About me

Mulawarman, Asmawarman, Marawijaya Warman, Gajayana Warman, Tungga Warman, Jayanaga Warman, Nalasinga Warman, Gadingga Warman Dewa, Indra Warman Dewa, Sangga Warman Dewa, Candrawarman…

Itu semua adalah nama-nama raja di Kerajaan Kutai. Lalu siapakah Hadiyawarman? Mengapa namanya tidak ada diantara mereka? Apa yang berbeda dari warman yang satu ini?
Hadiyawarman bukanlah seorang Raja dan mungkin tidak ada garis keturunan raja walaupun namanya ada sedikit kemiripan dengan nama-nama raja zaman081025_Hadi_Photo dahulu. Baiklah langsung saja kita bahas. Sebenarnya ada 2 sisi pembahasan mengenai makna di balik nama saya ini..hehehe..

1. Dilihat dari sejarah
Setelah saya mengorek berbagai informasi dari ibu, bapak, kakek, dan nenek saya, akirnya saya ketahui. Bahwa nama saya diberikan oleh Kakek dari pihak Ibu. Kebetulan kakek saya ini ‘fans berat’ Majapahit. Beliau hafal benar sejarahnya. Salah satu tokoh dalam kisah kerajaan Majapahit adalah Aditya Warman (CMIIW). Nah, singkat kata, Kakek saya itu memberikan nama saya berdasarkan pada sejarah tersebut.
Kenapa “Hadi”? Kenapa tidak sekalian “Aditya”?
Ini berkaitan dengan tanggal lahir saya. Saya dilahirkan pada tanggal 12 Juni 1986 atau bertepatan dengan 3 atau 4 Syawal 1408 H pada pukul 23.30 WIB (wuiiihhh…lengkap cuy..hehehe…:D). Nah, itu bertepatan dengan Hari Idul Fitri. hmmmm….Jadi “Hadiyawarman” jika sedikit dimanipulasi, secara pengucapan mirip dengan kata “Hadiah lebaran”. Karena saya lahir di hari raya idul fitri atau lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan ‘lebaran’. Yah begitulah kisah di balik sejarah nama saya.

2. Dilihat dari sisi bahasa
OK. Tadi sudah saya jabarkan penjelasan dari sisi sejarah. Sekarang kita lihat dari sisi bahasa. Sedikitnya ada 2 jenis bahasa yang terkandung dalam nama saya, bahasa arab dan bahasa sansekerta.
“Hadi” (هاد), berasal dari bahasa arab. Dalam bahasa arab dikenal istilah tashrif, yaitu sebuah cabang ilmu yang mempelajari

perubahan kata dalam bahasa arab. Kata “Hadi” merupakan isim fa’il dari “Hadaa”, yang berarti “pemberi petunjuk”. Mungkin kita ingat salah satu nama Allah dalam Asma’ul Husna, yaitu Al-Hadi, Maha Pemberi Petunjuk.

“Ya” (يا), dalam bahasa arab, ini masuk dalam kategori harf (huruf), atau lebih tepatnya harf al-munada (حرف المنادى). Biasanya ini digunakan untuk memanggil. Dalam Al-qur’an sering kita dengar atau kita baca kata “Yaa ayyuha…” (ياأيها), yang artinya adalah “wahai (orang-orang)” (kata panggilan, kata yang digunakan untuk memanggil). Atau sebagai contoh yang lainnya, ada dalam hadits, pernah kita dengar juga kata “Yaa fulaan..” (يا فلان), yang artinya “wahai fulan”.
“Warman”, berasal dari bahasa sangsekerta, yang memiliki arti “raja”. Itulah sebabnya mengapa nama-nama raja di masa lampau selalu ada kata “warman” di belakangnya.
Jadi secara keseluruhan, Hadiyawarman memiliki arti apa ya? hmmm…saya juga bingung sendiri. 😀

Yah, kesimpulannya, silahkan disimpulkan sendiri ya…hehehe….

***

Saya terlahir dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Kakek seorang oetani di desa, bapak seorang supir di salah satu institusi pendidikan swasta milik asing (Arab Saudi) di Jakarta, atau yang dikenal dengan nama LIPIA. Ingat ya, hanya seorang supir, bukan dosen.

