Berbagi pengalaman belajar beragam bahasa

Komunikasi
Ilustrasi bahasa sebagai sarana komunikasi antar manusia

Bahasa adalah sarana komunikasi. Dari sanalah banyak aktivitas interaksi antar-manusia di muka bumi ini terjadi, baik itu yang sifatnya positif seperti perdagangan / bisnis, kerjasama di berbagai bidang, dan lain-lain, maupun yang negatif seperti permusuhan. Semuanya bermula dari permasalahan komunikasi, dan bahasa adalah salah satu bentuk komunikasi antar manusia. Ya, salah satu bentuk saja dari komunikasi. Karena ada beberapa bentuk komunikasi lainnya seperti misalnya gesture (bahasa tubuh), dan lain-lain. Dan di dunia ini, saat ini ada banyak sekali ragam bahasa. Di negara Indonesia saja itu ada sekitar 721 ragam bahasa daerah. Yang artinya setiap daerah memiliki cara komunikasi tersendiri. Nah, pada tulisan kali ini saya tidak akan membahas tentang bahasa Indonesia, karena sudah pernah saya tuliskan. Pada kesempatan kali ini saya ingin menuliskan tentang bahasa dunia, diantaranya yang saya pernah pelajari.

Continue reading Berbagi pengalaman belajar beragam bahasa

Indonesia, negeri kaya dengan ratusan bahasa, budaya dan ribuan pulau

14
Perbesar gambar klik di sini

Gambar peta di atas adalah peta negara Indonesia dibagi berdasarkan ragam bahasanya. Ya, Indonesia memiliki ratusan bahasa. Dan dengan adanya ratusan bahasa itu, ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat keragamaan yang luar biasa besar namun berada dalam satu kesatuan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mungkin sebagian kita bertanya-tanya, “emang apa sih keuntungan kita (NKRI) memiliki banyak bahasa daerah? bukannya malah makin ribet ya?”. “Emang dulu gimana sejarahnya kok bisa banyak bahasa lalu menjadi satu bahasa resmi saja, yaitu bahasa Indonesia?”. Continue reading Indonesia, negeri kaya dengan ratusan bahasa, budaya dan ribuan pulau

Arabic twister-tongue, sebuah permainan kalimat yang membelit lidah dengan makna mendalam…

Hampir semua bahasa di dunia, memiliki apa yang disebut dengan “tongue-twister” (pembelit lidah). Menurut wikipedia, tongue-twister didefinisikan sebagai a phrase that is designed to be difficult to articulate properly, and can be used as a type of spoken word game, atau sebuah frase yang didesain sedemikian rupa sehingga menimbulkan artikulasi yang sulit dan biasanya ini digunakan sebagai salah satu jenis permainan ucapan (spoken word game). Jadi, biasanya memang tongue-twister ini hanya dianggap sebagai sebuah permainan.

Dalam bahasa Indonesia, kita akan dapati beberapa contoh yang termasuk kategori tongue-twister ini, diantaranya:

Satu ribu, dua biru, tiga ribu, empat biru, … dan seterusnya…

Satu sate tuju tusuk…(diulang-ulang)

Dalam berbagai bahasa dari negara-negara Asia pun juga ada, seperti yang ditunjukkan dalam video dari Asian Boss ini.

Dan sebenarnya masih banyak lagi contoh lainnya dari ragam bahasa lainnya dan sejauh ini twister-tongue ini hanya sebatas permainan saja. Tetapi, pernahkah anda terpikir, bisakah jika permainan jenis ini tidak hanya menampilkan kesulitan pengucapan saja, tetapi juga kalimat yang tersusun itu memiliki pesan dan makna yang mendalam? Continue reading Arabic twister-tongue, sebuah permainan kalimat yang membelit lidah dengan makna mendalam…

Catatan penjelajahan Eropa (Bagian 5): Bahasa

2019-09-14-22-27-551335496941783775533.jpg
Tempeh = Tempe

Dalam penjelajaha Eropa, terutama ke negeri kincir angin (Belanda), dan tinggal di sana selama kurang lebih 20 hari, ada beberapa hal yang menarik menjadi sebuah sarana perenungan dan pembelajaran. Terutama saat saya berbelanja di sebuah supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan untuk keperluan makan sehari-hari. Saya hampir tidak menemukan penghalang dalam bahasa, karena ternyata beberapa nama produk diantaranya dapat dengan mudah dibaca walaupun itu menggunakan ejaan lama yang belum disempurnakan.

Continue reading Catatan penjelajahan Eropa (Bagian 5): Bahasa

Sekilas tentang bahasa arab (yang saya ketahui)

Alhamdulillah akhirnya bisa kembali menulis di blog yang sudah beberapa bulan terakhir ini ditinggalkan. Yupz…kali ini saya cuma mau berbagi sedikit tentang sebuah bahasa, yaitu bahasa arab. Kenapa ambil tema ini? hmmm…karena eh karena abis ngobrol banyak dengan native speaker nya. 😀 Bahasa ini pernah saya pelajari selama 6 tahun lamanya di sebuah padepokan yang terletak di kaki gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Padepokan itu bernama “Pondok Pesantren Husnul Khotimah”. Mungkin bagi saya yang tidak melanjutkan study ke bidang yang searah dengan label “pesantren” yang notabene biasanya pergi ke daerah timur tengah dan menimba ilmu lebih dalam di sana, 6 tahun adalah masa yang cukup membuat saya ‘kenyang’ untuk mempelajari bahasa arab, baik dari sisi nahwu dan juga sharafnya. Banyak sudah hasil ukiran-ukiran para ustadz dari berbagai latar belakang pendidikan, melukis diri saya ini dengan bahasa arab yang mereka pahami. Selama 6 tahun itu, bahasa  arab yang diajarkan kepada saya adalah bahasa yang baku atau resmi. Kenapa? ya jawabannya sih simple, mari kita analogikan saja dengan belajar bahasa Indonesia. Pasti yang diajarkan di dalam kelas adalah bahasa yang baku atau resmi. Tidak pernah di dalam kelas guru mengajarkan dengan menggunakan bahasa “gue-lo”. hehehe…

Continue reading Sekilas tentang bahasa arab (yang saya ketahui)