
  178. Nafri
  179. Nakai (Na’ai, Na’i, Nagai)
  180. Nalca (Hmanggona, Hmonono, Kimjal, Kimyal, Naltje, Naltya)
  181. Namla
  182. Narau
  183. Ndom
  184. Nduga (Dauwa, Dawa, Ndauwa, Ndugwa, Pesecham, Pesechem, Pesegem)
  185. Ngalum (Sibil)
  186. Nggem
  187. Nimboran (Nambrong)
  188. Ninggerum (Kasiwa, Kativa, Muyu, Ninggeroem, Ninggirum, Ninggrum, Orgwo)
  189. Nipsan (Southern Jale, Yale-Nipsan)
  190. Nisa (Bonefa, Kerema)
  191. Obokuitai (Aliki, Ati, Obogwitai)
  192. Onin (Onim, Sepa)
  193. Onin Based Pidgin
  194. Ormu
  195. Orya (Oria, Uria, Warpok, Warpu)
  196. Papasena
  197. Papuma
  198. Pom
  199. Puragi (Mogao)
  200. Rasawa
  201. Riantana (Kimaam)
  202. Roon (Ron)
  203. Samarokena (Karfasia, Samarkena, Tamaja, Tamaya)
  204. Saponi
  205. Sauri
  206. Sause (Seuce)
  207. Saweru (Sarwar Use)
  208. Sawi (Aejauroh, Sawuy)
  209. Seget
  210. Sekar (Seka)
  211. Semimi (Etna Bay, Muri, Wesrau)
  212. Sempan (Nararapi)
  213. Sentani (Buyaka)
  214. Serui-Laut (Arui)
  215. Sikaritai (Aikwakai, Araikurioko, Ati, Sikari, Tori, Tori Aikwakai)
  216. Silimo (Paiyage, South Ngalik, Usak, Wulik)
  217. Skou (Sekol, Sekou, Sko, Skouw, Skow, Sukou, Te Mawo, Tumawo)
  218. Sobei (Biga, Imasi, Liki)
  219. Sowanda (Waina, Waina-Sowanda, Wanja, Wanya, Wina)
  220. Sowari (Demta, Muris)
  221. Suabo (Iagu, Inanwatan, Mirabo, Suabau)
  222. Sunum (Yamna)
  223. Tabla (Jakari, Tabi, Tanah Merah, Tanahmerah 2, Tepera)
  224. Taikat (Arso, Tajkat)
  225. Tamagario (Buru, Tamaraw, Wagow, Wiyagar)
  226. Tanahmerah (Sumeri, Sumerine)
  227. Tandia
  228. Tangko
  229. Tarpia (Tarfia, Sufrai)
  230. Tause (Darha, Doa)
  231. Tebi (Dubu)
  232. Tefaro (Demba)
  233. Tehit (Kaibus, Tahit, Tehid, Teminabuan)
  234. Tobati (Enggros, Humboldt Jotafa, Jayapura, Jotafa, Tobwadic, Yautefa, Yotafa)
  235. Tofanma (Tofamna)
  236. Towei (Towe)
  237. Trimuris
  238. Tsaukambo (Kotogüt, Tsokwambo, Tsakwambo)
  239. Tunggare (Tarunggare, Turunggare)
  240. Una (Goliath, Langda, Mt. Goliath, Oranje-Gebergte)
  241. Uruangnirin (Faur, Tubiruasa)
  242. Usku (Afra)
  243. Viid (Senggi)
  244. Vitou (Takar)
  245. Wabo (Nusari, Woriasi)
  246. Waigeo (Ambel, Amber, Amberi, Waigiu)
  247. Walak (Lower Pyramid, Wodo)
  248. Wambon
  249. Wandamen (Bentoeni, Bentuni, Bintuni, Wamesa, Wandamen-Windesi, Windesi, Windessi)
  250. Wanggom (Wanggo, Wangom)
  251. Wano (Waano)
  252. Warembori (Waremboivoro, Warenbori)
  253. Wares
  254. Waris (Walsa)
  255. Waritai (Wari, Weretai)
  256. Warkay-Bipim (Bipim, Bipim As-So)
  257. Waropen (Aropen, Wonti, Worpen)
  258. Wauyai
  259. Woi (Wo’oi)
  260. Wolani (Woda, Woda-Mo, Wodani)
  261. Woria
  262. Yahadian (Jahadian, Nerigo, Yabin Yahadian)
  263. Yale, Kosarek (In-lom, Kosarek, Wanam, Yale-Kosarek)
  264. Yali, Angguruk (Angguruk, Northern Yali, Yalimo)
  265. Yali, Ninia (Jalè, Jaly, Ninia, North Ngalik, Southern Yali, Yali Selatan)
  266. Yali, Pass Valley (Abendago, North Ngalik, Pass Valley, Western Yali, Yaly)
  267. Yaqay (Jakai, Jaqai, Mapi, Sohur, Yaqai)
  268. Yarsun
  269. Yaur (Jaur)
  270. Yawa (Iau, Mantembu, Mora, Turu, Yapanani, Yava)
  271. Yei (Je, Jei, Yei-Nan, Yey)
  272. Yelmek (Jab, Jabsch, Jelmek, Jelmik)
  273. Yeretuar (Goni, Umar, Umari)
  274. Yetfa (Biaksi, Biksi, Inisine)
  275. Yoke (Bitovondo, Jauke, Pauwi, Yauke, Yoki)
  276. Zorop (Yafi, Jafi, Yaffi, Wagarindem, Wargarindem, Jafi Wagarindem, Warlef)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s