Sampai titik ini: sebuah catatan perjalanan hidup empat tahun terakhir (2016-2020)

Ngoprek MacBook, Ubuntu, dan python

Prolog

Tulisan kali ini dalam rangka melengkapi tulisan tentang perjalanan hidup dalam dunia akademik, mencakup capaian-capaian dan tentunya yang tidak kalah berharganya adalah pelajaran hidup atau hikmah yang terkadung di dalam setiap jejak langkah. Adapun tulisan sebelumnya yang dimaksud adalah: Dua Setengah Tahun di HUFS, Menjadi peneliti di sebuah perusahaan di Korea Selatan, dan 39 bulan di Jepang. Sebetulnya dalam setiap detil episode kehidupan yang dilalui selalui ada hikmah. Tetapi tulisan kali ini hanya mengupas ujung dari setiap episode perjalanan karir akademik (study di luar negeri sekaligus kerja sebagai peneliti). Adapun hikmah-hikmah lainnya dapat dibaca pada tulisan-tulisan yang ada di bawah menu “My Life”.

***

Salah satu cara introspeksi atau muhasabah diri adalah dg menghitung besarnya nilai “delta” (Δ) antara tahun 2016 (awal ke Jepang) dengan sekarang tahun 2020. Sejauh ini yang sudah dipelajari meliputi: jaringan sel syaraf (neural network), lalu rekayasanya yg mencakup bidang kimia (sintesis material, seperti ligand-exchange reaction, inverse micelle, modified Brust-Schiffrin method), fisika (sifat fisis material), elektronika (rangkaian elektronik untuk uji piranti), matematika (permodelan), dan terakhir programming (labview untuk interface rangkaian elektronik dengan komputer dan python untuk pengolahan datanya).

Untuk bidang yang terakhir, sampai menghidupkan hobby lama: ngoprek komputer. Selama bulan September 2020 ini, lebih banyak berkutat dengan MacBook jadul. Setelah sebelumnya berhasil membuang MacOSX jadul dan menggantinya dengan Ubuntu, lalu muroja’ah command line, sekarang merambah ke coding. Biasanya saya pakai ori**nl*b (nama produk disensor 😁) untuk mengolah data, dan baru kali ini mencoba develop python code. Saya masih tergolong newbie untuk python. Dulu cuma pernah belajar C++ aja dan itupun beberapa sudah menguap karena hampir ga pernah dipakai. Ada beberapa keunggulan menggunakan coding, diantaranya proses lebih cepat (bisa generate 50 grafik dari puluhan bahkan ratusan data dalam waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan ori**nl*b), tanpa “not responding”, dan tanpa antre di komputer lab. Kadang sampe kepikir, kenapa ga dari dulu ya, kan bisa irit umur. Hehehee…

Banyak juga ya. 😁 Alhamdulillah. Salah satu kesimpulan filosofis yang didapat adalah ternyata otak manusia itu kompleks. Belum lagi, pernah dapat tugas berkaitan dengan proteomics, bidang yg mempelajari tentang protein yg ternyata sistem kompleks juga. Ini menambah pengetahuan bahwa sistem yg ada di dalam tubuh manusia itu kompleks tetapi luar biasa indah dan menakjubkan. Belum lagi kalau dibanding-bandingkan antara otak manusia dengan perangkat tercanggih saat ini (komputer, smartphone, dan sejenisnya), baik dari aspek kapasitas memory, kebutuhan daya minimum, kemampuan memproses informasi dan data, dll, semakin menambah takjub terhadapnya. Mungkin inilah yg menyebabkan manusia itu memiliki sifat yg unik, bahwa setiap individu itu tidak sama satu dg yang lainnya bahkan anak kembar sekalipun.

Kalau kita berpikir lebih jauh lagi, seperti pertanyaan bagaimana otak yang kompleks itu dan luar biasa itu tercipta, maka kita akan sampai pada ilmu ma’rifatullah (mengenal Allah, mengenal tuhan). Dan dengan memahami itu, kita akan akan tiba juga pada ma’rifaturrasul (memahami peran para Nabi & Rasul), ma’rufatul Qur’an dan ma’rufatul insan, yang dengan itu semua kita memahami bahwa manusia apapun rasnya adalah makhluk yang memiliki perangkat yang sama (otak, dll), maka tak perlu membeda-bedakan manusia berdasarkan warna kulit ataupun rasnya. Dan oleh karena manusia itu unik, maka setiap individu manusia memiliki potensi serta peran yang berbeda di muka bumi. Tinggal bagaimana setiap manusia menemukan dan mengoptimalkan peran dan potensi diri, lalu membangun sinergi sesama manusia dg tujuan ultimate nya adalah mengejar reward dari Yang Maha Kuasa, yaitu surga.

#RenunganMalam

One thought on “Sampai titik ini: sebuah catatan perjalanan hidup empat tahun terakhir (2016-2020)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s