Catatan penting khutbah Jum’at 911 (2020)

Sumber: google

2020年09月11日, taman Mitsudadaike, Kitakyushu, Jepang.

Dalam sholat Jumat siang tadi, khatib mengingatkan jamaahnya dengan sebuah hadits yang (bagi saya) luar biasa.

Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba pada Hari Kiamat, sehingga ditanyakan tentang (empat perkara):

Continue reading “Catatan penting khutbah Jum’at 911 (2020)”

Memaknai ‘Asyura

Shahih Bukhari no. 3649 tentang puasa Asyura

Diantara peristiwa penting yang terjadi di bulan Muharram adalah Allah selamatkan Nabi Musa ‘alayhissalam dari kejaran Fir’aun dengan ditenggelamkannya Fir’aun dan bala tentaranya. Kisah Nabi Musa ‘alayhissalam adalah kisah yang paling banyak diceritakan di dalam Al-Qur’an. Jumlahnya lebih dari 400 ayat. Saking banyaknya ayat yang menceritakan tentang kisah Nabi Musa, menjadikannya ikon atau simbol perlawanan terhadap segala bentuk perbudakan, penindasan, ketidakadilan dan kebathilan. Klimaks perlawanan itu terjadi saat kebathilan itu runtuh ditandai dengan tenggelamnya Fir’aun dan bala tentaranya. Dan puasa Asyura merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas runtuhnya ikon kebathilan itu.

Continue reading “Memaknai ‘Asyura”

Covid-19: ujian pemahaman aqidah dan keimanan

90471603_233415568052278_1143178311166328832_n

Ditengah mewabahnya virus SAR-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19, di tengah masyarakat muslim bermunculan sikap yang berbeda-beda walaupun dewan fatwa MUI (bahkan mufti-mufti dari negara-negara muslim lainnya sudah mengeluarkan sikap yang sama) sudah menyerukan beberapa fatwa. Dan tidak sedikit diantara muslim Indonesia bahkan abai terhadap seruan MUI dengan berbagai argumentasinya. Bagi muslim yang awam, beberapa sikap tersebut seolah benar adanya, padahal kalau dikaji lebih jauh, sikap-sikap tersebut sudah pernah muncul di zaman dahulu, terutama mensikapi persoalan iman kepada qadar dan takdir Allah. Dan ini merupakan ujian yang luar biasa bagi ulama dan juga umat muslim. Karena salah satu esensi daripada rukun iman adalah membentuk mindset (pola pikir) yang benar, sehingga dari sana nantinya muncul sikap yang benar pula. Jadi selama mindset itu bermasalah, maka sikap yang diambil juga akan bermasalah atau menimbulkan masalah. Setidaknya ada 3 sikap (yang ketiganya mewakili aliran teologis) dalam menyikapi wabah bala penyakit (berhubungan dengan qadar dan takdir), berikut penjelasannya.

Continue reading Covid-19: ujian pemahaman aqidah dan keimanan

Penentuan waktu shalat (Bagian-1): Dalil waktu shalat

Perbedaan waktu shalat

Suatu ketika, saat bulan Ramadhan pertama di Jepang, saya mendapati sebuah kondisi dimana terjadi perbedaan pendapat mengenai azan subuh dan maghrib, 2 waktu sholat yang paling krusial terutama saat bulan Ramadhan. Masing-masing berpegang pada aplikasi android yang mereka install di HP mereka. Sehingga muncullah istilah “azan subuh versi MuslimPro” atau kalimat-kalimat sejenisnya. Perlu diketahui oleh para pembaca bahwa salah satu realitas kehidupan muslim di negeri minoritas ini adalah kita jarang sekali mendengar suara azan kecuali melalui HP, itupun kalau aplikasinya di-set untuk mengumandangkan azan. Kalau tidak, ya tidak ada suara azan, dan yang ada hanyalah semacam alarm tanda masuk waktu shalat. Itu saja. Kembali pada kisah tadi, kalimat-kalimat tersebut seolah meligitimasi bahwa MuslimPro dan sejenisnya merupakan ‘madzhab’ dalam penentuan waktu sholat. Karena sebab itulah tidak jarang terjadi perbedaan pendapat dan bahkan meruncing hingga pada perdebatan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Waktu itu saya sempat berfikir, pasti ada jawaban yang sangat rasional dibalik itu semua dan rasanya sangat baik jika saya bisa menjelaskan atau berbagi pengetahuan dibalik perbedaan-perbedaan itu sehingga tidak perlu ada lagi yang berdebat tanpa dasar pengetahuan yang memadai atau bahkan yang lebih parah dari itu. Oleh karena itu, tulisan kali ini terinspirasi dari kisah di atas.

Continue reading Penentuan waktu shalat (Bagian-1): Dalil waktu shalat

“Khairunnaas”, sebaik-baik manusia. Siapa?

Siapa sebaik-baik manusia

Ditinjau dari sisi bahasa, “Khairu An-naas” (خير الناس) berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari 2 kata: khair (خير) yang berarti baik dan an-naas (الناس) yang berarti manusia. Kata “khair” tersebut di-idhafahkan (mudhaf-mudhaf ilayhi) atau disandarkan kepada kata “An-naas”, sehingga secara keseluruhan berarti “sebaik-baik manusia” atau “manusia yang paling baik”. Dari sini muncul tanya:

Definisi “baik” ini apa? menurut siapa? apa rujukan / patokan /  referensinya? Siapa mereka? Adakah ciri-cirinya? Apa saja?

Continue reading “Khairunnaas”, sebaik-baik manusia. Siapa?