28 Oktober 2020: Maulid nabi dan sumpah pemuda

Merenungi kembali perjalanan hidup Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (Sirah Nabawiyah), trus iseng-iseng bikin timeline ala saya. 😁 Mohon dikoreksi jika ada kesalahan. 🙏

Buku bertema Sirah Nabawiyah bagi saya adalah buku yang tidak membosankan untuk dibaca berulang-ulang. Selalu ada semangat yang muncul dalam diri dan muncul perspektif (sudut pandang) lain setelah membacanya. Kali ini dari sudut pandang pengembangan kapasitas diri (capacity building).

Continue reading “28 Oktober 2020: Maulid nabi dan sumpah pemuda”

Memaknai ‘Asyura

Shahih Bukhari no. 3649 tentang puasa Asyura

Diantara peristiwa penting yang terjadi di bulan Muharram adalah Allah selamatkan Nabi Musa ‘alayhissalam dari kejaran Fir’aun dengan ditenggelamkannya Fir’aun dan bala tentaranya. Kisah Nabi Musa ‘alayhissalam adalah kisah yang paling banyak diceritakan di dalam Al-Qur’an. Jumlahnya lebih dari 400 ayat. Saking banyaknya ayat yang menceritakan tentang kisah Nabi Musa, menjadikannya ikon atau simbol perlawanan terhadap segala bentuk perbudakan, penindasan, ketidakadilan dan kebathilan. Klimaks perlawanan itu terjadi saat kebathilan itu runtuh ditandai dengan tenggelamnya Fir’aun dan bala tentaranya. Dan puasa Asyura merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas runtuhnya ikon kebathilan itu.

Continue reading “Memaknai ‘Asyura”

Menjadi merdeka

Dirgahayu Indonesia ke 75

Memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-75 tahun 2020 ini, saya ingin menuliskan sebuah kisah yang agung mengenai kepemimpinan dalam konteks penegakan hukum yang melibatkan kekuasaan. Kisah ini mengambil setting waktu saat kepemimpinan Khalifah Rasyidah ke-2, yaitu Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu. Kisah ini dapat dijumpai di dalam kitab Tafsir Al-Manaar, karangan Syaikh Muhammad Rasyid Ridha.

Continue reading “Menjadi merdeka”

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa alihi wa sallam

Gambar ini merangkum keluarga Rasulullah (dalam bentuk timeline hijriyah) dan peta rumah keluarga beliau di sekitar masjid Nabawi.

Pernah lihat orang yang sedang jatuh cinta atau nge-fans berat kepada orang lain? Apa saja yang dia lakukan agar cintanya berbalas?

  1. Dia akan berusaha mengenalnya. Cari informasi sana-sini. Tentang apa saja yang disukai dan tidak disukainya, misalnya, atau informasi apapun itu yang berkaitan dengan orang yang dicintainya tersebut.
  2. Kalau sudah dapat informasinya, maka orang tersebut akan berusaha sekuat tenaga mengikutinya, lifestyle nya kah, kepribadiannya kah, dll.
  3. Apa-apa yang disukainya, maka dia akan berusaha memenuhinya dengan sekuat tenaga. Jika orang yang dicintainya minta A, maka dia akan mengeluarkan seluruh energinya untuk memenuhinya.
  4. Begitu pula untuk hal-hal yang tidak disukainya, dia akan berusaha sekuat tenaga menjauhkan atau menghindarkan diri dari perbuatan atau hal-hal tersebut. Bahkan kalau ada orang yang melakukan perbuatan buruk padanya, ia akan marah dan membelanya.
  5. Apalagi jika orang tersebut tahu siapa saja orang-orang yang disukainya, tentu ia juga mau berdekatan dengan orang yang disukainya itu.
  6. Dan kalau sudah tau informasi selengkap-lengkapnya, biasanya akan ikut menyebarkan kebiasaan atau kesukaannya atau hal-hal yang tidak disukainya kepada orang lain.
  7. Sering menyebut-nyebut namanya bahkan memujinya. Kalau ada yang mencelanya, maka ia merasa tidak rela dan akan membelanya.
  8. Dia juga akan selalu mendoakannya, atau berdoa agar bisa dekat dengannya selalu dengannya, dst.

Continue reading Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa alihi wa sallam

Sejarah penetapan Muharram sebagai awal tahun baru Hijriyah

Sumber: google

Oleh: Ust. Irsyad Syafar

Rasulullah SAW dan para sahabat serta bangsa Arab yang hidup semasa dengan Beliau waktu itu, belum menggunakan penomoran tahun. Mereka menentukan tahun itu dengan nama peristiwa besar yang terjadi pada waktu itu. Sebagai contoh, tahun kelahiran Beliau dinamai dengan tahun Gajah. Karena di tahun itu terjadi peristiwa besar yaitu pasukan bergajah yang datang menyerang Ka’bah. Tapi pasukan itu dihancurkan Allah SWT dengan burung ababil. Tahun Fijar menjadi nama saat terjadinya perang Fijar. Dan Rasulullah SAW waktu itu masih remaja, ikut serta berperang membantu paman-pamannya. Ada juga yang menggunakan patokan beberapa tahun sebelum atau sesudah peristiwa tertentu. Maka tersebutlah istilah sekian tahun sebelum kenabian (qabla al bi’tsah) atau sekian tahun setelah kenabian (ba’da al bi’tsah). Terkadang bangsa Arab juga menggunakan patokan tahun dengan peristiwa kematian seorang tokoh. Maka muncullah istilah 5 tahun setelah kematian Ka’ab bin Luay, atau istilah-istilah lain semisalnya.

Situasi ini berlangsung sampai masa khilafah Umar bin Khattab. Umat Islam tidak punya nomor tahun dan patokan penanggalan. Sehingga surat-menyurat resmi Khalifah tidak ada tanggal dan tahunnya. Yang ada hanya nama bulannya. Sebab penggunaan standar bulan Qamariyah sudah ada sejak lama.

Continue reading Sejarah penetapan Muharram sebagai awal tahun baru Hijriyah