Bolehkah berbuka puasa dengan jimak?

Oleh: Ust. Abdullah Al-Jirani

Berbuka puasa dengan jimak (bersenggama) hukumnya boleh. Namun menurut pendapat muktamad (resmi) dalam mazhab syafi’i, hal ini tidak akan terwujud fadhilah kesunahan menyegerakan berbuka puasa. Karena fadhilah menyegerakan puasa hanya akan terealisasi dengan sesuatu yang akan bisa menguatkan tubuh, seperti makan dan minum. Adapun jimak, justru melemahkan tubuh.

Syekh Nawawi Al-Bantani Asy-Syafi’i rahimahullah berkata : “Pendapat yang muktamad (dalam mazhab Syafi’i), tidak terwujudnya kesunahan menyegerakan berbuka puasa dengan jimak (bersenggama) karena di dalamnya terdapat pelemahan kekuatan seseorang.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s