Kenangan Kitakyushu: indahnya ukhuwah

Hari ini facebook menampilkan sebuah foto kenangan yang mengingatkan akan sebuah peristiwa luar biasa. Waktu itu, 9 April 2017, adalah 10 hari menjelang kelahiran si kembar. Hari itu juga hari terakhir istri berada di rumah sebelum besoknya ditahan selama 15 hari (10 hari sebelum melahirkan + 5 hari setelah melahirkan) di rumah sakit karena kontraksi rutin tapi kondisi janin yang belum memungkinkan untuk dilahirkan. Continue reading Kenangan Kitakyushu: indahnya ukhuwah

39 bulan di Jepang

Publikasi

Tak terasa 39 bulan sudah tinggal di Jepang dalam upaya menempuh jenjang pendidikan paling puncak, yaitu doktoral. Pada bulan Desember inilah, Alhamdulillah, Allah masih memberikan banyak sekali nikmat, diantaranya nikmat sehat, nikmat iman dan juga nikmat islam. Dan Alhamdulillah juga pada bulan ini secara resmi saya dinyatakan lulus secara resmi. Kelulusan kali ini tentunya istimewa, karena berhasil menelurkan dua buah karya tulis ilmiah dengan status sebagai penulis pertama. Dan saat inipun masih menulis lagi sebuah karya tulis ilmiah, karena masih ada data hasil eksperimen yang walaupun statusnya saat ini belum lengkap (masih ada eksperimen yang harus dilakukan namun sebagian data sudah didapat) yang diminta untuk disubmit ke salah satu jurnal internasional. Berikut ini adalah publikasi selama 39 bulan di Jepang dalam menempuh pendidikan tinggi jenjang doktoral di Jepang.

  1. Hadiyawarman, Faisal Budiman, Detiza Goldianto Octensi Hernowo, Reetu Raj Pandey and Hirofumi Tanaka, “Recent progress on fabrication of memristor and transistor-based neuromorphic devices for high signal processing speed with low power consumption”,Japanese Journal of Applied Physics57(3S2), 03EA06, (2018). [link]
  2. Yusuke Nakao, Srikimkaew Oradee, Hadiyawarman, Hirofumi Tanaka, “Effect of Synthesis Procedure on the Size of Ag-Ag2S Core-Shell Nanoparticles for Memristive Brain-Like Devices”, 2019 IEEE Regional Symposium on Micro and Nanoelectronics (RSM), (2019)
  3. Hadiyawarman, Masanori Eguchi, Wilfred G. van der Wiel, Hirofumi Tanaka, “Control of the Neuromorphic Learning Behavior Based on the Aggregation of Thiol-protected Ag-Ag2S Core–Shell Nanoparticles”, Japanese Journal of Applied Physics, Accepted Manuscript online 27 November 2019 [link]

Selain 3 publikasi, saya juga mengoleksi 13 kali keikutsertaan dalam conference, baik internasional maupun lokal (Jepang) dan sebuah award (penghargaan) dalam salah satu conference yang saya ikuti, beritanya saya tuliskan di sini. Semoga karya ini bermanfaat bagi umat manusia dalam upaya mengembangkan teknologi yang dapat membantu pekerjaan manusia, yaitu seputar neuromorphic device based nanomaterial. Jika anda bertanya-tanya makanan jenis apakah itu? hehehe…silakan baca tulisan saya yang satu ini. Kurang lebih arahnya ke sana.

Itu dari aspek akademik. Selain aspek akademik, ternyata ada aspek jalan-jalan juga. Karena selama 39 bulan, dengan beberapa kali conference, maka otomatis mengunjungi beberapa prefektur dan bahkan negara. Ada sekitar 14 prefektur dari 47 prefektur yang ada di Jepang yang telah saya kunjungi bersamaan dengan conference. Selain itu, ada 4 negara juga, seperti Korea Selatan (Jeju), Jerman (Dusseldorf), Belanda (Enschede dan Utrecht), dan Republik Ceko (Brno, Praha, dan Olomouc). Belum lagi dengan tulisan di web pribadi ini selama 39 bulan di Jepang, tak terasa sudah menulis sebanyak lebih dari 60 tulisan. Terbayang lah ya, dengan anak 3, menempuh pendidikan doktoral di luar negeri (Jepang) menghasilkan jejak yang sedemikian rupa. Mobilitas sangat padat. Semoga ini semua dapat bermanfaat bagi para pengunjung dan pembaca web pribadi saya sehingga menambah berat timbangan amal kebaikan saya di akhirat kelak. Amiiin…

Baca juga karya saya yang lain selama 2.5 tahun menempuh pendidikan magister di Korea selatan di sini dan juga selama bekerja sebagai peneliti di salah satu perusahaan di Korea Selatan di sini.

