Sampai titik ini: sebuah catatan perjalanan hidup empat tahun terakhir (2016-2020)

Ngoprek MacBook, Ubuntu, dan python

Prolog

Tulisan kali ini dalam rangka melengkapi tulisan tentang perjalanan hidup dalam dunia akademik, mencakup capaian-capaian dan tentunya yang tidak kalah berharganya adalah pelajaran hidup atau hikmah yang terkadung di dalam setiap jejak langkah. Adapun tulisan sebelumnya yang dimaksud adalah: Dua Setengah Tahun di HUFS, Menjadi peneliti di sebuah perusahaan di Korea Selatan, dan 39 bulan di Jepang. Sebetulnya dalam setiap detil episode kehidupan yang dilalui selalui ada hikmah. Tetapi tulisan kali ini hanya mengupas ujung dari setiap episode perjalanan karir akademik (study di luar negeri sekaligus kerja sebagai peneliti). Adapun hikmah-hikmah lainnya dapat dibaca pada tulisan-tulisan yang ada di bawah menu “My Life”.

***

Salah satu cara introspeksi atau muhasabah diri adalah dg menghitung besarnya nilai “delta” (Δ) antara tahun 2016 (awal ke Jepang) dengan sekarang tahun 2020. Sejauh ini yang sudah dipelajari meliputi: jaringan sel syaraf (neural network), lalu rekayasanya yg mencakup bidang kimia (sintesis material, seperti ligand-exchange reaction, inverse micelle, modified Brust-Schiffrin method), fisika (sifat fisis material), elektronika (rangkaian elektronik untuk uji piranti), matematika (permodelan), dan terakhir programming (labview untuk interface rangkaian elektronik dengan komputer dan python untuk pengolahan datanya).

Continue reading “Sampai titik ini: sebuah catatan perjalanan hidup empat tahun terakhir (2016-2020)”

Beberapa kebijakan pemerintah Jepang menarik

Screenshot berita dari Kyodo news

Kebijakan baru pemerintah Jepang. Tapi ini baru akan diberlakukan bulan April tahun depan. Begini cara pemerintah Jepang mendorong warganya untuk menikah (dan memiliki keturunan): dikasih insentif.

Menikah, dapat insentif 600.000 yen atau sekitar 84.5 juta rupiah (kurs 1 yen = 140.91) untuk memulai kehidupan baru. Tentunya syarat dan ketentuan berlaku.

Kebijakan ini melengkapi beberapa kebijakan sebelumnya, yang meliputi:

Continue reading “Beberapa kebijakan pemerintah Jepang menarik”

Alhamdulillah dapat award (penghargaan) lagi

Penganugerahan the best presentation award

Jalan menuju sebuah kesuksesan memang tidaklah mudah. Berliku dan tidak jarang penuh dengan onak dan duri. Sukses yang saya maksud di sini, sudut pandang penilaiannya bukanlah materi atau uang, melainkan seberapa dekat capaian yang kita capai dengan target yang kita pasang. Ibarat melakukan regresi linear dalam statistika, maka sukses itu dapat diukur dengan nilai R2 (koefisien korelasi). Semakin nilai R2 mendekati 1, maka semakin besar tingkat kesuksesannya.

Continue reading “Alhamdulillah dapat award (penghargaan) lagi”

Catatan lebaran 1441 H: lupa takbir zawaid

Tahun ini tepat 10 kali sudah lebaran jauh dari keluarga, tepatnya karena sedang di luar negeri. Dan tahun ini lebaran yang ke-3 berjauhan dari istri dan anak semenjak menikah.

Pertama kali merasakan Ramadhan dan idul Fitri jauh dari keluarga adalah tahun 2009 saat sedang menempuh pendidikan magister di Korea Selatan. Dan semenjak itu, beragam kondisi lebaran sudah pernah dirasakan, seperti hanya dapat izin setengah hari untuk dapat melaksanakan sholat idul Fitri (setelah sholat masuk lab atau bahkan berangkat untuk menghadiri conference di luar kota), lebaran bertepatan dg hari libur kerja sehingga jamaah membludak, sampai dengan pengalaman lebaran dalam kondisi pandemi seperti tahun ini.

Continue reading “Catatan lebaran 1441 H: lupa takbir zawaid”