Saya adalah pengembara, perantau. Sejak lulus SD saya sudah memutuskan untuk hidup mandiri dengan melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat. Selama 6 tahun saya menuntut ilmu di sana (1998-2004). Setelah lulus dari sana, saya kembali merantau ke Bandung, untuk kuliah di salah satu universitas di sana, sebagian orang menyebutnya Institut Tekanan Batin, sebagian yang lain menyebutnya Institut Taman Bermain., sebagian yang lain Icalan Teh Botol. Penyebutan itu pada dasarnya tergantung pada kondisi batin mereka. #apasih. Sedangkan saya menyebutnya sama seperti nama aslinya, Institut Teknologi Bandung. Alhamdulillah dalam waktu kurang lebih empat tahun, saya dapat menyelesaikan pendidikan saya pada bulan Oktober 2008, tentunya dengan bantuan finansial dari kampus (Beasiswa ekonomi). Selama setahun setelah lulus dari sana, saya masih bertahan di Bandung, dan sempat mendirikan bimbel NATC bersama Rendy Saputra, Sujarwo, Tata, dkk.

my almamater
Almamater

Setelah itu, dengan rahmat Allah SWT, Alhamdulillah, pada tahun 2009, saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan perantauan saya ke Yongin, Gyeonggi-do, Korea Selatan, untuk menempuh jenjang pendidikan magister di bidang Fisika, di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS). Mungkin bagi sebagian orang ketika mendengar kata “Hankuk”, maka yang terbayang adalah sebuah perusahaan ban “Hankook”. 😀 Padahal bukan lho ya…Selama 2 tahun saya mempelajari sifat optik dari ZnO nanostructures yang ditumbuhkan di atas beberapa lembar grafin (graphene) menggunakan metode hydrothermal. Penelitian ini dilakukan di dua universitas yang berbeda, HUFS di Yongin dan SNU di Seoul. Tetapi, mayoritas dilakukan di Seoul National University (SNU). Jadi, hampir setiap hari pulang pergi Yongin-Seoul yang jaraknya 2 jam perjalanan ditempuh dengan menggunakan bus-subway-bus. Sebagian besar umur habis di perjalanan (tua di jalan). 😀

Setelah mengantongi gelar master of science (M.Sc) dari HUFS, saya sempat melanjutkan S3 di tempat yang sama. Namun, karena ada beberapa hal (desakan hasrat pribadi yang ingin segera mengakhiri masa lajang), akhirnya saya putuskan untuk mengundurkan diri dari kampus dan alhamdulillah diterima bekerja di salah satu perusahaan di Korea (SFC co ltd) sebagai peneliti. Saya meninggalkan dunia kampus setelah meraih gelar M.Sc dengan beberapa karya ilmiah. Karya-karya tersebut saya tuliskan di sini.

Memasuki dunia yang baru, yaitu dunia industri membuat saya harus mempelajari hal yang baru. Bidang yang saya teliti ketika itu adalah OLED (Organic Light Emitting Diode) yang nantinya material ini disuplai ke Samsung Electronic Display untuk dijadikan display smartphone. Tidak lama sejak mulai bekerja di perusahaan ini, saya pun akhirnya menikah. Alhamdulillah… 🙂 Karena jarak yang jauh, proses menuju pernikahan dilalui dengan cara yang unik. Saya bekerja di perusahaan tersebut selama 2.5 tahun (Mei 2012-Oktober 2014). Selama kurun waktu tersebut, Alhamdulillah ada beberapa karya yang sempat dihasilkan. Berbeda dengan karya saat mengenyam pendidikan formal tingkat magister, karya tersebut berupa paten, lengkapnya saya tuliskan di sini.

Setelah itu, pada Januari 2015, saya memutuskan pulang ke Indonesia dan menghabiskan waktu 1.5 tahun di Indonesia. Shock-culture, peralihan budaya dari Korea ke Indonesia membuat saya harus beradaptasi ulang. Terbiasa dengan budaya Korea yang cepat dalam bekerja, jalanan yang selalu lancar, seketika harus masuk ke jalur lambat. Tetapi alhamdulillah semua dapat dilalui. Selama di Indonesia, saya membantu memudahkan beberapa pelajar di Indonesia untuk memahami materi-materi sains dan mengenalkan perkembangan sains di luar negeri.

Perjalanan hidup
Perjalanan hidup dari masa ke masa, dari jomblo sampai memiliki anak tiga, dari bayi sampai S3.