Autumn and Spring, dua musim istimewa

img_20191130_161915_6755212918111949733480.jpg
Album empat musim

Bagi mereka yang pernah merasakan tinggal di luar negeri, terutama di negeri yang memiliki 4 musim (dingin, semi, panas, dan gugur), setidaknya pernah bertanya-tanya dalam benaknya, musim apa yang paling enak atau paling nyaman. Tidak terkecuali dengan saya. Saya juga pernah bertanya-tanya pada diri sendiri, musim mana yang paling nyaman? Dan pada perenungan kali ini setidaknya saya menemukan jawabannya. Continue reading Autumn and Spring, dua musim istimewa

Student Award: penghargaan di hari santri

Dalam rangka turut serta memperingati hari santri yang ditetapkan setiap tanggal 22 Oktober, saya ingin menulis ulang kejadian setahun yang lalu, tahun 2018, yang saya tuliskan di sini. Pada 22 Oktober 2018, Alhamdulillah saya mendapatkan penghargaan di acara konferensi internasional yang dilaksanalan di Sendai, Jepang. Penghargaan tersebut diberikan salah satunya kepada saya karena hasil penelitian yang dinilai menarik oleh dewan juri. Untuk mengenang kembali salah satu peristwa bersejarah dalam kehidupan saya, maka saya tuliskan ulang di dalam blog ini.

***

Alhamdulillah… Continue reading Student Award: penghargaan di hari santri

Alhamdulillah, selesai…

p_20191007_1520346406690817834269319.jpg
Jelang sidang terbuka

Setelah dihujani berbagai pertanyaan sampai melebihi batas waktu yang ditentukan, urusan berlanjut ke meja makan bersama para penguji. Alhamdulillah semua pertanyaan dapat terjawab dengan baik sehingga akhirnya dinyatakan lulus.

Alhamdulillah, ucapan terima kasih pertama kali saya ucapkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bersyukur kepada Allah atas segala limpahan nikmat, baik itu nikmat sehat, nikmat iman, nikmat islam, yang dengan semua nimat itu semua modal untuk menjalani hidup di dunia menjadi lengkap. Dan akhirnya, setelah tiga tahun menempuh pendidikan doktoral di Jepang, nanti malem bisa tidur nyenyak setelah melalui proses sidang terbuka. Kuliah doktoral sambil momong 3 krucils memang ‘sesuatu’ sekali rasanya.

p_20191007_1656314889071794853077046.jpg
Bersama istri dan anak setelah menyelesaikan sidang terbuka

Ucapan terima kasih selanjutnya saya ucapkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa alihi wa shahbihi wa sallam atas ilmu dari Allah yang beliau sampaikan kepada para sahabat yang kemudian dibukukan dalam bentuk Quran, hadits, dan sirah nabawiyah. Sehingga setiap ayat Allah dapat dipelajari dengan baik oleh generasi-generasi setelahnya.

Ucapa terima kasih selanjutnya saya ucapkan kepada istri tercinta Hilyah Aulia atas segala sesuatunya. Terima kasih kepada keluarga di Indonesia, orang tua dan mertua serta semua keluarga yang tak putus memberikan dukungan dan doa. Terima kasih juga kepada para guru, dosen, dan asatidz yang telah membimbing dari dulu sampai sekarang.

Dan tak lupa pula, terima kasih kepada teman-teman PPI Kitakyushu atas doa dan support nya, mereka yang juga menjadi keluarga di perantauan. Alhamdulillah akhirnya  #SidangTerbukaSelesai.

Ucapan terima kasih selanjutnya saya ucapkan kepada pemerintah Jepang melalui kementrian pendidikan, kebudayaan, olahraga, sains dan teknologi (MEXT) atau monbukagakusho atas support biaya kuliah dan biaya hidup selama 3 tahun. Terima kasih pula kepada Global Advanced Assistive Robotics (GAAR) program di Kyutech.

acknowledgement8022069375223155821.jpg

Terima kasih pula kepada Prof. Dr. Ir. Wilfred G. Van der Wiel atas diskusi-diskusi menarik seputar nanomaterial science dan aplikasinya dalam brain-inspired computing hardware sejak pertemuan pertama di Osaka tahun 2017, lalu 2018 di Belanda dan Sendai.

p_20191007_1940241834313485125083175.jpg
Bersama para penguji

Terima kasih pula kepada para penguji:
1. Prof. Dr. Pandey Shyam Sudhir (Kyutech), yang banyak mengkritisi bagian sintesis kimia serta analisa fisis dan kimiawinya.
2. Prof. Dr. Tsuyoshi Hasegawa (Waseda Univ. Tokyo & NIMS), yang juga mengkritisi fenomena memristor dan mekanisme yg terjadi di dalam material.
3. Prof. Dr. Takashi Morie (Kyutech), yang mengkritisi konsep dan implementasi nanopartikel untuk reservoir computing, baik aspek matematis, fisis, maupun teknis.

Kritikan, saran dan segala macamnya memang terasa pedas, terutama saat sidang tertutup pertama karena persiapannya sangat mendadak. Berhadapan dengan mereka serasa dikuliti habis. Tapi alhamdulillah sekarang semua sudah berhasil dilampaui.

#Acknowledgements

——-

Terakhir pesan supervisor:
“Beberapa hari ke depan kamu boleh off dari kampus karena kamu bukan lagi mahasiswa. Tapi setelah itu, kamu masuk dan mulai nulis 1 paper lagi dan 1 conference lagi ya”. 😑

#YesLibur