Alhamdulillah dapat award (penghargaan) lagi

Penganugerahan the best presentation award

Jalan menuju sebuah kesuksesan memang tidaklah mudah. Berliku dan tidak jarang penuh dengan onak dan duri. Sukses yang saya maksud di sini, sudut pandang penilaiannya bukanlah materi atau uang, melainkan seberapa dekat capaian yang kita capai dengan target yang kita pasang. Ibarat melakukan regresi linear dalam statistika, maka sukses itu dapat diukur dengan nilai R2 (koefisien korelasi). Semakin nilai R2 mendekati 1, maka semakin besar tingkat kesuksesannya.

Pada hari Kamis tanggal 23 Juli 2020 kemarin, saya mengikuti sebuah conference ke-11 Molecular Architectonic yang diselenggarakan secara online. Beberapa waktu sebelumnya saat mendaftar, karena saya memenuhi syarat (usia dibawah 35 tahun) maka saya memang menominasikan diri untuk ikut dalam penilaian untuk mendapatkan award (penghargaan). Seiring dengan berjalannya waktu sampai akhirnya mendekati waktu presentasi, ritme aktivitas penelitian dan juga persiapan masih biasa saja. Sampai akhirnya H-2 asisten profesor di lab mengabarkan secara mendadak bahwa dalam waktu 2 jam akan dilaksanakan latihan presentasi. Cukup mengagetkan karena saya sendiri belum menyiapkannya. Maka dalam dua jam itulah sekitar 17 slide berhasil saya susun untuk dapat berbicara selama 15 menit.

Tibalah saat latihan presentasi. Cukup lama saya berdiri, kurang lebih 1.5 jam di hadapan supervisor dan juga beberapa rekan yang juga akn latihan presentasi. Biasanya kalau latihan presentasi memakan waktu lama, itu tandanya banyak masalah dalam slide presentasi nya. Dan benar saja, slide presentasi yang saya persiapkan sangat bermasalah karena ketiadaan data hasil penelitian baru. Sebenarnya wajar jika dalam sebuah penelitian terlebih yang ber’madzhab’ eksperimentalis seperti saya kesulitan mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan dalam sebuah eksperimen. Itulah yang saya sedang hadapi dalam beberapa bulan terakhir. Sehingga saya tidak dapat menampilkan hasilnya di dalam slide. Dan karena itulah, selama 1 jam mendapatkan ‘tausiyah’ pedas dari supervisor. Inti ‘tausiyah’ nya adalah dalam waktu 24 jam harus ada hasil eksperimen berupa data yang baru. Mulailah saya pacu otak untuk berfikir, apa yang bisa dilakukan dalam rentang waktu yang relatif sempit itu.

Setelah menimbang beberapa kemungkinan, sampailah pada sebuah keputusan bahwa saya akan melakukan eksperimen tertentu malam itu juga. Dan setelah persiapan selesai, ternyata ada salah seorang member lab yang membawa kunci ruangan pengukuran ke rumahnya sedangkan rumahnya jauh dari kampus sehingga tidak mungkin kembali ke kampus saat itu juga. Ya sudahlah, saya putuskan pulang saat itu juga berharap besok pagi dapat melakukan pengukuran sambil menyusun rencana cadangan.

Di tengah ketegangan tersebut, karena waktu yang semakin mepet dan data yang belum berhasil didapatkan padahal sudah H-1, saya menemukan satu data eksperimen yang belum diolah dan dianalisa dengan baik. Akhirnya, saya coba olah data-data tersebut. Waktu yang tersisa sampai dengan latihan presentasi selanjutnya sangatlah mepet, hanya tersisa sekitar 2 jam saja. Akhirnya berhasil juga saya olah datanya walaupun analisa datanya masih belum fix. Dan lagi-lagi saat latihan presentasi saya mendapatkan ‘tausiyah’ lainnya. Waktu sudah menunjukkan jam 18.00 sedangkan besok harus presentasi jam 14.30, sudah tidak punya banyak waktu tersisa. Malam itu, saya coba ajak diskusi teman lab. Panjang lebar kita diskusi sampai akhirnya kita dapat ide analisa datanya. Begitu dapat, segera saya tuliskan dalam slide presentasi lalu mengirimkannya kepada supervisor untuk dicek.

Alhamdulillah analisanya diterima. Beliau minta untuk ketemu online sebelum conference dimulai. Saya menyanggupi. Dan saat temu online itu, masih mendapat ‘tausiyah’ dan tentunya adu argumentasi terkait analisa data. Bagian adu argumentasi ini saya menangkan. Dan saya menyatakan siap maju presentasi.

Suasana penutupan online symposium

Selayaknya seseorang yang sedang menghadapi tekanan luar biasa, maka begitu presentasi berakhir dan berakhir juga sesi tanya-jawab, tentu ada rasa lega yang luar biasa. Stress itu pun berangsur berkurang dan kondisi berangsur membaik. Lega rasanya. Waktu itu saya sudah tidak memikirkan harus dapat award atau tidak, yang penting saya dapat menyelesikan presentasi dengan baik aja, itu sudah sangat melegakan.

Keesokan harinya, selepas sholat Jumat, HP berdering, supervisor menghubungi untuk dapat segera online dan ikutan closing acara conference. Saya menyanggupi. Awalnya saya masih bingung ada apa ya kok diminta hadir. Tibalah pada pengumuman award. Satu nama disebut, bukan nama saya. Satu nama lainnya disebut lagi, juga bukan nama saya. Sudah dua nama disebut meraih award tapi bukan nama saya. Waktu itu saya berfikir, oh mungkin ini cuma disuruh ikutan closing aja kali ya. Dan ternyata paling akhir nama saya dipanggil meraih the best presentation award, dan dua orang sebelumnya itu ibaratnya menempati posisi kedua dan ketiga. Alhamdulillah ya Allah. Ini penghargaan yang luar biasa. Luar biasa berkecamuknya pikiran dan hati. Betapa tidak. Selama 2 hari menghadapi tekanan yang luar biasa, sudah tidak lagi memikirkan award padahal ikutan nominasi, bisa presentasi aja udah oke banget dah. Ternyata ada kado istimewa di akhirnya. Alhamdulillah.

Dalam simposium Molecular Architectonic yang ke-11 ini, saya mempresentasikan hasil penelitian berupa partikel berukuran nanometer yang dibuat menjadi reservoir computing (RC) dan kemampuannya untuk mengenali dan memproses suara. Konsep RC sendiri merupakan bagian dari recurrent neural networks (RNN) yg diusulkan oleh Herbert Jaeger pada tahun 2011 dan kami mencoba mewujudkannya dalam bentuk perangkat keras (hardware). Ini adalah penghargaan kedua yang saya raih. Penghargaan pertama saya tuliskan di sini. Dan penghargaan ini juga ternyata turut memeriahkan isi website kampus. Semoga hasil ini menambah semangat untuk terus memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Special thanks to my lovely wife and my lovely daughters for always supporting me.

Berita di website kampus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s