Oktober 2016, Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan lagi bagi saya untuk melanjutkan kuliah jenjang doktoral (S3) di Jepang dengan dukungan finansial penuh dari pemerintah Jepang (beasiswa MEXT). Saat ini saya masih menempuh pendidikan doktoral di Kyushu Institute of Technology dengan bidang brain-inspired nanodevice atau neuromorphic device. Jika tertarik atau setidaknya mau tau tentang bidang ini, silakan baca sedikit catatan saya tentang bidang ini di sini. Selama kurang lebih 39 bulan menjalani pendidikan doktoral, Alhamdulillah ada beberapa karya yang dihasilkan. Untuk karya-karya selama menempuh pendidikan doktoral, dapat dibaca di sini.

Theses
Tugas akhir S1, Thesis S2, dan Dissertation S3

Jadi kalau dirunut:

  • S1: Nanocomposite → mechanical properties
  • S2: Nanostructures → opto-electronic properties → solar cell
  • S3: Nanoparticles → electrical properties → neuromorphic hardware

Semuanya berbicara tentang nanomaterials dengan beragam sifat (properties) yang dipelajari, seperti sifat mekanik (kekuatan), sifat optik dan elektronik, dan sifat kelistrikan.

Oh iya, hobby saya membaca, menulis, dan berbagi pengetahuan. Dulu olahraga masuk dalam daftar hobby saya, tetapi beberapa tahun terakhir jarang olahraga karena kesibukan. Olahraga yang saya gemari adalah sepak bola, basket, ping pong, dan badminton. Tidak terlalu jago, sekedar bisa main aja. Adapun membaca, buku-buku yang senang saya baca adalah buku-buku tentang sains, quran, fiqih, dan self-development. Oleh karenanya, di dalam blog ini, anda akan mendapati tulisan-tulisan seputar tema-tema itu.

hmmm…mungkin segitu aja dulu ya, riwayat penulis. Yang penting udah jelas kan apa bedanya warman yang satu ini…
.:: Hadiyawarman ibn Tukiman ibn Amat Shobari ibn Tarmudi ::.

13 thoughts on “About me

  1. heu,,, narsis sekali dirimu.. wkwkwk.. aktifin lagi dund nulisnya,, klo bisa bikin novel,, buat nambah2 lumayan khaaaan.. hohoho

    Like

  2. Assalamu’alaykum, Bang Hadi.

    Tanpa sengaja saya menemukan website ini ketika sedang melihat foto kakak saya yang pernah kuliah di LIPIA di Facebook. Tulisan-tulisan anda menginspirasi saya. Salam kenal dan semoga kita bisa bersahabat 🙂

    Ihsan
    Fairfax, Virginia

    Like

  3. Ihsan :

    Assalamu’alaykum, Bang Hadi.

    Tanpa sengaja saya menemukan website ini ketika sedang melihat foto kakak saya yang pernah kuliah di LIPIA di Facebook. Tulisan-tulisan anda menginspirasi saya. Salam kenal dan semoga kita bisa bersahabat :)

    Ihsan
    Fairfax, Virginia

    Wa’alaikum salam…

    Wah LIPIA ya? hehehe…bapak saya kerja di sana.
    Ya semoga tulisan-tulisan saya bermanfaat buat Ihsan. Salam kenal juga dan insya Allah dengan senang hati saya bisa bersahabat dengan Ihsan di Virginia. Terima kasih atas kunjungannya di webblog saya…mohon maaf jika tulisannya masih acak-acakan dan tidak terstruktur dengan rapi. Maklum, masih belajar….hehhehe… 😀

    Like

  4. ka hadi, salam knal. sy tmn’y farhan d husnul. skrg klas 12 aliah.
    tolong informasikan beasiswa korea selengkap-lengkap’y dong ka..
    tulis d blog kk gitu.. ya ya?
    sy doakan mudah2an stlh mnjadi master cpet dpt jodoh deh.. amiin..
    hehe
    trima kasih

    Like

  5. Hahaha, pas baca bagian tentang “saya sejak kecil sudah merantau”, saya jadi teringat cerita saya sendiri. 😀 Cerita saya sebenarnya sih hampir persis sama kk, lulus SD nyantren 6 tahun di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, sekarang tahun pertama di ITB (Institut Termahal Bangsa, kata org lho :D). Doain ya kk, moga saya bisa belajar dari pengalaman kk dan menapaki jalan yang sama (insya allah lebih 🙂 ) suksesnya dengan kk. Barakallah.

    Allahu Akbar!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s