Memaknai ‘Asyura

Shahih Bukhari no. 3649 tentang puasa Asyura

Diantara peristiwa penting yang terjadi di bulan Muharram adalah Allah selamatkan Nabi Musa ‘alayhissalam dari kejaran Fir’aun dengan ditenggelamkannya Fir’aun dan bala tentaranya. Kisah Nabi Musa ‘alayhissalam adalah kisah yang paling banyak diceritakan di dalam Al-Qur’an. Jumlahnya lebih dari 400 ayat. Saking banyaknya ayat yang menceritakan tentang kisah Nabi Musa, menjadikannya ikon atau simbol perlawanan terhadap segala bentuk perbudakan, penindasan, ketidakadilan dan kebathilan. Klimaks perlawanan itu terjadi saat kebathilan itu runtuh ditandai dengan tenggelamnya Fir’aun dan bala tentaranya. Dan puasa Asyura merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas runtuhnya ikon kebathilan itu.

Jadi, dengan berpuasa Asyura, seolah kita juga turut bersyukur dan merayakan runtuhnya simbol kezaliman dan kebathilan tersebut. Dan bentuk konkrit dari syukur itu, selain dengan menunaikan puasa ‘Asyura dalam rangka menjalankan ketaatan, paling tidak, kita (yg berpuasa) tidak menjadi pendukung segala bentuk kezaliman, penindasan, ketidakadilan, dan bentuk kebathilan lainnya yang ada di masa kita hidup saat ini.

Trus, gimana cara Nabi Musa ‘alayhissalam menghadapi Fir’aun dan bala tentaranya (termasuk di dalamnya Haman dan Qarun) kala itu?

Nah, ini menarik. Setidaknya ada beberapa poin yang menjadi catatan saya. Pertama, Nabi Musa meminta kepada Allah agar saudaranya, Nabi Harun, menemaninya, karena Nabi Harun memiliki kapasitas dan karakter yang menurut Nabi Musa cocok untuk mengemban tugas itu bersama-sama. Kedua, Allah meminta kedua Nabi bersaudara itu mengingatkan Fir’aun dengan kata-kata yang lemah lembut [Thaha: 44] dan face-to-face [Thaha: 47]. Bahkan, karena Fir’aun menolak dan menantang, sampai menunjukkan kesalahan Fir’aun dan bala tentaranya di hadapan rakyatnya [Thaha: 58-64]. Bagian ini diakhiri dengan runtuhnya para penyihir (buzzer) Fir’aun [Thaha: 70-73], meruntuhkan pula deal-deal yg terjalin diantara mereka [Asy-Syu’ara: 38-42] dan sekaligus membuat rakyat tersadar [Al-A’raf: 129]. Ketiga, sinergi dengan semua elemen yg punya visi sama bahkan dengan yang berada di dalam lingkar kekuasaan, dan tentunya dengan peran dan cara masing-masing [Ghafir: 28].

Apa semua itu berjalan mulus tanpa gangguan?

Enggak juga. Justru Nabi Musa mendapat ejekan dari elitenya Fir’aun [Al-Qashash: 38], pernah mendapat fitnah wanita sebagai bentuk tekanan psikis (pembunuhan karakter) untuk menekan laju perlawanan Nabi Musa kala itu, ada juga rencana pembunuhan, dan tentunya ada banyak bentuk respon Fir’aun kala itu. Dan dari sinilah kita dapatkan sebuah pelajaran penting bahwa nafas para penyeru kebaikan haruslah panjang, karena sejatinya umur kebathilan itu pendek. Butuh kesabaran yang luar biasa untuk menghadapi kebathilan.

Setelah semua upaya telah maksimal dilakukan, selanjutnya serahkan sepenuhnya semua urusan pada Allah Subhanahu wa ta’ala. Karena wilayah kerja manusia hanya memaksimalkan upaya dan berdoa. Itulah kenapa saat semua upaya sudah dilakukan dan tak ada perubahan, Allah memerintahkan nabi Musa dan Bani Israil keluar dari wilayah tersebut. Dan itupun masih dikejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya. Sampai akhirnya Allah menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya di laut dan menyelamatkan nabi Musa dan Bani Israil.

Eh jadi panjang gini tulisannya. Ya udah, dicukupkan sekian dulu ya. Sebagai penutup,

فاليوم ننجيك ببدنك لتكون لمن خلفك آية وإن كثيرا من الناس عن آياتنا لغافلون
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lalai dari tanda kekuasaan Kami” (Yunus: 92).

Selamat menjalankan puasa sunnah ‘Asyura, selamat merayakan kemenangan yg Haq atas yg bathil. Jangan mau jadi pendukung kebathilan. Teruslah jadi penyeru atau setidaknya pendukung yang Haq sesuai dengan peran dan posisi kita masing-masing. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua dan mengampuni dosa-dosa kita setahun yang lalu.

Kitakyushu, 10 Muharram 1442 H / 29 Agustus 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s